
07.00 waktu Paris.
Rayen sudah siap dengan penampilannya, ia menggunakan setelan jas hitam dengan kemeja putih serta celana hitam menandakan kebesarannya, dipergelangan tangan melingkar jam branded dengan merek Vacheron Constantin dengan harga sekitar (US$ 1,5 juta \= Rp 19,95 miliar) itu melingkar manis dipergelangan tangan kiri Rayen. Ia juga mengenakan sepatu pantopel hitam mengkilat, seperti layaknya orang kaya penampilan Rayen saat ini. Sedangkan Rakha dan Azar menggunakan tuxedo abu-abu terlihat seperti ajudan Rayen saja, sedangkan Chika danAbellia memakai pakaian tak kalah formalnya, bergaya seperti layaknya sekertaris, begitulah rencana mereka.
Tito mengulkan Rayen melamar Maureen diSTAR KSM Company dan melangsungkan pertunangan nanti dimenara Eiffel.
Mereka keluar dari hotel menuju gedung STAR KSM Company menggunakan mobil Rolls-Royce yang telah disediakan oleh anak buah Tito Kusuma.
Azar Semobil dengan Abellia dan Rayen, ia bertugas layaknya seorang sopir.
Rakha dan Chika bersama Kim Nana dan Rehan.
Sedangkan Tito beraama Pak Doni tentunya.
Rayen merogoh saku celananya melihat cincin berlian putih berwadah Love yang telah ia siapkan dari Indonesia itu.
" Cincinya dilihatin mulu Ray, aku juga mau cincin seperti itu Rak, , , , ucap Chika kepada Rayen dan Rakha.
__ADS_1
" Minta saja sama babang Rakha Cik, kan dia juga kaya bahkan sempat tidak tanggung2 mengeluarkan uang 10 Miliar untukku dulu, , , , ucap Rayen sambil menutup kotak cincin berbentuk Love itu dan kembali memasukkannya kedalam Saku.
" Aku masih merintis usaha Rak, mana mungkin beli cincin semewah itu, kamu tau sendiri gimana pelitnya papaku, bahkan aku mulai usaha saja modal Dari Maureen, , , , jawab Jujur Rakha sambil tetap fokus menyetir mengikuti mobil Tito Kusuma.
Mereka telah sampai digedung STAR KSM Company. Penjaga memberikan aba-aba masuk lansung keparkiran bawah tanah ketika mereka melihat yang datang adalah Tito Kusuma presdir lama mereka, tetapi mereka bingung ketika melihat tito datang membawa rombongan.
setelah memarkirkan mobil Mereka bergegas masuk menemui Resepsionis dan mengatakan tujuan mereka, sementara Rayen dan orang tuanya bersembunyi.
" Sorry miss, we want to see the President please call (maaf nona, kami ingin bertemu dengan presdir tolong panggilkan?, , , , ucap Chika di depan Resepsionis.
" There's a reason you came for our President (ada alasan apa anda mendatangi presdir kami?" jawab sang resepsionis wanita itu.
" alright sir, (baiklah tuan)" kata Resepsionis itu mengetahui yang datang adalah pemilik perusahaan mereka bekerja.
Dengan cekatan ia memanggil Nathan Steve yang jabatannya adalah skertaris Maureen.
" Hallo sekertaris steve, tolong beritahukan kepada Nona Presdir Tuan besar menunggu dibawah" ucap resepsionis itu dengan bahasa inggris yang formal dan lancar.
__ADS_1
" baikah segera ku sampaikan, , , jawab sekertaris Steve.
Resepsionis itu memberitahukan kepada mereka bahwa sebentar lagi Maureen akan turun bersama Steve dan Asisten Tina.
Mereka menunggu dilobi , tak lama kemudian muncul 3 Sosok manusia dari dalam lift khusus tentu saja itu adalah Maureen, Asisten Tina dan Sekertaris Steve.
" Ayah datang kok ga kabar-kabar" ucap Maureen sambil memeluk ayahnya itu.
" Hemmm surprisseee,, , , balAs Tito Kusuma.
" Mereka ikut yah?" ucap Maureen sambil menghambur memeluk Chika dan Abellia serta Rakha dan Azar.
" kangen banget sama kalian, , , ucap Mauereen.
.
.
__ADS_1
.
.