Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 16


__ADS_3

 


 


Pagi ini cuaca Jakarta cukup cerah. Maureen sudah selesai


membersihkan badannya, tubuh cantiknya sudah kembali berseri. Tidak seperti


biasanya, pagi itu mendadak perutnya terasa mual mual…..


Maureen mengurungkan niatnya untuk keluar kamar. Dia duduk


di meja yang biasanya digunakan untuk bekerja saat dia berada di hotel ini. Sambil


menghadap  kaca besar diatas meja. Dia memandangi


wajahnya. Lalu mengelus perutnya. Apakah tanda tanda kemarin jadi


kenyataan?  Ya, harusnya dia sudah haid


seminggu yang lalu. Tapi sampai hari ini dia belum dapat. Jika memang apa yang


diharapkan Maureen jadi kenyataan, alangkah bahagianya Rayen bila mendengar


berita ini. Maureen ingin secepatnya memberitahukan pada Rayen. Namun ia ingin


memastikan dulu, positif tidaknya perkiraan dia ini.


Dia sudah meraih ponsel yang ada didekatnya, namun niatnya


untuk memberitahukan hal ini diurungkan. Dia ingin tes kehamilan dulu, dan


memberikan kejutan bahagia untuk Rayen jika seandainya dia benar benar hamil.


Lebih dari itu, dia juga masih ingin memastikan anak


perusahaan KSM Group yang dikelola suaminya berjalan dengan baik. Maka diputuskan


hari ini dia tetap melanjutkan kunjungannya ke Putra Company tanpa menghubungi


Rayen terlebih dahulu.


.


.


Sementara itu, di rumah Maureen, Rayen masih duduk


termenung. Pagi ini dia sudah mempersiapkan keperluannya. Semalam dia sudah


berfikir masak masak, pagi ini dia mau berangkat menyusul Maureen ke New York. Tiket


pesawat sudah di pesan tadi malam oleh staf perusahaan. Sengaja ia menggunakan


penerbangan komersil karena Maureen sudah menggunakan pesawat pribadi. Dia ingin


pulang bersama Maureen. Sampai detik ini pun Rayen belum tahu jika saat ini Maureen


sudah di Jakarta dan bersiap meninjau perusahaannya.


Pukul 07.00 Rayen berangkat menuju bandara, tidak lupa dia


pesan Bi Minah dan pembantu yang lain untuk mengurus rumah. Sementara untuk


urusan kantor diserahkan ke Vivi dan Silvi. Rayen tidak tahu, berapa hari dia


akan pergi.


Sampai di bandara, dia langsung menuju ruang VVIP dan menuju


ke pesawat yang sudah dipesannya. Tidak lama kemudian, pesawat yang ditumpangi


Rayen sudah take off. Meninggalkan Jakarta menuju New York. Mencari keberadaan Maureen


yang tanpa diketahuinya sudah berada di Jakarta.


.


.

__ADS_1


Kita tinggalkan perjalanan Rayen ke New York mencari Maureen


yang sudah ada di Jakarta. Pagi ini di kantor Putra Company, Nampak Vivi sedang


berkoordinasi dengan Silvi terkait masalah perusahaan. Banyak schedule dari


Presdir Putra Company yang harus di re schedule karena kepergian Rayen ke New


York hari ini. Pertemuaan dengan kolega bisnis/relasi termasuk juga rapat rutin


dari perusahaan. Setelah dirasa cukup. Seperti biasa, cewek jika ketemu cewek,


pasti ada saja yang dibicarakan. Mereka masih menerka dan menduga, kemana Maureen


selama ini.


“Silvi, kira kira kemana ya Bu Maureen, sampai hari ini kok


belum menghubungi Pak Rayen?” Tanya Vivi.


“Wah, maaf Bu Vivi. Saya tidak berani menduga. Kalau setahu


saya sih, Bu Maureen itu kalo meninjau perusahaannya di New York tidak pernah


lebih dari sepekan”, kata Silvi.


“Ya, itulah kenapa saya minta pendapat kamu. Apa staf


perusahaan di New York tidak ada pemberitahuan Sil? Telegram mungkin atau via


telepon?” Tanya Vivi.


“Tidak ada Bu.”


Baru saja mereka membicarakan masalah Maureen. Tiba tiba


satpam kantor tergopoh gopoh masuk sambil mengantarkan tamu. Dan betapa


kagetnya Silvi dan Vivi. Ternyata yang datang berkunjung adalah orang yang


selama ini dicari. Ya, Ibu Maureen Tirta Kusuma, Presdir KSM Group.


mereka bias menguasai keadaan. “Maaf bu, Silahkan duduk. Mohon maaf tidak bias menyambut


Ibu. Kami tidak mengetahui jika Ibu akan berkunjung pada pagi ini. Sekali lagi


mohon maaf Bu?” kata Vivi.


“Tidak apa apa Vi, memang saya yang salah. Saya memberitahukan


bahwa hari Senin kemarin akan meninjau perusahaan ini. Tapi kemarin ada sesuatu


yang tidak direncanakan terjadi, sehingga terpaksa baru hari ini saya bisa


kesini. O, iya Vi. Sekalian Ibu minta maaf soal kejadian kemarin, Ibu salah


sangka terhadap kamu. Menyangka kamu yang macam macam dengan Rayen. Tolong maafkan


ibu ya?” kata Maureen kepada Vivi.


“Tidak apa apa bu. Justru saya yang harus berterima kasih


kepada Ibu Presdir. Tanpa Ibu, sya tidak akan jadi apa apa. Bahkan mungkin


tidak akan bisa masuk ke perusahaan sebesar ini dan menjadi bagian dari


perusahaan ini. Maaf Bu, saya belum bisa memberikan yang terbaik untuk Ibu, Pak


Rayen dan Ibu Presdir”, jelas Vivi.


“Tidak apa Vi. Perjuanganmu sudah lebih dari cukup. Ibu bangga,


kamu tidak mengecewakan ibu. Terbukti Putra Company hari ini kemajuannya cukup


pesat. Makanya hari ini saya sengaja datang untuk mengontrol sejauh mana


kemajuan perusahaan ini”, kata Maureen.


“Iya Bu, semua sudah kami siapkan dari kemarin”, kata Vivi.

__ADS_1


“O, baiklah kalau begitu. O, iya. Sudah jam segini kok saya


belum melihat Pak Rayen, apa beliau belum datang ke kantor Vi?” Tanya Maureen.


“Ehm, anu Bu. Maaf, Pak Rayen tidak berada di kantor”, kata


Vivi.


“Lo, kemana?” Tanya Maureen.


“Maaf bu, sejak kepergian Ibu Presdir, Pak Rayen sangat


kawatir, apalagi ketika Ibu Presdir batal kesini kemarin. Pak Rayen sangat


mengkhawatirkan keberadaan dan keselamatan Ibu. Sehingga tadi malam beliau


menugaskan saya dan Silvi untuk mengurus keberangkatan beliau ke New York,


menyusul Ibu Presdir”, jelas Vivi.


“Apa? Ke New York? Apakah Bapak sudah berangkat Vi?”


“Sudah bu. Pesawatnya take off sekitar jam 7 pagi tadi bu”,


jawab Vivi.


“Astaga, semua memang salahku. Kenapa aku tidak menghubungi


Rayen dari kemarin” batin Maureen.


Kemudian dia memanggil sekretaris Zhang untuk menghubungi


staf perusahaan New York, agar sewaktu waktu Rayen sampai ke New York bisa


langsung menhubungi Maureen atau staf perusahaan disini.


“Baik Ibu Presdir. Akan saya laksanakan”, kata sekretaris


Zhang.


“Segera ya sekretaris Zhang? Setelah itu kita lanjutkan


untuk kerja kita hari ini. Masih banyak pekerjan lain yang sudah menunggu. Belum


lagi kondisi ayah yang agak kurang fit, setelah pekerjaan selesai saya ingin


bertemu ayah bebrapa hari. Nanti sementara kendali perusahaan kamu yang handel”,


kata Maureen.


“Iya Bu.”


Sekretaris Zhang segera mengfhubungi staf perusahaan Maureen


yang berada di New York. Kemudian pesan Maureen disampaikan kepada staf yang


ada disana.


Setelah semua dirasa cukup, sekretaris Zhang segera menemui


Maureen yang tengah sibuk meneliti laporan keuangan perusahaaan Putra Company. Menjelang


tengah hari, semua sudah hamper selesai. Ketika tiba tiba seorang staf


perusahaan KSM Group menghubungi sekretaris Zhang, minta disambungkan langsung


ke Maureen.


Ada apa gerangan, kenapa harus disambungkan langsung ke Maureen.


Seberapa pentingkah info ini? Apakah menyangkut perusahaan Maureen?


.


Jawabannya ada di episode selanjutnya.


Selamat siang, selamat beraktivitas. Salam damai dan bahagia


selalu menyertai sahabar ray dan reen.

__ADS_1


.


__ADS_2