
Setelah melakukan perjalanan
sekitar 21 jam di udara, sampailah Rayen dan Vivi di bandara
Internasional Mexico City. Tidak menunggu lama, utusan dari
Castillo Company sudah menjemput mereka di Bandara. Nampak disana ada Mr.
Vincent yang menjadi utusan dari perusahaan Castillo yang beberapa waktu lalu
datang ke Jakarta.
Suasana nampak akrab dan sangat kekeluargaan, Mr. Viencent
yang memang dari awal kelihatannya sangat tertarik pada Vivi, nampak berbincang
bincang hangat dengan Vivi. Sekali waktu Vivi menjelaskan apa yang
diperbincangkan dengan Mr. Vincent pada Rayen. Ini dapat dimaklumi karena Rayen
hanya menguasai sedikit sekali bahasa Spanyol. Dia tidak menyangka jika saat
ini dia akan mendapat kolega bisnis dari Mexico yang memang mayoritas disana
menggunakan bahasa Spanyol.
Sampai di Castillo Company, Rayen dan Vivi dijamu dengan
sangat luar biasa, beberapa makanan khas di sana disajikan sebagai menu favorit
untuk mereka. Sungguh penyambutan yang luar biasa. Baik Rayen maupun Vivi belum
tahu berapa jumlah nominal yang akan disediakan oleh Castillo Company untuk
konyrak kerjasama ini. Tapi yang jelas, nominal itu diatas 1 triliun rupiah. Itu
untuk satu proyek yang di Jakarta, sedangkan untuk proyek yang akan dikerjakan
di Mexico, nilainya lebih dari 5 kali lipatnya. Semua proyek ini akan
dipercayakan kepada Rayen melalui Putra Company.
Setelah menikmati jamuan makan malam dengan Big Bos dari
Putra Company, Rayen dan Vivi dipersilahkan untuk istirahat. Ruangan yang besar
dan mewah diberikan kepada Rayen dan Vivi. Ruangan itu bersebelahan. Luar biasa
memang, di kantor Castillo Company juga disediakan kamar khusus tamu yang mirip
__ADS_1
hotel bintang lima. Hampir semua kamar itu memiliki ruangan yang mirip. Baik pintu
masuk maupun bdrbagai fasilitas di dalamnya. Yang membedakan hanya kode kode
kecil dengan tulisan yang kurang dimengerti oleh Rayen. Benar benar penataan
ruang yang cukup bagus.
Malam hari ini mereka beristirahat dulu, rencananya mereka
baru akan memulai pembicaraan bisnis pada esok hari. Ini dilakukan untuk member
kesempatan kepada Rayen dan Vivi untuk beristirahat.
Suasana yang tentunya agak sedikit berbeda dengan Jakarta,
memaksa tubuh Rayen untuk beradaptasi. Dia mengenakan jaket agak tebal untuk
mengusir dingin di malam itu. Beberapa berkas yang akan dibawa di pertemuan
besok dipelajarinya dengan baik. Vivi masih berada didekat Rayen untuk membantu
mempersiapkan bahan untuk presentasi dan pertemuan dengan pihak Castillo
company. Mereka tidak ingin ada yang kurang sempurna dalam penampilan besok. Mereka
berharap terkesan dengan penampilan yang ditunjukkan oleh Rayen dan Vivi
sehingga makin memantapkan kerjasama yang dlakukan dengan Putra Company.
mereka berdua, Vivi pamit untuk ke kamarnya yang terletak di sebelah kamar
Rayen.
.
.
.
Sementara itu, Maureen tengah sibuk dengan aktivitasnya di
kantor Putra Company. Ditemani Silvi dia menggantikan tugas Rayen selama Rayen
ke Mexico.
Setelah selesai mengerjakan tugas, Maureen mengajak Silvi
untuk ngobrol.
“Sil “ sapa Maureen.
“Iya Ibu Presdir? Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Silvi
__ADS_1
sambil mendekat ke tempat duduk Maureen.
“Ah, tidak. Saya hanya ingin ngobrol ngobrol santai saja
sama kamu” kata Maureen.
“Soal apa ya Bu. Maaf, saya tidak punya pengalaman apa apa
lo?” kata Silvi
Maureen ingin mengetahui lebih jauh tentang sifat sifat
Vivi. Rupanya dirinya masih belum yakin, apakah diantara mereka tidak ada
hubungan sama sekali. Apakah diantara mereka memang murni hanya sebatas bos dan
sekretaris.
Maureen kenapa sih kamu masih tetap menaruh curiga pada
suamimu? Karena Maureen dalam keadaan hamil. Orang hamil memiliki rasa cemburu
yang amat besar. Dan itulah yang saaat ini sedang dihadapi oleh Maureen.
Dari Silvi, Maureen mengetahui bahwa Rayen ada;ah sosok yang
sangat bertanggungjawab. Walaupun tidak dapat dipungkiri, sosok Vivi adalah
sosok yang bisa saja meluluhkan hati Rayen, namun di sisi lain saat ini Putra
Company sangat butuh dia. Kolega bisnis dari Putra Company sangat menaruh
kepercayaan pada sosok Vivi yang merupakan sekretaris dari Rayen.
Dan itu juga yang saat ini sedang dirasakan oleh Maureen. Di
tengah keterpurukan KSM Group, sosok Vivi merupakan salah satu sosok yang bisa membantu
bangkitnya Putra Company. Diam diam Maureen juga mengakui bahwa sosok Vivi
adalah penolong bagi perusahaan mereka. Perempuan cantik dari desa yang
direkrut oleh Maureen ini ternyata memiliki bakat yang cukup bagus dibidang
marketing dan jago dalam bahasa Spanyol.
Keterangan Silvi belum mampu memantapkan hati Maureen. Hatinya
masih galau, mungkin saking cintanya pada Rayen. Atau takut kehilangan Rayen………….
.
.
__ADS_1
.