Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Empat Bag 7


__ADS_3

 


 


Setelah melakukan  perjalanan


sekitar 21 jam di udara, sampailah Rayen dan Vivi di bandara


Internasional Mexico City. Tidak menunggu lama, utusan dari


Castillo Company sudah menjemput mereka di Bandara. Nampak disana ada Mr.


Vincent yang menjadi utusan dari perusahaan Castillo yang beberapa waktu lalu


datang ke Jakarta.


Suasana nampak akrab dan sangat kekeluargaan, Mr. Viencent


yang memang dari awal kelihatannya sangat tertarik pada Vivi, nampak berbincang


bincang hangat dengan Vivi. Sekali waktu Vivi menjelaskan apa yang


diperbincangkan dengan Mr. Vincent pada Rayen. Ini dapat dimaklumi karena Rayen


hanya menguasai sedikit sekali bahasa Spanyol. Dia tidak menyangka jika saat


ini dia akan mendapat kolega bisnis dari Mexico yang memang mayoritas disana


menggunakan bahasa Spanyol.


Sampai di Castillo Company, Rayen dan Vivi dijamu dengan


sangat luar biasa, beberapa makanan khas di sana disajikan sebagai menu favorit


untuk mereka. Sungguh penyambutan yang luar biasa. Baik Rayen maupun Vivi belum


tahu berapa jumlah nominal yang akan disediakan oleh Castillo Company untuk


konyrak kerjasama ini. Tapi yang jelas, nominal itu diatas 1 triliun rupiah. Itu


untuk satu proyek yang di Jakarta, sedangkan untuk proyek yang akan dikerjakan


di Mexico, nilainya lebih dari 5 kali lipatnya. Semua proyek ini akan


dipercayakan kepada Rayen melalui Putra Company.


Setelah menikmati jamuan makan malam dengan Big Bos dari


Putra Company, Rayen dan Vivi dipersilahkan untuk istirahat. Ruangan yang besar


dan mewah diberikan kepada Rayen dan Vivi. Ruangan itu bersebelahan. Luar biasa


memang, di kantor Castillo Company juga disediakan kamar khusus tamu yang mirip

__ADS_1


hotel bintang lima. Hampir semua kamar itu memiliki ruangan yang mirip. Baik pintu


masuk maupun bdrbagai fasilitas di dalamnya. Yang membedakan hanya kode kode


kecil dengan tulisan yang kurang dimengerti oleh Rayen. Benar benar penataan


ruang yang cukup bagus.


Malam hari ini mereka beristirahat dulu, rencananya mereka


baru akan memulai pembicaraan bisnis pada esok hari. Ini dilakukan untuk member


kesempatan kepada Rayen dan Vivi untuk beristirahat.


Suasana yang tentunya agak sedikit berbeda dengan Jakarta,


memaksa tubuh Rayen untuk beradaptasi. Dia mengenakan jaket agak tebal untuk


mengusir dingin di malam itu. Beberapa berkas yang akan dibawa di pertemuan


besok dipelajarinya dengan baik. Vivi masih berada didekat Rayen untuk membantu


mempersiapkan bahan untuk presentasi dan pertemuan dengan pihak Castillo


company. Mereka tidak ingin ada yang kurang sempurna dalam penampilan besok. Mereka


berharap terkesan dengan penampilan yang ditunjukkan oleh Rayen dan Vivi


sehingga makin memantapkan kerjasama yang dlakukan dengan Putra Company.


mereka berdua, Vivi pamit untuk ke kamarnya yang terletak di sebelah kamar


Rayen.


.


.


.


Sementara itu, Maureen tengah sibuk dengan aktivitasnya di


kantor Putra Company. Ditemani Silvi dia menggantikan tugas Rayen selama Rayen


ke Mexico.


Setelah selesai mengerjakan tugas, Maureen mengajak Silvi


untuk ngobrol.


“Sil “ sapa Maureen.


“Iya Ibu Presdir? Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Silvi

__ADS_1


sambil mendekat ke tempat duduk Maureen.


“Ah, tidak. Saya hanya ingin ngobrol ngobrol santai saja


sama kamu” kata Maureen.


“Soal apa ya Bu. Maaf, saya tidak punya pengalaman apa apa


lo?” kata Silvi


Maureen ingin mengetahui lebih jauh tentang sifat sifat


Vivi. Rupanya dirinya masih belum yakin, apakah diantara mereka tidak ada


hubungan sama sekali. Apakah diantara mereka memang murni hanya sebatas bos dan


sekretaris.


Maureen kenapa sih kamu masih tetap menaruh curiga pada


suamimu? Karena Maureen dalam keadaan hamil. Orang hamil memiliki rasa cemburu


yang amat besar. Dan itulah yang saaat ini sedang dihadapi oleh Maureen.


Dari Silvi, Maureen mengetahui bahwa Rayen ada;ah sosok yang


sangat bertanggungjawab. Walaupun tidak dapat dipungkiri, sosok Vivi adalah


sosok yang bisa saja meluluhkan hati Rayen, namun di sisi lain saat ini Putra


Company sangat butuh dia. Kolega bisnis dari Putra Company sangat menaruh


kepercayaan pada sosok Vivi yang merupakan sekretaris dari Rayen.


Dan itu juga yang saat ini sedang dirasakan oleh Maureen. Di


tengah keterpurukan KSM Group, sosok Vivi merupakan salah satu sosok yang bisa membantu


bangkitnya Putra Company. Diam diam Maureen juga mengakui bahwa sosok Vivi


adalah penolong bagi perusahaan mereka. Perempuan cantik dari desa yang


direkrut oleh Maureen ini ternyata memiliki bakat yang cukup bagus dibidang


marketing dan jago dalam bahasa Spanyol.


Keterangan Silvi belum mampu memantapkan hati Maureen. Hatinya


masih galau, mungkin saking cintanya pada Rayen. Atau takut kehilangan Rayen………….


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2