Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Empat Bag 27


__ADS_3

Suasana di kediaman Maureen menjadi sangat ramai. Hadirnya si


kecil yang beru berusaha beberapa hari nampaknya membawa suasana yang sangat


berbeda di rumah itu. Apalagi ditambah dengan keptusan pemerintah untuk


melakukan Pembatasan Sosial Bersklala Besar untuk wilayah Jakarta dan


sekitarnya, yang kemudian memaksa perusahaan untuk melakukan perubahan pola


kerja. Work From Home atau bekerja dari rumah adalah solusi dari masalah


tersebut.


Beberapa ruangan dari rumah megah itu disulap menjadi


ruangan kantor dengan teknologi IT yang mampu menjangkau seluruh akses menuju


anak perusahaan dari KSM Group dan Putra Company. Beberapa anak perusahaan yang


bergerak di bidang konstruksi dengan terpaksa harus menunda pengerjaan


proyeknya sementara waktu. Namun perusahaan perusahaan lain yang menyangkut


hajat hiduporang banyak tetap dibolehkan untuk beroperasi.


Menurut perhitungan kasar, kemungkinan besar omzet dari KSM


Group dan Putra Company akan menurun hingga diatas 30%. Ini akan sangat berpengaruh


pada kondisi karyawan. Dan itulah yang menjadi pemikiran dari Rayen dan Maureen


saat ini. Harus ada solusi yang tepat dan tidak terlalu berimbas pada kehidupan


para karyawan tersebut.


Sementara itu, sekretaris Zhang dan Vivi beserta dengan


ibunya, sudah dua hari ini menempati ruang belakang dari rumah megah itu. Ibu nya


Vivi diminta untuk membantu Bi Minah membersihkan rumah dan memasak untuk semua


anggota keluarga.


Di hari ketujuh dari kelahiran putra pertama mereka, Maureen


dan Rayen berencana akan mengadakan syukuran dengan memberikan sedekah dan


bingkisan kepada anak anak jalanan dan orang yang kurang beruntung di sekitar


panti asuhan dan rumah singgah mereka. Walaupun rumah singgah tempat mereka belajar


belum bisa difungsikan lagi saat ini, tapi mereka tetap bisa saling terhubung


karena setiap beberapa anak dibentuk kelompok berdasarkan tempat tinggal mereka


Sementara itu, untuk anak anak yang tidak mempunyai tempat


tinggal, mereka menumpang di rumah saudaranya atau di pondok rumah singgah. Keluarga


Maureen ingin membagi kebahagiaan mereka dengan orang orang itu. Dan momen yang


dipilih adalah pada tujuh hari kelahiran dari putranya.


Dan saat yang ditunggu pun segera tiba. Ini adalah tujuh


hari sejak kelahiran bayi mungil lucu nan rupawan putra Rayen dan Maureen. Ada sekitar


100 an ojek online yang dimintai tolong untuk mengantar bingkisan dan makanan


langsung ke rumah mereka yang sudah dipilih. Daftar itu Rayen peroleh dari


pengurus yayasan dan anak anak kurang mampu yang sudah terbiasa mendapatkan


santunan dari KSM Group ditambah dengan beberapa dari masyarakat sekitar mereka


yang juga banyak yang tidak bisa bekerja karena efek pandemic ini.


Hampir sehari penuh, mereka mengantar bingkisan ke rumah

__ADS_1


rumah mereka yang membutuhkan. Sore harinya Nampak wajah wajah lelah dari Maureen


dan Rayen karena seharian sibuk mengatur orang orang yang diberi tugas untuk


mengatur acara ini. Pak Rayen, Ibu Kimnana, sekretaris Zhang dan Vivi semua


berkumpul di ruangan besar. Rayen mengundang salah satu pemuka agama untuk


memimpin doa bagi putranya tercinta.


Setelah acara selesai, mereka kemudian kembali ke ruangannya


masing masing. Tidak terkecuali Maureen dan Rayen yang juga sudah berada di


dalam kamar. Nampak kebahagiaan yang sangat besar di wajah Maureen. Betapa tidak,


harapannya untuk menjadi seorang ratu dalam rumah tangga, sebagai istri dari


suaminya dan ibu bagi anaknya selangkah lagi akan terwujud. Memang untuk wanita


karir seperti Maureen hal itu tidaklah gampang, tantangan untuk mendidik


seorang anak adalah tantangan yang sangat berat. Belum lagi nanti akan


dihadapkan pada pekerjaan rutin di kantor yang cukup menyita perhatian.


Maureen membayangkan tentu akan membutuhkan tenaga yang


ekstra untuk memberikan perhatian bagi putranya nanti. Sementara jika harus


menyerahkan urusan perusahaan sepenuhnya kepada Rayen, tentu bukan sesuatu yang


bijaksana menurut Maureen. Bgaimanapun urursan KSM Group sangat banyak. Belum lagi


yang di Star Company. Perusahaan itu juga harus mendapatkan perhatian yang


ekstra, karena dampak pandemic covid 19 juga sangat terasa di negeri Paman Sam


itu. Tentu jika semua diserahkan kepada Rayen akan sangat menyita waktunya,


sehingga Putra Company yang baru saja merangkak menuju kesuksesan akan


Di sisi lain, dia juga sadar bahwa anaknya harus mendapatkan


porsi kasih sayang yang besar. Walaupun nantinya Ibu Kimnana juga akan membantu


Maureen sebelum anak itu bisa berjalan, tapi tentu membebani orang tua dengan


mengasuh anak adalah hal yang kurang bijaksana. Pun sepenuhnya menyerahkan


pengasuhan anak pada seorang babby sister juga sesuatu yang akan mempengaruhi


psikologis dari putranya.


Ah, ternyata masalah Maureen tidak pernah selesai. Selalu ruwet.


Dan itu kenyataannya. Makin tingi strata social dan jabatan serta kekayaan


seseorang akan makin banyak juga persoalan yang akan dihadapi. Benar kata


sahabatnya Chika, Tuhan Maha Adil dalam membagi kebahagiaan. Kebahagiaan tidak


diukur dari kekayaan dan kedudukan seseorang. Apalagi dari kecantikan atau ketampanan.


Kadang sseseorang yang kita anggap hidupnya sengsara, hidupnya susah, kadang


makan kadang tidak, tidurpun kadang di sembarang tempat. Tapi dia bisa tidur


nyenyak manakala malam telah menyelimuti alam. Sementara yang ada di gedung


megah, hotel mewah, rumah bak istana ketika gelap menyelimuti dunia, dia


teronggok di pojok tempat tidur dan belum tentu satu jam bisa terlelap dengan


nikmat.


“Bunda sedang memikirkan apa, kelihatanya sangat serius” Tanya


Rayen yang ternyata sudah masuk dalam kamar sedari tadi. Entah kapan masuknya,

__ADS_1


tapi seingat Maureen, Rayen tadi masih membantu Bi Surti dan Bi Minah beres


beres di ruangan depan saat dia masuk ke dalam kamar.


“Eh Ayah? Ngagetin aja. Tidak apa apa yah? Bunda Cuma merasa


hari ini sangat bahagia. Impian Bunda sudah hamper semua terkabul. Suami yang


setia, anak yang manis rupawan dan orang orang yang selalu menyayangi Maureen”


kata Maureen sambil matanya berkaca kaca.


Memang kebahagiaan Maureen hari itu tidak bisa dilukiskan


dengan kata kata. Bahagia dan sekaligus juga bangga. Dulu dia sempat sangat


sedih. Sepeninggal ayahnya, yang merupakan keluarga satu satunya setelah


kepergian sang ibu, Maureen merasa akan sangat kesepian. Tapi Tuhan berkehendak


lain. Dia dipertemukan dengan Rayen yang kemudian menjadi suaminya yang sangat


bertanggung jawab. Ditambah dengan kehadiran Pak Rehan dan Ibu Kimnana yang


melengkapi sebagai orang tua kedua, pengganti orang tuanya yang telah tiada.


“bener nih, tidak apa apa? Tapi Ayah perhatikan, Bunda dari


tadi melamun terus, apakah ada yang menjadi ganjalan di pikiran Bunda. Ngomong saja


Bun, semua persoalan bisa kita atasi bersama, percayalah itu” desak Rayen yang


merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Maureen sehingga membuat istrinya


kelihatan bersedih.


“Tidak ayah, Bunda hanya sangat bahagia hari ini. Bunda


berharap bisa membimbing putra kita agar kelak bisa mendapatkan kasih sayang


yang cukup dari kedua orang tua. Meskipun mungkin kita harus membagi waktu


dengan sangat sulit. Tapi aku sudah merasakan hal itu yah. Bunda tidak ingin


kejadian di masa kecil Bunda akan terulang lagi di anak kita” kata Maureen.


“Iya Bun. Itu adalah tanggung jawab kita, bagaimanapun juga,


walaupun mungkin akan sangat sulit membagi waktu, tapi nanti kita akan


mengusahakan ada waktu khusus untuk anak kita setiap hari. Sekarang sudah


malam, sebaiknya kita tidur, Bunda belum pulih betul, harus banyak istirahat”


“Iya Ayah……”


Kemudian mereka merebahkan badannya di kasur empuk, Maureen berbaring


di samping suaminya. Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan untuk kebahagiaannya


saat ini.


Diliriknya sang buah hati yang tidur di ranjang bayi


disampingnya. Dia ingin kenbahagiaannya abadi selamanya……..


Mohon maaf untuk readers semua, Dari Cupu Jadi Ratu agak


lama baru bisa up. Dikarenakan banyak kesibukan offline yang menyita waktu.


Jangan lupa untuk menyimak perkembangan terkini berita


seputar trenggalek di youtube Bharata FM Trenggalek, terutama untuk yang masih


di rantau. Tunda mudik dulu ya


Yang dirumah, stayhome, jaga jarak. Jika terpaksa ke luar


rumah bisa menggunakan masker.

__ADS_1


Semoga kita selalu diberi kesehatan. Amin.


__ADS_2