Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Kembali Kerumah Rayen.


__ADS_3

Taxi yang ditumpangi Maureen sudah tiba disalah satu toko buah, "tunggu sebentar disini pak, saya mau beli buah" kata Maureen sambil Membuka pintu dan berjalan menuju toko buah, , ,


"Selamat siang kakak, ada yang bisa saya bantu" kata pelayan toko buah itu sopan.


"selamat siang, saya mau beli dua parcel buah" kata Maureen .


"baik saya akan segera siapkan" jawab pelayan toko itu sambil berlalu pergi.


beberapa saat kemudian pelayan itu kembali dengan membawa dua parcel buah.


"berapa,?" tanya Maureen.


"ini menggunakan buah buahan berkwalitas kak, totalnya lima ratus ribu". kata pelayan toko itu.


Maureen membuka dompetnya dan mengeluarkan lima lembar uang seratus ribuan. setelah membayar Maureen pamit dan kembali ke taksi.


Maureen masuk kedalam taxi sopir taxi menyapanya " sudah selesai non belanjanya, apakah mau langsung ke alamat tadi" kata sopir taxi itu.


"sudah pak, langsung ke alamat itu, oh iya pak saya tadi beli Dua parcel buah yang satu untuk teman saya satunya untuk bapak, mohon diterima ya pak," kata Maureen sambil menyerahkan sebuah parcel buah.


"tapi nona, parsel ini terlalu mahal untuk kalangan seperti saya" sopir taxi itu kembali mengeluarkan kata kata.

__ADS_1


"semua manusia itu sama pak, jika bapak tidak mau silahkan buang saja" kata Maureen sambil meletakkan parsel itu di kursi samping kemudi.


"terima kasih nona" kata sopir taxi itu tulus


"sama sama pak, mari kita lanjutkan perjalanannya" kata Maureen.


tanpa berkata kata sopir taxi itu langsung memutar kendaraannya meninggalkan lahan parkir toko buah tersebut dan kembali memasuki jalan raya, untuk mengantarkan Maureen ketempat tujuannya yakni rumah keluarga Rayen.


Maureen telah sampai dirumah Rayen dia memberikan ongkos taksi dan melebihkannya,


karena itu hari minggu dia tidak membawa kartu mahasiswanya kemudian ia menyerahkan ktp nya agar diizinkan masuk kedalam oleh penjaga gerbang keluarga Rayen.


"silahkan masuk," kata penjaga gerbang itu.


"selamat siang tuan dan nyonya, gadis ini kembali kesini untuk menemui tuan muda" kata penjaga gerbang tanpa basa basi....


"siapa pak, Maureen?" sahut kim Nana.


"benar Nyonya" kata penjaga gerbang tersebut.


penjaga gerbang tersebut pamit untuk kembali bekerja.

__ADS_1


kim Nana menghampiri Maureen, Maureen yang tahu itu tersenyum,


"selamat pagi tante, saya datang untuk menjenguk Rayen, boleh saya masuk" kata Maureen sopan.


"kamu gadis miskin, senang banget ya kesini, masuklah, mungkin kamu ingin menikmati rumah besar kami" kata kim Nana dengan nada menghina.


"terima kasih tante" sahut Maureen datar.


"perkenalkan ini suami tante Rehan, ayah dari Rayen" kata kim Nana.


"selamat pagi om," sapa Maureen sambil menjulurkan tangan,


"pagi" dengan senyum Rehan mengulurkan tangannya membalas uluran tangan Maureen, kemudian Maureen mecium tangan Rehan.


"gadis miskin, kamu mau ketemu Rayen dia diatas" kata kim Nana ketus.


"terima kasih tante" kata Maureen.


"sayang kamu tidak boleh memanggil seperti itu kepada teman Rayen, karena tidak semua orang sekaya kita sayang, ada kalanya yang diatas bisa jatuh dan yang dibawah bisa naik," kata Rehan.


Maureen berguman "ayah Rayen lebih bijaksana, anda akan jatuh tuan jika saya meminta ayah untuk menjatukan perusahaan anda karena kata kata istri anda, tapi saya tidak melakukannya karna masih ada anda dan Rayen yang bijaksana"

__ADS_1


"terus saja bela semua teman Rayen, mau miskin atau kaya" kata kim Nana ketus. Dia segera mengekori Maureen kemudian disusul oleh Rehan.


__ADS_2