
Dokter keluar dari ICU, dia memanggil nama wali Rayen.
" Wali Pasien Rayen Briliyan Putra?"
" Saya papanya dok, gimana keadaan anak saya dok?"
" anak anda kritis tuan, bahkan pendarahan dikepalanya menimbulkan gumpalan darah, walau sekarang pendarahan sudah terhenti tetapi dia harus segera dioperasi tuan, jika tidak nyawanya akan terancam!" jelas Dokter.
" Dok kira-kira berapa biyayanya?"
"untuk itu silahkan ditanyakan kepada bagian administrasi tuan, kira kira 200 juta"
" Dua Ratus Juta Dok" (tubuh kim Nana melemas seketika).
" terima kasih dok, saya akan segera mengambil keputusan.
Dokter berjalan pergi, Kim Nana mulai menangis dalam dekapan suaminya.
" Pa, kemana kita akan mencari uang sebanyak itu hiks,hiks,hiks"
" papa kurang tau ma, mama tenang papa akan mencari jalan keluarnya
" mama takut Rayen kenapa napa pa!"
" mama kita berdoa saja pada tuhan ma!
kim Nana menangis dalam dekapan Suaminya. Rehan mengajak istrinya untuk menjenguk Rayen,mereka menggunakan baju steril dan melihat Rayen, Rayen menutup mata bermacam macam alat penunjang kehidupan terpasang ditubuhnya.
__ADS_1
" Rayen kamu harus kuat nak, mama yakin kita bisa melalui semua ini (kata Kim Nana sambil mengelus rambut Rayen)"
Rehan hanya melihat Rayen, dia tidak berkata apa apa, dadanya sesak melihat tubuh Rayen terbaring tak Berdaya.
New York.
Tok, tok, tok pintu ruang kerja Maureen diketuk,
" masuk," sahut Maureen.
Asisten Tina masuk keruang kerja Maureen.
" Ada apa asisten Tina?"
" Ada kabar dari Indo Nona Presdir, tadi Nona Chika menelfon anda dan tidak aktif, dia menelfon saya untuk memeberitahu insiden hari ini kepada anda!"
" tuan muda Putra kecelakaan nona, tadi nona chika mengatakan itu!"
" apa, diamana, dan bagaimana keadaannya?"
" Saya kurang tau nona, tadi waktu telefon nona Chika masih dalam perjalanan bersama tuan Rakha menuju rumah sakit!"
" dimana dan bagaimana kejadiannya?"
" dijalan XX, kejadiannya mobil Tuan Muda Putra menerobos lampu merah, kemudian dihantam truk dari arah samping!"
" bagaimana dengan pelakunya,"
__ADS_1
" melarikan diri Nona."
" kurang ajar, Asisten Tina, segera siapkan helikopter pribadi kita akan ke Indo, jika perlu malam ini juga, kita harus segera pulang!"
" baik Nona!"
Asisten Tina POV.
Nona Presdir masih sangat peduli dengan Tuan muda Putra, apa yang aku pikirkan aku harus segera menyiapkan hellikopter pribadi,"
Asisten Tina segera keluar dari ruang kerja Maureen, meninggalkan Maureen yang terlihat sangat Khawatir, dia menyiapkan Hellikopter pribadi, dengan harapan besok sore sudah sampai di Indonesia.
" Nona presdir, helikopter sudah siap diatas gedung ini".
" baik, ayo kita berangkat"
" sebaiknya anda pakai jaket nona, karena jarak New York-Jakarta sangatlah jauh".
" baiklah ambilkan"
Asisten Tina mengambil jaket Maureen, sedanya saja yang ada diperusahaan itu, setelah menyerahkan jaket kepada Maureen, Asisten Tina mengikuti langkah Maureen menuju atap gedung.
Malam itu juga Maureen meninggalkan New York untuk kembali ke indonesia.
didalam helikopter itu Maureen terlihat sangat panik, jarak tempuh New york- Jakarta kurang lebih 21 jam jika menggunakan pesawat dengan 2 kali transit. Sedangkan Maureen kini menggunakan Helikopter pribadi miliknya. Asisten Tina tidak berani bertany kepada Maureen, sesekali ia menyuruh Maureen makan & minum dengan bekal yang telah ia persiapkan.
*****
__ADS_1
Hallo Readers. Silahkan tinggalkan jejak, like, komen dan tambahkan Favorite.