
jangan lupa simak chanel youtube BHARATA FM TRENGGALEK, like, komen dan subscribe ya. terima kasih
Suasana hati Rayen malam itu bercampur aduk tidak
karuan.disatu sisi dia tidak ingin melukai hati istrinya. Namun disisi lain,
kontrak ini sangat diperlukan oleh perusahaannya dan juga keluarganya tentunya.
Rayen tidak yakin, meski dalang dari raibnya uang KSM Group terungkap, orang
yang dicurigai nanti mampu mengembalikan semua yang telah dibawanya. Itu jika
terungkap, jika tidak? Padahal keuangan KSM Group dalam bulan ini sudah harus
ditopang oleh Putra Company. Ini karena biaya untuk pengobatan dari Tuan Besar Tito juga tidak sedikit. Jika
kondisi ini tidak segera diatasi, bisa jadi KSM Group akan benar benar pailit. Dan
itu tidak boleh terjadi.
Sebenarnya jika opsi kedua ini bisa dipilih, tentu resikonya
tidak akan terjadi. Yaitu jika Rayen pergi tanpa Vivi, tapi ini tentu akan
berpengaruh pada kontrak tersebut. Bisa jadi mereka akan membatalkan kontrak
jika Vivi tidak ikut bersama Rayen ke Mexico.
Ribet kan? Mau tidak mau, suka tidak suka, yang harus
menahan ego dan rasa cemburu adalah Maureen. Karena sebagai seorang wanita,
rasa cemburu jika suaminya bepergian bersama wanita lain pasti ada, apalagi
saat ini Maureen sedang mengandung di usia kehamilan yang sudah tua dan
mengandung anak pertama. Mitosnya sih, di saat seperti ini rasa cemburu seorang
wanita adalah yang paling besar.
.
Rayen tidak ingin menyia nyiakan waktu, pagi ini dia
memutuskan untuk berangkat ke Mexico. Dia mengambil penerbangan agak pagi untuk
menghemat waktu. Meski berat sebenarnya meninggalkan seorang istri yang sedang
hamil tua dan ditambah dengan harus mengurusi dua perusahaan sekaligus, tapi
semua dilakukan demi masa depan mereka.
Maureen mengantarkan suaminya sampai di bandara, sementara
Vivi sudah lebih dulu sampai di bandara pagi itu. Nampak Maureen terlihat berat
melepas kepergian Rayen,entah apa yang ada di pikiran Maureen saat itu,
nampaknya ada kekawatiran yang amat sangat terhadap suaminya. Apakah ini karena
saking besarnya rasa cinta Maureen sama Rayen? Ataukah ada firasat lain yang
merupakan isyarat dari si jabang bayi yang dikandungnya? Ah, author kayak
paranormal ya sekarang? Hihihi…….
Meski berat melepas kepergian Rayen, namun Maureen tetap
mengijinkan suaminya untuk ke Mexico, demi anaknya, demi perusahaannya, dan
demi kebanggaan suaminya akan keberhasilan bisnisnya.
__ADS_1
Pesawat yang ditumpangi Rayen dan Vivi pun sudah take off,
melayang menuju ke angkasa raya, diiringi dengan air mata Maureen yang tidak
terasa menetes di pipinya yang indah. Pak Jay yang mengantar Maureen tidak bisa
berbuat banyak. Dia menunggu sampai Maureen mengajaknya pulang. Sampai akhirnya……
“Pak Jay, mari kita pulang” kata Maureen setelah pesawat itu
hilang ditelan awan pagi.
“Iya Nyonya” kata Pak Jay sambil berjalan dibelakang Maureen
menuju ke mobil.
Mobil melaju perlahan meninggalkan bandara Soekarno-hatta pagi
itu. Di dalam mobil, Maureen kelihatan lebih banyak diam. Pak Jay pun tidak
berani berkata banyak. Dia mengarahkan mobilnya menuju ke jalan utama.
“Kita kemana Nyonya, apakah langsung ke kantor atau pulang
dulu kerumah?” Tanya Pak Jay.
“Kita ke rumah saja Pak Jay, hari ini saya ingin
beristirahat, biar nanti saya telepon sekretaris saya saja sama Silvi untuk
mengatur jadwal hari ini. Mungkin saya ke kantor besok saja” kata Maureen meminta
Pak Jay untuk mengarahkan mobilnya pulang.
“Betul Nyonya. Jika kondisi badan tidak fit, jangan
paksakan. Biar nanti Tuan Rayen saja yang mengurusi perusahaan. Saat Nyonya
perusahaan. Bahkan kalau tidak salah, Tuan Rayen juga tengah menyelidiki dugaan
kecurangan keuangan di KSM Group, Nyonya” kata Pak Jay menjelaskan bahwa dia
pernah melihat Rayen meneliti neraca keuangan KSM Group.
“Apakah Pak Rehan dan Ibu Kim pernah kesini selama saya
pergi ke Amerika Pak Jay” Tanya Maureen
“O, ayah dan ibu mertua Nyonya to?”Tanya Pak Jay
“Iya Pak, maksud saya ayah dan ibu”
“Wah, belum pernah Nyonya. Kalau tidak salah Pak Rehan dan
Ibu Kim masih di luar negeri. Sudah hampir satu tahun Nyonya” kata Pak Jay.
“O, kenapa Rayen tak pernah cerita ya?”
“Sebenarnya Tuan Rayen ingin bercerita pada Nyonya, tapi Nyonya
sangat sibuk. Jadi Tuan Rayen tidak punya kesempatan untuk bercerita” kata Pak
Jay
“Memang benar Pak Jay, selama ini saya sangat kurang punya
waktu untuk keluarga. Bahkan kadang kadang untuk sekedar ngobrol sama suami
saja sangat jarang. Apakah memang seperti itu jika istri selalu bekerja ya Pak
Jay? Pak Jay enak, istrinya dirumah, ngurus anak. Setiap saat setiap waktu bisa
__ADS_1
berkumpul dan bertemu” kata Maureen.
“Nyonya, kebahagiaan dan kenikmatan itu kita sendiri yang
merasakan. Kita tidak bisa menilai kebahagiaan orang lain dengan melihat dari
sisi luarnya saja. Kalau pepatah jawa mengatakan ‘sawang sinawang’ artinya kita
itu kadang kita melihat orang lain itu terasa lebih enak. Yang miskin merasa
bahwa orang kaya akanselalu bahagia, karena semua kebutuhannya tercukupi. Namun
yang kaya kadang merasa bahwa orang tidak punya lebih bahagia daripada dia,
karena orang miskin setelah kenyang dia akan bisa tidur dimanapun. Kadang diatas
jerami, dibawah jembatan, di kolong truk, tanpa kawatir apapun, sehingga
tidurnya sangat nyenyak. Itulah romantika kehidupan nyonya” kata Pak Jay
panjang lebar.
Maureen terhenyak. Ternyata Pak Jay mempunyai wawasan yang
cukup luas. Maureen teringat akan apa yang dikatakan Chika saat dia berkunjung
ke rumah sederhananya untuk pertama kali. Bahwa setiap manusia punya jalan
cerita kehidupannya sendiri sendiri. Kadang awal kisah hidup mereka bisa saja
sama, tapi ending dari cerita kehidupan mereka sangat berbeda.
“Iya Pak Jay. Terima kasih telah menyadarkan saya. Memang kadang
kita hanya melihat dunia dari sisi kita sendiri. Kita mengharap orang lain mau
mengerti kita. Tapi kita jarang mau mengerti posisi orang lain. Semoga saya
bisa belajar banyak dari Pak Jay” kata Maureen.
“Wah, maaf Nyonya. Bukan maksud saya mau menggurui Nyonya
Maureen. Apalah artinya saya Nyonya. Sekolah SMP saja saya tidak tamat” kata
Pak Jay.
“Bukan begitu Pak Jay. Guru yang paling bijak itu bukan dari
sekolahan atau perguruan tinggi. Tapi dari pengalaman”kata Maureen.
Maureen mendapatkan banyak pengalaman berharga dari seorang
sopir yang selama ini jarang diajak ngobrol. Ternyata manusia tidak boleh
memandang sesama hanya dengan status atau kasta semata. Tuhan Maha Adil. Setiap
manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan. Dan itulah gunanya hidup bersama,
agar bisa saling melengkapi.
.
.
.
Jangan lupa dukung vote untuk author ya
Like, vote juga komen dari readers sangat author perlukan
Tanpa readers apalah artinya tulisan author
__ADS_1
Terima kasih. Selamat malam