Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Parcel buah


__ADS_3

Maureen melangkahkan kakinya menuju kamar Rayen, , ,


"tok tok tok" Maureen mengetuk pintu kamar Rayen.


"siapa, sahut dari dalam kamar.


" aku Maureen ray," jawab Maureen.


"oh ,masuk" kata Rayen.


Maureen perlahan membuka pintu kamar Rayen dibelakangnya juga ada Kim Nana dan Rehan.


"Hallo Ray, apa kamu sudah sembuh, ini aku bawain buah" kata Maureen.


"sudah mendingan kok, taruh saja" jawab Rayen datar.


Maureen meletakkan parsel tersebut, tetapi baru saja buah tersebut diletakkan , kim Nana melihat nya.


"hei gadis miskin, bukankah itu parsel menengah mahal, darimana kamu dapat uang untuk membelinya, jangan jangan kamu mencuri" kata kim Nana kasar. .


husssssttttttt Maureen menghembuskan nafas kasar mendengar kata kata kim Nana.


"maaf tante saya memang miskin tetapi ayah saya tidak mengajari saya mencuri, saya membuka celengan untuk membeli ini" jawab Maureen.


Rayen kaget tetapi dia mulai mengimbangi permainan Maureen.


"kenapa kamu membuka celenganmu hanya untuk membelikan aku buah" kata Rayen nyengir. .


"Ray, temanku cuma kamu Sama Rakha jadi kalian itu spesial menurutku" kata Maureen menjawab prtanyaan Rayen.


"oh begitu ya" kata Rayen dingi


sedangkan dari dekat pintu Regan memandangi mereka semua, Rehan tidak menyahut sepatah kata pun.


"Rayen, kamu sudah makan" tanya Maureen.

__ADS_1


"belum" jawab rayen singkat.


"kenapa belum, kamu harus makan dan minum obat" kata Maureen.


"kamu bawel melebihi mama tau" celetuk Rayen.


"jelas beda Sayang, Mama dan dia bagai bumi dan langit" kata Kim Nana.


"benar tante, aku dan tante memang bagai bumi dan langit, sekarang tante jadi langit tapi nanti tante akan mejadi bumi" kata Maureen dengan nada santai tapi berisi ancaman.


"apa maksudmu gadis miskin?" kata kim nana penasaran.


"Nanti tante akan tau" jawab Maureen tenang...


Maureen kemudian mendekati Ayah Rayen. . .


"om boleh saya meminta pelayan membawakan makanan untuk Rayen, dia harus makan biar cepat pulih" kata Maureen.


"silahkan, bujuk dia kalau kamu bisa saya sangat bersyukur jika Rayen memiliki teman sekuat dirimu, biasanya teman Rayen akan lari menangis setelah mendengar kata kata ibu Rayen." jawab Rehan dengan tulus.


"terima kasih om" jawab Maureen.


Maureen keluar kamar Rayen untuk menemui seorang pelayan.


"hallo bi, boleh saya minta tolong" kata Maureen kepada seorang pelayan.


"silahkan non ada apa" sahut pelayan itu.


"tolong siapkan makanan untuk Rayen juga air putih" kata Maureen lagi.


"baik non akan saya siapkan" kata pelayan itu sambil berlalu pergi. . .


beberapa saat kemudian pelayan itu kembali membawa nampan berisi makanan. .


"biarkan saya yang bawa bi" kata Maureen sambil meminta nampan itu.

__ADS_1


"baik non silahkan" jawab pelayan itu sambil menyerahkan nampan tersebut.


Maureen kembali kedalam kamar Rayen sambil membawa nampan berisi makanan tersebut. . .


"woow gadis miskin, kamu sangat berbakat menjadi pelayan, bagaimana jika kamu menjadi pelayan dirumah ini" kata kim Nana menghina.


"terima kasih atas kemurahan hati tante, tapi saya tidak bisa karena saya masih harus kuliah" kata Maureen datar.


"sudah lah ma, jangan menghina dia terus" kata Rehan menyadarkan istrinya.


"tapi pa dia memang pantas menjadi pelayan" sahut kim Nana.


"sudah ayo kita lihat apa yang akan terjadi , bukankah kita gagal membujuk Rayen makan dan minum obat" kata Rehan yang dibenarkan oleh kim Nana.


Maureen meletakkan nampan itu dimeja dekat tempat tidur Rayen.


"Ray makan ya" kata Maureen pelan.


"tidak" jawab Rayen singkat.


"makan biar cepat sembuh" kata Maureen.


" aku bilang tidak ya tidak," kata Rayen membentak.


"oh, jika begitu baik," kata Maureen seraya mengambil piring itu, dia mulai menyuapi Rayen.


"buka mulutmu," kata Maureen ketus.


"ga mau" kata Rayen.


"ayolah ray, aku tidak punya banyak waktu, aku harus kerumah sakit" kata Maureen memaksa.


"ngapain kerumah sakit, periksa kandungan?" kata Rayen tertawa.


"iya kali periksa kandungan, kalau ayahnya kamu" kata Maureen ngasal.

__ADS_1


Rayen tertawa keras, dibelakang mereka Rehan tersenyum mendengar gurauan mereka sedangkan ki Nana Nampak Dingin...


__ADS_2