Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Masa masa sulit bag 2


__ADS_3

 


 


 


 


Sekretaris Zhang dan sekretaris Vivi sudah ada di ruangan Rayen. Mereka sedang menanti keputusan apa yang akan diberikan oleh Rayen sebagai Presdir Putra Company dan Maureen sebagai Presdir dari KSM Group.


Mereka yakin akan ada keputusan yang bijak dari kedua pemimpin perusahaan tersebut.


“Saya ingin mendengar laporan dari Vivi tentang pendapatan kita selama dalam masa pandemic ini, berapa prosentase penurunan dari laba perusahaan per hari ini” Tanya Rayen.


Meskipun Vivi sudah menduga jika Presdir Putra Company itu akan menanyakan hal ini, tapi tetap saja gadis cantik itu terkejut. Dia segera membuka catatan neraca keuangan perusahaan yang dia bawa dari ruangan tadi. Dia sudah menyiapkan laporan itu jauh jauh hari, karena seperti yang telah mereka perbincangkan dengan sekretaris Zhang beberapa hari yang lalu, pasti aka nada beberapa keputusan mendesak dari perusahaan yang harus diambil untuk mengatasi berbagai persoalan yang sedang melanda perusahaan saat ini.


“Maaf Pak Presdir, pendapatan bruto Putra Company hari ini sekitar 60 % dari pendapatan pada hari biasa. Artinya ada penurunan sekitar 40 % yang terjadi pada masa masa saat ini” kata Vivi.


“Apakah gaji para karyawan masih bisa tercover dengan pendapatan sebanyak itu? Coba dihitung Vi?” Tanya Rayen.


Sekretaris Zhang dan sekretaris Vivi sangat terkejut dengan pertanyaan itu. Dia menyangka, dia akan menanyakan tentang mengamankan keuntungan dari perusahaan, tapi mereka justru mengedepankan para karyawannya.


“Maaf pak, jika laba ini digunakan untuk membayar karyawan, maka beberapa pos pengeluaran untuk kegiatan produksi tidak terpenuhi. Jadi kita harus melakukan penghematan dari sisi karyawan agar perusahaan tetap bisa berjalan Pak?” kata Vivi.


Rayen dan Maureen Nampak mengernyitkan kening. Mereka Nampak berfikir keras. Apapun yang terjadi mereka berdua sudah sepakat untuk memberikan apa yang menjadi hak karyawan. Karena mereka besar adalah karena para karyawan itu.

__ADS_1


“Boleh aku ikut berbicara Yah?” kata Maureen. Memang sejak mereka berkantor di rumah, Maureen dan Rayen tidak terlalu formal dalam hal urusan kantor, apalagi yang ada disana hanya mereka dan sekretaris mereka saja.


“Silahkan Bunda……” kata Rayen


“Menurut hemat saya, lebih baik kita dahulukan hak para karyawan itu, masalah untuk operasional lain, nanti kita pikirkan dengan mengambil laba kita yang sudah terkumpul sebelum ini” kata Maureen.


“Baiklah, aku sebenarnya juga berfikiran sama dengan Bunda Maureen. Jadi nanti tolong diperhatikan, berapa deficit kita dalam bulan berjalan, kita berharap bisa mensuplai dari keuntungan kita yang terdahulu. Mudah mudahan pandemic ini bisa segera teratasi.” Kata Rayen.


“Bagaimana dengan opsi merumahkan karyawan seperti yang dilakukan oleh banyak perusahaan lain Pak?” Tanya sekretaris Zhang.


“Sampai saat ini saya dan Pak Rayen belum berfikir ke arah situ. Karena bagaimanapun juga, mereka sudah membantu perusahaan kami untuk maju dan berkembang. Sedangkan sekarang situasi saat ini sangat sulit bagi mereka. Semua serba susah, kebutuhan pokok susah didapat dan harganya juga mengalami kenaikan. Haruskah kita menambah penderitaan mereka dengan kehilangan pekerjaan? “ kata Maureen member penjelasan kepada sekretarisnya.


“Benar ibu Presdir, saya sependapat dengan Ibu” kata Vivi.


“Berapa deficit dari pengeluaran kita untuk bulan ini Vi?” Tanya Rayen.


“Baiklah, kembalikan pos seperti semula, nanti untuk kekurangannya kita ambilkan dari laba perusahaan bulan lalu” kata Rayen.


Satu masalah telah selesai. Deficit di neraca keuangan Putra Company bisa diatasi tanpa harus mengurangi dan merumahkan karyawan.


“Lalu bagaimana dengan neraca keuangan KSM Group hari ini Zhang?” Tanya Maureen.


“Sampai sejauh ini, neraca keuangan dari KSM Group belum deficit Bu. Ini karena Pak Rayen kemarin membeli pabrik hand sanitizer dan pabrik masker yang penjualannya di masa ini sangat laku. Dan itu bisa menolong deficit di pos perusahaan lain” kata sekretaris Zhang.


Memang benar, beberapa bulan yang lalu, Rayen sempat menolong 3 perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan. Yaitu pabrik handsanitizer dan masker yang saat itu keadaannya sedang collaps. Tidak disangka, ternyata perusahaan itu justru sekarang yang bisa mendongkrak pengeluaran dari KSM Group. Perusahaan itulah kini dimasa pandemic yang bisa beroperasi bahkan dengan jumlah produksi yang meningkat.

__ADS_1


“Baiklah, jika demikian, dalam KSM Group tidak ada masalah bukan?” Tanya Maureen.


“Tidak ada Bu.”kata sekretaris Zhang.


Selain itu, mereka juga mengkalkulasi beberapa penghematan dari perusahaan yang mungkin bisa dilakukan. Diantaranya adalah biaya untuk koordinasi dan rapat pimpinan yang selama ini rutin dilakukan, dan sekarang ditiadakan, diganti dengan teleconference secara virtual, bisa menekan angka pengeluaran.


Setidaknya, roda perusahaan akan tetap terus berjalan dan seluruh karyawan bisa bernafas lega.


Setelah selesai, mereka kembali ke ruangannya masing masing. Tinggalah Rayen dan Maureen yang sekarang berada di ruangan itu. Mereka tersenyum puas. Hari ini mereka berhasil mengatasi masalah tanpa harus menambah beban dari para karyawan di masa sulit seperti saat ini.


Rayen kemudian melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Maureen bergegas menuju ke kamarnya. Dia telah rindu membuai buah hatinya yang sekarang sudah mulai belajar untuk tengkurap. Sementara pekerjaan kantor saat ini sudah banyak yang diambil alih oleh Rayen, kecuali pada hal hal yang krusial dan memerlukan pemikiran bersama………


Stayhome….


Selalu jaga jarak…..


rajin cuci tangan…..


pastikan semua keluarga selalu terjaga kesehatannya.


Tunda mudik.


Dan mari berdoa semoga wabah covid 19


 

__ADS_1


 


__ADS_2