Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Persiapan.


__ADS_3

Hari yang cerah tetapi terasa gelap untuk dua sosok manusia, siapa lagi kalau bukan Rayen dan Maureen.


Rayen termenung dikamarnya, hatinya berat untuk menerima kenyataan ini. Bagaimana tidak dia harus bertunangan dengan orang yang tidak pernah dia cintai. Rayen sudah menggunakan seribu cara untuk menolak, tetapi selalu gagal, ya itu karena dia tidak mau dianggap anak durhaka. Disisinya cuma ada Azar yang mencoba menenangkan Rayen.


Azar : " Ray, sudahlah terima saja takdirmu, mungkin Viona memang jodohmu,".


Rayen : "Tidak semudah itu, aku tidak menyangka bahwa Viona akan menjadi tunanganku, bukankah kamu juga tau dulu Viona menjadi penyelamat ketika aku mau dijodohkan dengan Abellia Grahamson, dan Papanya mengambil alih usaha keluarga Abellia," kata Rayen dengan nada malas, dia rapuh benar benar rapuh.


Azar : "Ya aku tau, bahkan dia menjatuhkan keluarga Grahamson dengan mudah, bagaimana kelanjutannya jika kamu menikah dengan Viona, mungkin dia juga akan menjungkir balikkan usaha keluargamu,".


Rayen : "Kamu benar dan itulah yang tidak aku inginkan, jika itu benar-benar terjadi aku tidak akan memaafkannya". mengacak acak rambut frustasi.


Azar : "Semoga itu hanya dugaan kita saja".


Rayen : "Baiklah temani aku bersiap!".


Azar : "Okee...."


*******

__ADS_1


Dirumah Maureen.


Maureen duduk bersam Ayahnya dan Abellia. Disamping ayahnya juga berdiri Pak Doni.


"Putriku apakah kamu yakin akan datang diacara pertunangan dari penerus keluarga Putra itu?" tanya Tito kepada Putrinya Maureen.


"Ayah, apapun yang terjadi aku akan datang, walau ini saat terakhir aku ketemu Rayen, dan Ayah, besok aku akan kembali ke Amerika, aku tidak bisa lama lama disini, ini menyakitkan!". Jawab Maureen sendu.


"Baiklah itu tidak masalah, dan kamu nak Viona, Om minta tolong jaga Maureen karena aku dan Doni tak bisa datang, masih ada urusan bisnis". kata Tito Kusuma Ayah Maureen.


"Dengan senang hati om, aku akan selalu bersamanya, bagaimanapun tidak mungkin meninggalkan dia sendirian," kata Abellia menjawab.


"Baiklah Om, aku tau dan aku yang akan memegang kemudi". Kata Abellia.


"Jika begitu om bisa tenang, dan sekarang om akan berangkat bisnis, aku serahkan Maureen kepadamu" kata Tito kusuma.


"Hati hati ayah," kata Maureen sambil mencium punggung tangan Ayahnya.


"Hati hati Om," kata Abellia yang telah bergantian mencium punggung tangan Tito Kusuma.

__ADS_1


"Baiklah jaga diri" kata Tito Kusuma sambil berbalik dan berjalan pergi diikuti oleh Pak Doni.


"Ya udah, ayo kita bersiap" ajak Abellia.


"ya ayo!!" jawab Maureen pura pura semangat.


Maureen dan Abellia bergandengan tangan menaiki tangga menuju kamar Maureen. Sesampai dikamar, Maureen mandi dan kemudian bergantian dengan Abellia.


Setelah kira kira 1 jam mereka sudah selesai berdandan, Maureen mengunakan dress dengn warna biru muda dengan hells senada dan rambut yang disanggul rendah tidak lupa tas limited edition senada dengan gaunnya. Sedangkan Abellia menggunakan Dress perpaduan Merah dan ungu, hells merah dan dilengkapi dompet hitam. Setelah selesai memakai make up mereka segera keluar dari kamar, Maureen meraih kunci mobilnya, masih ditempat dimana dia menaruhnya dahulu.


"Kita bawa mobil sportku ya?" kata Maureen.


"Terserah kamu saja!" Jawab Abellia Grahamson.


"Baiklah!" Maureen memaksakan senyumnya.


*****


Hallo Readers, upnya pelan pelan ya....

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Komen dan tambahkan Favorit.


__ADS_2