
Mereka masih berbincang-bincang, Maureen tetap duduk disisi Rayen dan mengenggam tangannya. Kemudian Maureen bertanya tentang kecelakaan Rayen kepada Kim Nana Dan Rehan.
" om tante, Maureen minta maaf sebelumnya jika lancang, kenapa Rayen bisa kecelakaan?"
" oh itu nak, mungkin itu musibah!" sahut Rehan.
"bagaimana dengan pelakunya om?"
" polisi tidak mampu menangkap pelakunya (menunduk)" jawab kim Nana.
" oh tante, sepertinya ada yang tidak beres, kelihatannya ada yang benar-benar ingin menjatuhkan perusahaanmu tan,!"
" aku juga merasa seperti itu, tapi siapa dalangnya?!"
" tante tenang saja, aku akan bantu menyelidikinya!"
" terima kasih nak, kamu sangat baik tante malu sama kamu, tante sudah jahat sama kamu!"
" tidak masalah tante,"
tiba-tiba asisten Tina masuk kedalam ruangan bersama Dr. William, asisten Tina mengatakan bahwa Rayen akan segera dipindahkan keruangan VVIP 1, dan operasi akan segera dilakukan, asisten Tina juga mengatakan bahwa ayah Maureen sudah menunggu, Maureen harus segera pulang.
" Asisten Tina, suruh Sekertaris Vino menyelidiki penyebab kecelakaan Rayen, dan katakan laporan harus lengkap tanpa ada cacat sedikitpun!"
" baik nona presdir, nona Tuan besar meminta anda untuk kembali kerumah utama!"
" jam berapa ini!"
" 15.30 nona"
__ADS_1
" katakan padanya sebentar lagi aku pulang, tapi masih ada yang ingin kubicarakan dengan Dr. William.
" Baiklah nona. . . .
tak lama kemudian Dr. William menyapa Maureen, kemudian Maureen mengajak Dr. William keluar ruang rawat Rayen...
" Hallo nona Maureen, bagaimana kabarmu????. . . .
" Saya baik dokter, anda sendiri bagaimana???. . .
" Seperti yang kamu lihat, saya baik-baik saja!!!. . Ngomong-ngomong apa yang ingin kau bicarakan???. . .
" Tolong kamu rawat Rayen full time. . . .
" apakah dia sangat berarti untukmu.???
" sangat sangat berarti untukku..
Maureen telah menyerahkan semua hal tentang Rayen kepada Dr. William, Dr. William adalah dokter umum Rs tersebut dan juga dokter pribadi Keluarga Maureen.
Dr. William adalah sosok yang cuek dan dingin tetapi tidak jika bersama Maureen, Dr. Wiliam menganggap Maureen adalah adiknya.
Setelah selesai berbincang-bincang dengan Dr. William, Maureen kembali kesamping Rayen, dia hendak pamit kepada semua yang ada disana. Tiba tiba saja Maureen terhenti saat Rehan memanggilnya,
"Maureen, tunggu om sebentar, , ,
" Eh iya om ada apa? . . .
" Apakah kamu hendak pulang nak!. . .
__ADS_1
" iya om sebentar lagi, mau pamit dulu sama Chika dan yang lainnya?. .
" Hmm, kalau om boleh tau siapa nama ayahmu?. . .
" Besok aku akan mengajak ayah kemari om, jadi om ga perlu penasaran siapa saya, yang perlu om ketahui hanya saya tulus membantu kalian, , ,
" Terima kasih nak, ,
" sama sama om, Maureen masuk dulu ya mau pamitan. ,
" silahkan, ,
Maureen masuk kedalam ruang rawat Rayen, kini Rayen telah dipindahkan keruang VVIP 1 dimana fasilitasnya sangat lengkap, Maureen pamit kepada Rayen karena mobil jemputannya sudah sampai, Rayen sangat berat berpisah dengan Maureen, ia merengek rengek seperti anak kecil, berharap Maureen lebih lama disampingnya,
" Ray aku harus pulang, toh kamu udah sadar udah lebih baik, kamu harus banyak istirahat supaya lebih cepat operasinya!!
" Tapi aku butuh kamu honey, kamu itu obat bagiku!
" Baru saja sadar udah mulai gombal. . .
" Aku merinduknmu Reen, , ,
" Besok aku akan kemari, jadi tidak perlu khawatir. .
" janji, ,
" iya sayang. .
Maureen tersenyum kemudian berbalik dan berpamitan kepada Kim Nana dan Rehan, sedangkan teman temannya ikut-ikutan pulang karena memang hari sudah sore.
__ADS_1
jam sudah menunjukkan pukul 16.30.