
Maureen hari ini menyempatkan diri untuk pulang. Suasana rumah
Maureen yang megah sangat sepi. Yang terlihat hanya beberapa karyawan Maureen dan
Bi Minah yang mulai sibuk didapur untuk menyiapkan makan siang.
Maureen melangkahkan kakinya memasuki rumah. Dia ingat, hari
ini adalah tanggal 02 bulan 02 tahun 2020. Ya 02-02-2020. Tanggal cantik yang
sudah dipersiapkan Maureen untuk memberikan kejutan bagi suaminya tercinta. Maureen
sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Maureen berharap, Rayen akan tiba di
rumah sebelum sore hari.
“Mudah mudahan penerbangan dari New York ke Jakarta hari ini
tidak mengalami keterlambatan. Sehingga Rayen bisa pulang sampai di rumah
sebelum malam. Aku sudah tidak sabar ingin member tahukan bertita gembira ini
pada Rayen, Rayen pasti akan bangga dan bahagia mendengarnya,” batin Maureen.
Pagi tadi Maureen sebelum pulang dari rumah sakit, sudah
menelpon sekretaris Zhang, untuk mempersiapkan mobil menjemput Rayen ke bandara
Soekarno-Hatta begitu Rayen sampai. Dan mobil itu sekarang sudah siap.
Maureen sengaja menyuruh stafnya untuk menjemput Rayen,
bukan dia sendiri yang ke bandara. Karena Maureen ingin memberikan kejutan bagi
Rayen. Ya, kejutan yang cukup istimewa, di hari ulang tahun Maureen yang ke 24,
sekaligus di tahun pernikahannya yang ke 2. Di pilihnya tanggal cantik yang
hanya aka nada satu kali dalam sejarah manusia karena waktu tidak akan pernah
berulang.
Hari ini Maureen sengaja melepaskan semua pekerjaan
kantornya, dan meyerahkan kepada sekretarisnya. Dia juga sudah memastikan bahwa
kondisi ayahnya, Pak Tito juga sudah mulai membaik dan menyerahkan sepenuhnya
perawatan Pak Tito ke dokter spesialis terbaik yang sudah ditugaskan di runah
sakit tempat Pak Tito dirawat.
Siang itu, Maureen ingin berdandan secantik mungkin untuk
menyambut Rayen. Maureen ingin melewatkan hari ini dengan special, melewatkan
malam nanti dengan suasana bulan madu kedua, sekaligus memberikan kado terindah
seorang istri bagi suaminya.
Maureen sadar bahwa selama ini dia terlalu sibuk dengan
__ADS_1
urusan pekerjaan. Sampai sampai hampir saja melupakan kewajibannya sebagai
seorang istri. Maureen ingin membenahi sikap dan perilakunya selama ini. Dia memang
Presdir KSM Group, tapi dia juga seorang istri dari Rayen. Benar memang apa
kata ayahnya kemarin.
Siang itu dia juga sengaja menyuruh beberapa karyawan untuk
membantu membersihkan rumah dan mendekorasi seindah mungkin, untuk menyambut
kedatangan Rayen.
Menjelang sore, semua persiapan sudah usai, semua sudah
tertata dengan baik, Maureen sudah menyiapkan dirinya secantik mungkin untuk
menyambut hari special 02-02-2020.
.
.
.
Sementara itu pesawat yang ditumpangi Rayen sudah memasuki
atas kota Jakarta. Saat itu sudah menjelang senja, ketika pesawat sudah
memasuki landasan bandara terbesar di Jakarta. Rayen bernafas lega. Perjalannanya
dari New York ke Jakarta akhirnya berjalan lancar.
Setelah pesawat mendarat sempurna, Rayen segera bergegas
kedatangan Rayen saat itu.
Pak Roy, dia adalah salah satu karyawan terbaik Maureen. Jika
Maureen ingin bepergian sendiri atau membutuhkan sopir, Pak Roy inilah yang
biasanya dipercaya oleh Maureen untuk mengantarnya.
“Selamat malam Pak Rayen” sapa Pak Roy.
“Selamat malam. Kalau tidak salah ingat Pak Roy ya?”
“Betul Pak Rayen, mohon maaf Ibu Maureen tidak bisa ikut
menjemput Pak Rayen. Karena Pak Tito sedang dirawat di rumah sakit.”
“O, terus Ibu sekarang dimana Pak Roy?”
“Ibu ada di rumah Pak Rayen. Tadi siang Ibu baru pulang dari
rumah sakit, lalu beliau menyuruh saya untuk menjemput Bapak di bandara,
sementara Ibu menunggu di rumah”.
“O, baiklah kalau begitu, ayo Pak Roy kita berangkat”, ajak
Rayen.
“Baik Pak. Sebenarnya Ibu tadi berpesan agar sebelum malam,
__ADS_1
saya sudah tiba dirumah. Tapi pesawat dari New York tadi tiba disini sudah
hampir senja Pak”
“O, ya sudah. Kita percepat saja pulang. Pak Roy bisa setir
agak cepat kan?”
“Bi.. bisa Pak. Ta.. tapi apa tidak berbahaya?”
“Demi Maureen istriku, saya kira tidak apa apa Pak Roy. Mari
kita berangkat”
Pak Roy dan Rayen segera masuk ke dalam mobil sport milik Maureen.
Ya, mobil ini memang dirancang khusus berkecepatan tinggi. Mobil meluncur pelan
meninggalkan bandara terbesar di Indonesia. Perlahan laju mobil makin cepat,
makin cepat dan makin cepat. Angka speedometer sudah menunjukkan 150km/jam. Tapi
kelihatannya Rayen masih kurang puas.
“Bisa lebih cepat lagi Pak Roy, saya ingin segera sampai di
rumah” kata Rayen.
“Maaf Pak, ini sudah diatas kecepatan maksimal di jalan.
Jika ditambah lagi akan berbahaya”.
“Tidak apa apa Pak Roy”
“Tidak pak, saya tidak berani….”
Saat Pak Roy dan Rayen sedang berbicara tadi, perhatian Pak
Roy agak terpecah. Dia tidak menyadari bahwa di depan Pak Roy ada sebuah truk
yang sedang memuat alat berat yang mengalami sedikit gangguan.
Dan Pak Roy sadar itu, namun sudah terlambat.
“Awas Pak Roy, ada truk didepan…..”
Namun peringatan Rayen sudah terlambat. Kecepatan mobil Rayen
yang masih cukup tinggi tidak mampu dikendalikan oleh Pak Roy.
Dan……
Braaakkkkk……
Kecelakaan tidak bisa dihindari. Sisi kanan mobil mewah itu
menghantam sisi kiri dumptruk. Mobil Rayen terguling kekiri. Rayen sempat
melihat Pak Roy terpental dari kursi kemudi, namun setelah itu… gelapp….. Rayen
tak sadarkan diri.
.
.
__ADS_1
.