
Maureen dan teman temannya asik Menikmati semuanya. Mereka terus bersulang dan bersulang, dentuman musik sangat keras, lampu terus berkedap kedip, Maureen sudah merasakan dunianya berputar putar. Sejenak hilang semua beban yang ia rasakan. Maureen masih terus minum dan minum, sampai dia benar benar mabuk.
"Apa kita gila, kita membiarkan para wanita mabuk" kata Azar mengacak rambutnya.
"kamu benar, kita tidak mungkin merawat mereka bertiga bersama sama" kata Rakha membalas.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Azar bingung.
"satu satunya cara adalah, kita minta tolong rayen..!!" kata Rakha.
"apa itu sudah benar? jangan jangan kita justru melakuka hal bodoh yang membuat mereka menjauh" jawab Azar.
" Apa Rayen tidak pernah bercerita kepadamu bahwa dia sangat mencintai Maureen?" tanya Rakha.
" Ya selalu, bahkan setiap hari aku mendengarnya, kekuatan cinta mereka sangat besar" kata Azar.
__ADS_1
" Baiklah kamu setuju dengan ideku?" kata Rakha lagi.
" setuju atau tidak setuju sama saja" jawab Azar.
"Baiklah kita bagi tugas, kamu jaga mereka bertiga. aku akan memanggil Rayen" kata Rakha.
"oke, baiklah!" jawab Azar.
Rakha berdiri, dia memegangi kepalanya yang sedikit pusing efek dari vodka yang barusan dia minum, tetapi dia berusaha untuk tetap sadar karena ketiga wanita itu butuh dia dan Azar. Rakha melangkahkan kakinya menuju kamar Rayen. Didepan pintu dia berdiri sebentar kemudian mengetok pintu "tok,, tok,, tok,, Ray, buka pintunya, , tok tok Ray, cepat... tok tok Hei Ray , ini aku Rakha" setelah berkali kali mengetok pintu tetapi tidak ada sautan, dia mengedor ngedor pintu dengan keras "Woy,,, bangun cepat brengsekk" teriak lantang Rakha. dan tiba tiba 'krekkk, pintu terbuka "Hai Rak, ngapain kamu gedor gedor kamar aku?" kata Rayen sambil berdiri di Pintu. Rambut acak acakan pakaian khusut bagaikan gelandangan. "Hei kucel amat, habis bercinta kamu" kata Rakha membuat kuping Rayen panas.
"Jangan bodoh, aku tidak akan melakukan itu jika bukan Maureen istriku" jawab Rayen asal asalan.
"Hei, Rak apa maksud kamu, Maureen bukan tipe wanita pemabuk, kamu pasti bercanda kan?" tanya Rayen berusaha mencari kebohongan Rakha.
"tidak, untuk apa aku bercanda. Ya mungkin tidak pernah minum itu dulu, dulu sebelum kamu memporak porandakan hatinya" kata Rakha jelas.
__ADS_1
"Jadi maksudmu, dia seperti ini karena aku?" kata Rayen tidak yakin.
"tepat sekali, dia frustasi waktu kamu tunangan dengan Viona, Apa kamu tau setelah pergi dari tempat pestamu tadi dia menangis histeris di sebuah ruangan, dan Aku, Chika, Abellia dan Azar tidak mampu menenangkannya, dan inisiatif dia dia memesan banyak sekali minuman Alkohol, dan minum tanpa rasa takut" Jelas Rakha lagi.
"Kenapa ini terjadi!" sesal Rayen didepan Rakha.
"ini bukan waktunya menyesal Ray, sekarng waktunya kamu rawat dia. Aku juga harus menjaga Chika" kata Rakha membalas.
"oh Tuhan, baiklah antarkan aku kesana sekarang" kata Rayen.
"oke, ayo kita kesana" balas Rakha.
Rakha berjalan didepan, disusul oleh Rayen yang terlihat panik dan Khawatir. Mengikuti Rakha menuju mini bar dimana Maureen dan teman temannya mabuk...
******
__ADS_1
Hallo Readers, Mohon maaf jika tulisannya acak acakan. .
Jangan lupa tinggalkan Like, komen dan tambahkan Favorite.