
Hari demi hari berganti, Maureen kerja seperti biasa.
Ia duduk dikursi kebesarannya, tak lama kemudian Chika masuk memberitahukan ada tamu.
" Nona Presdir, ada tamu ingin berjumpa dengan anda?" ucap Chika formal, ya ia bersikap formal saat dikantor, walaupun keakraban mereka tidak dapat ditutupi.
" Siapa?" jawab Maureen sambil memainkan bolpoinnya.
" Johanes Alexo," ucap Chika Mantap.
" ha ha laki-laki itu lebih cepat menemui aku dari dugaan!" ucap Maureen.
" Suruh dia masuk!" lanjut Maureen sambil terus memainkan bolpoinnya.
Chika mengangguk ia berjalan keluar menuju ruang tunggu untuk menemu Johanes Alexo.
"Tuan muda Alexo, Nona Presdir menunggu anda diruangannya," ucap Chika dihadapan Johanes Alexo.
" Ok, antarkan saya keruangannya," ucap Johanes Alexo.
" Baik, ikuti saya tuan muda Alexo!" ucap Chika sambil melangkah mendahului Johanes Alexo, setelah menaiki lift menuju ruang kerja Maureen, sampailah mereka di ruang khusus Presdir.
tok, tok, tok Chika mengetuk pintu, bagaimanapun ia adalah bawahan diperusahaan ini.
"Masuk!" jawab Maureen dari dalam, Maureen melihat Chika masuk bersama seseorang yang tidak asing baginya.
" Nona , beliau ingin menghadap anda! presdir dari Alx Company, tuan Muda Johanes Alexo." ucap Chika formal,
" Tuan Johanes silahkan duduk!" ucap Maureen sambil mempersilahkan Johanes Alexo duduk disofa panjang yang ada diruangannya itu.
" Chika siapkan 2 cangkir kopi!" ucap Maureen kepada Chika.
" Baik presdir!" jawab Chika sambil membungkuk dan melangkah pergi
__ADS_1
" Satu lagi, panggilkan Rakha kemari!" ucap Maureen kepada Chika, Chika mengangguk kemudian pergi melaksanakan tugasnya.
Tak lama kemudian Rakha datang keruangan Maureen, ia sekilas menatap Johanes Alexo tanpa menyapa! dan ia hanya menyapa Presdirnya saja.
" Nona Presdir, ada yang bisa saya bantu?" tanya formal Rakha kepada Maureen.
" Tuan Johanes Alexo apa yang ingin anda bicarakan sehingga anda berkenan datang sendiri ke perusahaan saya?" tanya formal Maureen kepada Johanes Alexo.
" Nona Presdir Maureen, saya pribadi minta maaf atas nama Viona Alexo, dan saya mohon jangan tarik saham, dan investasi anda di peeusahaan kami, jika begini kami bisa bangkrut, " jawab Johanes Alexo.
Tak lama kemudian Chika datang membawa 2 Cangkir kopi,
" minumalah dulu tuan Johanes Alexo," ucap Maureenn sambil menerima cangkir dari Chika dan menaruhnya didepan Johanes Alexo.
" Terima kasih nona!" ucap Johanes Alxo.
" Dan untuk saham saya, saya tidak ingin mengembalikannya tuan, serta Investasi Maaf saya tidak bisa melanjutkan!" ucap Maureen santai.
" Kenapa Nona?" tanya Johanes Alexo.
Raka berdiri ia mengambil laptop dari atas meja dan menancapkan flashdisk rekaman waktu itu, dimana viona Alexo memaki-maki Maureen.
Kemudian Rakha meletakkan laptop itu dan meletakkannya diatas meja, ia terlihat merah padam entah malu atau marah.
" saya kira penarikan saham dan investasi serta membatalkan semua kerja sama kami diperusahaan anda belum sebanding dengan penghinaan adik anda terhadap presdir kami!" ucap Rakha menjelaskan.
" Saya tau! tapi saya tidak ingin jatuh bangkrut nona!" ucap Johanes Alexo.
" Lalu ketika anda brkerja sama dengan Viona dan Tuan bersar Alexo menjatuhkan PT.PUTRA Company, apakah anda pernah berfikir jika Rayen dan keluarganya juga tidak ingin bangkrut!" ucap Maureen sedikit keras.
" Maafkan kami Nona!" ucap Johanes Alexo.
" Saya tidak dendam dengan ands! Tapi karena kelakuan anda sekeluarga saya hampir kehilangan Rayen untuk selamanya!" ucap Maureen.
__ADS_1
" Enyahlah anda dari perusahaan saya! dan rintislah usaha anda dari awal, tapi maaf saya tidak dapat membantu!" lanjut Maureen.
Kata kata Maureen merupakan tamparan keras untuk keluarga Alexo, dimana mereka akan jatuh bangkrut dalam sekejap seperti yang dialami Rayen.
********************
Keesokan harinya Johanes Alexo kembali kekantor ia melihat para Karyawan karyawatinya mengepak barang-barang mereka,
Johanes minta maaf karena belum bisa membayar gaji mereka.
" Maaf saya belum bisa membayar gaji kalian!" ucap Johanes Alexo.
" No Problem tuan, gaji kami telah dibayar oleh KSM Company, mereka sangat baik tuan sayang kerja sama perusahaan ini harus terhenti!" ucap seorang karyawati yang tak lain adalah sekertaris Johanes.
" Baiklah, , " ucap Johanes sambil melangkah gontai menuju ruangannya untuk membereskan barang barangnya.
" Ternyata masih ada orang yang berjiwa besar seperti Maureen, Maureen membayar gaji karyawan yang tentunya jumlahnya tidak sedikit, karena karyawan AlX Company berjumlah ribuan,". batin Johanes Alexo.
Tringg, ,
Ponsel Johanes berbunyi ternyata berisi transferan masuk,
Rp 100.000.000.
dan sebuah pesan singkat
" Tuan maaf tidak bisa membantu banyak, gunakan uang ini untuk merintis usaha, salam Maureen." isi pesan itu membuat Johanes menangis, ia tak menyangka dibalik sifat dingin Maureen terdapat jiwa sosial yang tinggi..
.
.
.
__ADS_1
.
.