Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Empat Bag 26


__ADS_3

Rayen segera bergegas menuju ke ruang persalinan sesaat


setelah dokter dan perawat yang menangani persalinan Maureen memberitahukan


bahwa anaknya sudah lahir. Kemudian Rayen menggendong bayi merah itu dengan


kedua tangannya. Lalu melafadzkan adzan dan iqomah ditelinga kanan dan kiri


bayi itu. Arvanno Putra Kusuma. Nama yang diberikan untuk anaknya yang telah


dilahirkan oleh istrinya tercinta.


Setelah selesai melakukan ritual berdasarkan agama yang


dianut oleh Rayen, bayi mungil itu kemudian diserahkan kembali ke perawat untuk


selanjutnya diberikan dibawa menuju ke ruang khusus bayi.


Sementara Rayen dan Ibu Kimnana bergegas menuju ke tempat


Maureen dirawat. Nampak Maureen sudah kembali pulih kesadarannya. Dia nampak


tersenyum puas karena telah berhasil melewati masa masa dimana dia menjadi


wanita yang sesungguhnya.


Sungguh, ternyata rencana Tuhan itu akan sangat indah, indah


sekali. Hanya kita sebagai manusia saja yang seringkali salah mengartikan atau


kadang terlalutergesa gesa ingin mendapatkan apa yang seharusnya memang belum


pantas didapatkan.


“Dad, Mommy hari ini bahagia sekali. Ternyata kehendak Tuhan


lebih indah dari yang kita duga” kata Maureen sambil meraih tangan Rayen yang


duduk disisi pembaringan tempat tidur Maureen.


“Iya Sayang, Aku juga merasa demikian. Ternyata ada rahasia


Tuhan yang kita tidak tahu. Betapa malunya kita ya Mom, kita terlalu tergesa


gesa meminta yang memang belum saatnya. Apa yang menjadi kita rencanakan


ternyata belum tentu yang terbaik dalam pandangan Tuhan” kata Rayen.


“Betul Nak. Kakek dan nenek juga merasa demikian. Banyak hal


yang dulu kami lakukan semata mata hanya mengharap keuntungan semata. Ternyata apa


yang kita anggap sebagai kebanggaan dan kenikmatan, tidak ada artinya jika


sudah berhadapan dengan kekuasaan Tuhan. Semoga kehadiran Mahendra akan bisa


membawa pencerahan terhadap kita semua ya Nak? “ kata Ibu Kim Nana


“Benar apa kata mama Ray, Maureen. Dulu kami terlalu


memuja harta, kedudukan dan jabatan. Kami menganggap, jika kekayaan dan


kedudukan kami diatas orang lain, maka tidak ada yang bisa mengunguli kami. Sampai


akhirnya kami terjebak dalam permainan bisnis kotor. Bukan memajukan perusahaan


kami yang kami pikirkan, tapi bagaimana menjatuhkan lawan agar tidak bisa


bersaing” imbuh Pak Rayen


Mereka semua nampaknya sangat gembira. Kehadiran seorang


bayi Vanno ternyata mambuat suasana baru dalam kehidupan mereka. Harapan mereka


kelak bisa membimbing Vanno menjadi pribadi tangguh dan berjiwa sosial


tinggi.


.


Hanya dua hari Maureen menjalani perawatan di ruang

__ADS_1


bersalin. Bayinya juga sudah sangat sehat kondisinya. Bayi tampan itu sudah


satu ons lebih berat daripada saat kelahirannya kemarin. Kini Arvanno beratnya


sudah hampir tiga kilogram. Rumah sakit sengaja memulangkan mereka lebih cepat,


karena kondisi pandemic covid 19 yang diumumkan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO.


Pihak rumah sakit tidak ingin mengambil resiko. Dan Rayen juga menyetujui apa


yang menjadi keputusan rumah sakit. Akhirnya hari itu mereka pun diperbolehkan


untuk pulang ke rumah mereka. Surga bagi Rayen, Maureen dan Arvanno Putra


Kusuma.


.


Tanpa sepengetahuan Rayen, ternyata Vivi sudah meninggalkan


rumah sakit sehari sebelum Maureen diperbolehkan pulang. Saat itu Vivi tidak


sempat untuk berpamitan pada Rayen dan Maureen karena prosedur rumah sakit


diperketat dalam hal interaksi dengan pasien yang lain. Lagi pula saat itu


Rayen juga sangat sibuk karena berbarengan dengan proses persalinan dari Maureen.


Kondisi Vivi juga sudah pulih dan sehat. Dan saat ini juga


tengah beristirahat di rumahnya untuk memulihkan kondisi kesehatannya.


.


.


“Selamat datang di istana kita Pangeran kecilku. Istana


untuk kita bersama” kata Rayen sambil menggendong Arvanno memasuki rumahnya


sore itu.


Suasana rumah saat itu mendadak menjadi riuh, semua diliputi


luar biasa bagi mereka. Mereka berharap akan ada yang baru yang lebih indah di


kehidupan mereka.


Menjelang malam, mereka tengah bersantai. Ibu Kim Nana sedang


mengganti popok Arvanno, sedangkan Pak Rehan, Rayen dan Maureen sedang berada


di depan televisi. Perkembangan kasus Covid 19 di Indonesia rupanya menyita


perhatian mereka. Bagaimana tidak, kondisi ini akan sangat mempengaruhi roda


bisnis di bidang konstruksi dan bangunan. Salah satu sektor yang merupakan


tambah laba untuk perusahaan Maureen dan Rayen.


Beberapa saat kemudian, nampak di layar kaca televisi live


report breaking news pernyataan sikap dari gubernur DKI Jakarta, Bapak Anis


Baswedan yang memberikan instruksi bahwa kondisi Jakarta saat ini akan


diberlakukan PSBB. Kondisi yang akan membuat masyarakat Jakarta mengurangi


aktivitas di luar rumah. Bahkan tidak boleh keluar rumah jika tidak dalam


keadaan terpaksa.


Sebenarnya jauh jauh hari, sebelum proses kelahiran Arvanno, Rayen sudah mempersiapkan semua itu. Namun tekhnologi yang digunakan


untuk mengontrol anak perusahaan dan kinerja perusahaan mereka masih terpasang


di rumah Rayen. Sementara jalannya perusahaan Putra Company dan KSM Group tidak


akan lepas dari peran serta dua sekretaris mereka Zhang dan Vivi.


Untuk Zhang, sebenarnya tidak ada masalah, karena dia

__ADS_1


tinggal sendiri di Jakarta. Keluarga Zhang jauh berada di luar kota. Sedangkan Vivi


di Jakarta hanya bersama ibunya. Dalam masa pandemic ini, restoran tempat


bekerja ibunya Vivi juga hanya melayani pesan antar dan menunya pun sementara


dikurangi. Jika Vivi harus bekerja dari rumah Rayen, maka ibunya lebih baik


juga ikut disitu.


Ruangan rumah Maureen juga besar dan luas, kalau untuk


tempat tinggal mereka saja tidak ada yang dikawatirkan. Yang perlu ditanyakan


adalah, apakahmereka semua bersedia? Dan bagaimana caranya agar mereka di rumah


itu tidak canggung atau bingung.


Mereka kemudian berunding untuk memikirkan jalan terbaik.


Dalam kondisi seperti saat ini, memang diperlukan pemikiran


yang jernih, apalagi beberapa sektor dari bisnis di kedua perusahaan tersebut


tetap jalan, karena memang beberapa bisnis masih berada di wilayah yang tidak


terdampak dan pekerjaannya cenderung berada di dalam rumah dan dalam pabrik.


Bahkan beberapa perusahaan seperti perusahaan sabun,


handsanitizer dan kebutuhan rumah sakit tetap buka. Beberapa anak perusahaan


mereka ada yang bergerak di bidang itu.


Ruangan khusus untuk monitoring dan teleconference sudah


Rayen siapkan jauh jauh hari. Tingal mekanisme pelaksanaannya yang perlu


dirundingkan. Program Work From Home, itulah satu satunya cara yang bisa


dilakukan untuk mengontrol perusahaan saat ini.


Setelah Rayen dan Maureen dibantu oleh Pak Rayen dan Ibu


Kimnana saling memberikan pendapatnya masing masing, akhirnya diputuskan,


selama masa pandemic covid 19, mereka akan meminta Zhang, Vivi dan ibunya untuk


tinggal di rumah mereka. Ini untuk menghindari pelanggaran terhadap aturan


larangan bepergian ke luar rumah dan agar roda perusahaan tetap berjalan serta


mengefisiensi waktu dan tenaga.


Tugas sekretaris Zhang dan sekretaris Vivi sudah jelas,


yaitu sesuai dengan tugasnya di perusahaan, hanya bedanya nanti akan berkantor


di rumah mereka. Sedangkan ibunya Vivi, nanti akan diminta untuk membantu Bi


Minah karena jumlah anggota keluarga bertambah banyak. Jadi tidak mungkin tugas


itu bisa dilakukan hanya seorang diri.


.


.


Apakah rencana mereka akan berjalan mulus, tentu saja


readers akan mengetahui jawabannya di kelanjutan kisah ini. Ayo dukung program


pemerintah untuk #dirumahsaja #stayhome #workfromhome. Semoga kita semua selalu


diberi kesehatan dan keselamatan. Mampu menghadapi ujian dan cobaan berat saat


ini.


Mohon like dan vote nya ya readers ku tercinta. Like dan


vote dari sahabat reader akan sangat membantu kami untuk terus berkarya, dan

__ADS_1


memberikan kisah ini untuk selanjutnya. Selamat membaca.


__ADS_2