
Rayen segera bergegas menuju ke ruang persalinan sesaat
setelah dokter dan perawat yang menangani persalinan Maureen memberitahukan
bahwa anaknya sudah lahir. Kemudian Rayen menggendong bayi merah itu dengan
kedua tangannya. Lalu melafadzkan adzan dan iqomah ditelinga kanan dan kiri
bayi itu. Arvanno Putra Kusuma. Nama yang diberikan untuk anaknya yang telah
dilahirkan oleh istrinya tercinta.
Setelah selesai melakukan ritual berdasarkan agama yang
dianut oleh Rayen, bayi mungil itu kemudian diserahkan kembali ke perawat untuk
selanjutnya diberikan dibawa menuju ke ruang khusus bayi.
Sementara Rayen dan Ibu Kimnana bergegas menuju ke tempat
Maureen dirawat. Nampak Maureen sudah kembali pulih kesadarannya. Dia nampak
tersenyum puas karena telah berhasil melewati masa masa dimana dia menjadi
wanita yang sesungguhnya.
Sungguh, ternyata rencana Tuhan itu akan sangat indah, indah
sekali. Hanya kita sebagai manusia saja yang seringkali salah mengartikan atau
kadang terlalutergesa gesa ingin mendapatkan apa yang seharusnya memang belum
pantas didapatkan.
“Dad, Mommy hari ini bahagia sekali. Ternyata kehendak Tuhan
lebih indah dari yang kita duga” kata Maureen sambil meraih tangan Rayen yang
duduk disisi pembaringan tempat tidur Maureen.
“Iya Sayang, Aku juga merasa demikian. Ternyata ada rahasia
Tuhan yang kita tidak tahu. Betapa malunya kita ya Mom, kita terlalu tergesa
gesa meminta yang memang belum saatnya. Apa yang menjadi kita rencanakan
ternyata belum tentu yang terbaik dalam pandangan Tuhan” kata Rayen.
“Betul Nak. Kakek dan nenek juga merasa demikian. Banyak hal
yang dulu kami lakukan semata mata hanya mengharap keuntungan semata. Ternyata apa
yang kita anggap sebagai kebanggaan dan kenikmatan, tidak ada artinya jika
sudah berhadapan dengan kekuasaan Tuhan. Semoga kehadiran Mahendra akan bisa
membawa pencerahan terhadap kita semua ya Nak? “ kata Ibu Kim Nana
“Benar apa kata mama Ray, Maureen. Dulu kami terlalu
memuja harta, kedudukan dan jabatan. Kami menganggap, jika kekayaan dan
kedudukan kami diatas orang lain, maka tidak ada yang bisa mengunguli kami. Sampai
akhirnya kami terjebak dalam permainan bisnis kotor. Bukan memajukan perusahaan
kami yang kami pikirkan, tapi bagaimana menjatuhkan lawan agar tidak bisa
bersaing” imbuh Pak Rayen
Mereka semua nampaknya sangat gembira. Kehadiran seorang
bayi Vanno ternyata mambuat suasana baru dalam kehidupan mereka. Harapan mereka
kelak bisa membimbing Vanno menjadi pribadi tangguh dan berjiwa sosial
tinggi.
.
Hanya dua hari Maureen menjalani perawatan di ruang
__ADS_1
bersalin. Bayinya juga sudah sangat sehat kondisinya. Bayi tampan itu sudah
satu ons lebih berat daripada saat kelahirannya kemarin. Kini Arvanno beratnya
sudah hampir tiga kilogram. Rumah sakit sengaja memulangkan mereka lebih cepat,
karena kondisi pandemic covid 19 yang diumumkan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO.
Pihak rumah sakit tidak ingin mengambil resiko. Dan Rayen juga menyetujui apa
yang menjadi keputusan rumah sakit. Akhirnya hari itu mereka pun diperbolehkan
untuk pulang ke rumah mereka. Surga bagi Rayen, Maureen dan Arvanno Putra
Kusuma.
.
Tanpa sepengetahuan Rayen, ternyata Vivi sudah meninggalkan
rumah sakit sehari sebelum Maureen diperbolehkan pulang. Saat itu Vivi tidak
sempat untuk berpamitan pada Rayen dan Maureen karena prosedur rumah sakit
diperketat dalam hal interaksi dengan pasien yang lain. Lagi pula saat itu
Rayen juga sangat sibuk karena berbarengan dengan proses persalinan dari Maureen.
Kondisi Vivi juga sudah pulih dan sehat. Dan saat ini juga
tengah beristirahat di rumahnya untuk memulihkan kondisi kesehatannya.
.
.
“Selamat datang di istana kita Pangeran kecilku. Istana
untuk kita bersama” kata Rayen sambil menggendong Arvanno memasuki rumahnya
sore itu.
Suasana rumah saat itu mendadak menjadi riuh, semua diliputi
luar biasa bagi mereka. Mereka berharap akan ada yang baru yang lebih indah di
kehidupan mereka.
Menjelang malam, mereka tengah bersantai. Ibu Kim Nana sedang
mengganti popok Arvanno, sedangkan Pak Rehan, Rayen dan Maureen sedang berada
di depan televisi. Perkembangan kasus Covid 19 di Indonesia rupanya menyita
perhatian mereka. Bagaimana tidak, kondisi ini akan sangat mempengaruhi roda
bisnis di bidang konstruksi dan bangunan. Salah satu sektor yang merupakan
tambah laba untuk perusahaan Maureen dan Rayen.
Beberapa saat kemudian, nampak di layar kaca televisi live
report breaking news pernyataan sikap dari gubernur DKI Jakarta, Bapak Anis
Baswedan yang memberikan instruksi bahwa kondisi Jakarta saat ini akan
diberlakukan PSBB. Kondisi yang akan membuat masyarakat Jakarta mengurangi
aktivitas di luar rumah. Bahkan tidak boleh keluar rumah jika tidak dalam
keadaan terpaksa.
Sebenarnya jauh jauh hari, sebelum proses kelahiran Arvanno, Rayen sudah mempersiapkan semua itu. Namun tekhnologi yang digunakan
untuk mengontrol anak perusahaan dan kinerja perusahaan mereka masih terpasang
di rumah Rayen. Sementara jalannya perusahaan Putra Company dan KSM Group tidak
akan lepas dari peran serta dua sekretaris mereka Zhang dan Vivi.
Untuk Zhang, sebenarnya tidak ada masalah, karena dia
__ADS_1
tinggal sendiri di Jakarta. Keluarga Zhang jauh berada di luar kota. Sedangkan Vivi
di Jakarta hanya bersama ibunya. Dalam masa pandemic ini, restoran tempat
bekerja ibunya Vivi juga hanya melayani pesan antar dan menunya pun sementara
dikurangi. Jika Vivi harus bekerja dari rumah Rayen, maka ibunya lebih baik
juga ikut disitu.
Ruangan rumah Maureen juga besar dan luas, kalau untuk
tempat tinggal mereka saja tidak ada yang dikawatirkan. Yang perlu ditanyakan
adalah, apakahmereka semua bersedia? Dan bagaimana caranya agar mereka di rumah
itu tidak canggung atau bingung.
Mereka kemudian berunding untuk memikirkan jalan terbaik.
Dalam kondisi seperti saat ini, memang diperlukan pemikiran
yang jernih, apalagi beberapa sektor dari bisnis di kedua perusahaan tersebut
tetap jalan, karena memang beberapa bisnis masih berada di wilayah yang tidak
terdampak dan pekerjaannya cenderung berada di dalam rumah dan dalam pabrik.
Bahkan beberapa perusahaan seperti perusahaan sabun,
handsanitizer dan kebutuhan rumah sakit tetap buka. Beberapa anak perusahaan
mereka ada yang bergerak di bidang itu.
Ruangan khusus untuk monitoring dan teleconference sudah
Rayen siapkan jauh jauh hari. Tingal mekanisme pelaksanaannya yang perlu
dirundingkan. Program Work From Home, itulah satu satunya cara yang bisa
dilakukan untuk mengontrol perusahaan saat ini.
Setelah Rayen dan Maureen dibantu oleh Pak Rayen dan Ibu
Kimnana saling memberikan pendapatnya masing masing, akhirnya diputuskan,
selama masa pandemic covid 19, mereka akan meminta Zhang, Vivi dan ibunya untuk
tinggal di rumah mereka. Ini untuk menghindari pelanggaran terhadap aturan
larangan bepergian ke luar rumah dan agar roda perusahaan tetap berjalan serta
mengefisiensi waktu dan tenaga.
Tugas sekretaris Zhang dan sekretaris Vivi sudah jelas,
yaitu sesuai dengan tugasnya di perusahaan, hanya bedanya nanti akan berkantor
di rumah mereka. Sedangkan ibunya Vivi, nanti akan diminta untuk membantu Bi
Minah karena jumlah anggota keluarga bertambah banyak. Jadi tidak mungkin tugas
itu bisa dilakukan hanya seorang diri.
.
.
Apakah rencana mereka akan berjalan mulus, tentu saja
readers akan mengetahui jawabannya di kelanjutan kisah ini. Ayo dukung program
pemerintah untuk #dirumahsaja #stayhome #workfromhome. Semoga kita semua selalu
diberi kesehatan dan keselamatan. Mampu menghadapi ujian dan cobaan berat saat
ini.
Mohon like dan vote nya ya readers ku tercinta. Like dan
vote dari sahabat reader akan sangat membantu kami untuk terus berkarya, dan
__ADS_1
memberikan kisah ini untuk selanjutnya. Selamat membaca.