
Hari itu Rayen melakukan tugas yang tidak seperti biasanya. Dia
harus menggantikan Maureen untuk mengurusi Ksm Group untuk sementara waktu,
selama Maureen masih dalam perjalanan ke Nevada, untuk melakukan pengobatan
terhadap penyakit yang di derita oleh Tuan Tito.
Tentu banyak yang harus dikerjakan oleh Rayen. Termasuk menyesuaikan
diri terhadap para staf dan karyawan dari KSM Group. Walaupun pada awalnya agak
canggung, karena sebelumnya kedudukan Rayen sebelumnya di KSM Group sama dengan yang lain, namun karena
dukungan dari sekretarisZhang dan juga staf yang lain, akhirnya Raten sedikit
demi sedikit mampu menyesuaikan keadaan.
Setelah melakukan beberapa pemeriksaan terhadap beberapa
neraca pertanggung jawaban dari beberapa anak perusahaan KSM Group yang
mengalami defisit, Rayen menyimpulkan ada yang salah dengan management dari
beberapa perusahaan itu. Entah itu disengaja oleh oknum di perusahaan tersebut,
ataukah memang terjadi miss komunikasi antar mereka. Rayen belum berani
menyimpulkan. Selagi menunggu kabar dari istrinya, Rayen ingin menyelidiki
kasus ini lebih dalam. Karena walaupun ini adalah kasus dari KSM Group, namun
pada dasarnya KSM Group adalah milik istrinya, Maureen. Jadi bisa dikatakan,
Rayen juga turut berhak dan berkewajiban untuk menjaga dan membantu KSM Group
dalam perjalanannya.
Lelah, letih dirasakan oleh Rayen setelah sampai di rumah.
seperti biasa setelah sampai di rumah, Rayen kemudian menuju ke ruang makan. Alangkah
terkejutnya ketika mendapati meja makan kosong. Ah, Rayen kenapa kamu lupa? Bukankah
Bi Minah ikut Maureen ke Nevada?
Benar benar hari yang cukup melelahkan.
Rayen kemudian memanggil Pak Jay dan meminta tolong untuk
menghubungi restoran kepunyaan Maureen. Rayen ingin memesan Delivery Order saja
untuk menyingkat waktu dan juga tenaga. Karena jika harus mencarikan pengganti
Bi Minah, kan hanya sekitar 3- 4 minggu
saja Bi Minah ada di Amerika.
Sambil menanti pesanan makanan datang, Rayen kembali memikirkan
kondisi perusahaannya. Mungkinkah ada yang bermain di tubuh KSM Group? Ah,
rasanya tidak mungkin. Tapi apa tidak ada kemungkinan mereka memanfaatkan
situasi akhir akhir ini, dimana KSM Group sedang dalam kondisi dipenuhi
masalah. Mulai dari sakitnya Pak Tito, sampai kesalah fahaman antara Rayen dan
Maureen yang sampai hampir berujung pada kebangkrutan Putra Company karena
harga sahamnya anjlok oleh peristiwa tersebut.
Ah, Maureen. Kenapa dia sampai berfikir bahwa dirinya
__ADS_1
selingkuh dengan Vivi, sekretaris yang dipilihnya sendiri untuk membantu
Rayen.
Tapi tidak dapat dipungkiri, memang Vivi adalah sosok wanita
sederhana, dan manis. Dibalik kesederhanaannya itu, ternyata Vivi juga
menyimpan kepintaran dalam mencari relasi bisnis. Terbukti dalam beberapa bulan
terakhir, Putra Company mengalami kemajuan yang sangat pesat, bahkan sampai
mendapat kepercayaan dari Tuan besar Tito dan Maureen untuk berdiri sendiri
sebagai perusahaan yang memiliki integritas dan kewenangan sendiri. Ya, Putra
Company sudah mulai bisa bangkit dari keterpurukannya selama ini. Dan tidak
dapat dipungkiri, itu adalah hasil dari bantuan seorang wanita muda, cantik dan
sederhana, Vivi.
Ah, kenapa kamu jadi memikirkan Vivi sih Ray?apa kamu mau
bermain api lagi? Ingat istrimu sedang hamil anak kamu. Ayah mertuamu sedang
berjuang untuk melawan kanker otak ganas stadium 4 di Nevada. Kenapa justru
fikiranmu ngelantur entah kemana. Ayo Rayen, bangkit. Tunjukkan bahwa kamu
mampu menjadi pahlawan dalam rumah tanggamu.
Ingat jadilah pahlawan dalam rumah tanggamu. Jangan malah
jadi pecundang, dengan memanfaatkan kesempatan di tengah kesempitan untuk
mencari hal yang justru akan menghancurkanmu. Jadilah pahlawan yang mampu
membawa Putra Company disegani, dan mampu mempertahankan KSM Group sebagai
raksasa bisnis di Jakarta.
istrimu dan mertuamu, bahwa kamu layak mendapatkan kepercayaan mengelola Putra
Company secara mandiri. Saatnya kamu bantu istrimu, mertuamu untuk menjalankan
perusahaannya. Tunjukkan bahwa kamu bisa diandalkan dan mampu menjadi
kebanggaan bagi istrimu, mertuamu dan anak anakmu kelak di kemudian hari.
Batin Rayen terus bergolak, bisikan bisikan malaikat terus
mengingatkan bisikan bisikan jahat yang terus menggoda hatinya. Ah, memang
benar kata orang pintar. Kesetiaan seorang laki laki itu teruji ketika kita
dalam keadaan berpunya,semua serba ada. Dan godaan seorang laki laki adalah
ketika melihat kedudukan dan wanita cantik. Ayo Ray, jadilah pahlawan bagi
dirimu dan keluargamu.
.
.
Lamunan Rayen buyar ketika tiba tiba Pak Jay datang sambil
membawa bungkusan.
“Selamat malam Tuan Rayen?” sapa Pak Jay sambil berjalan
menunduk di depan Rayen.
“O, selamat malam Pak Jay. Bagaimana, apakah makanan sudah
siap?” Tanya Rayen
__ADS_1
“Iya, Tuan. Ini baru saja diantar oleh seorang karyawan”
kata Pak Jay.
“Terima kasih Pak Jay. Silahkan taruh saja disitu” kata
Rayen
“Maaf Tuan Rayen, jika boleh, biar saya siapkan sekalian di
meja makan, agar Tuan Rayen nanti tinggal makan” kata Pak Jay menawarkan diri
untuk membantu Rayen.
“Ah, apa tidak merepotkan Pak Jay?” Tanya Rayen.
“Tidak Tuan. Saya sudah terbiasa membantu istri saya, jika
istri saya sedang sibuk. Maklum anak saya masih kecil kecil Tuan. Jadi istri
saya kadang tidak sempat untuk menyiapkan makanan. Itulah sebabnya saya sudah
terbiasa menyiapkan untuk saya dan keluarga” kata Pak Jay
“Kalau begitu, terima kasih Pak Jay. Silahkan disiapkan di
ruang makan, nanti sebentar lagi saya kesana. Pak Jay bisa tunggu sebentar,
nanti selesai makan, sisanya bisa Pak Jay bawa pulang untuk keluarga Pak Jay”
kata Rayen
Pak Jay kemudian pamit ke belakang untuk mempersiapkan makan
malam. Rayen kembali tercenung. Orang orang seperti Pak Jay inilah yang sering
menyadarkan Rayen akan pentingnya memaknai hidup. Mereka hidup sederhana bahkan
kadang jauh dari kata cukup apalagi mengharap berlebih. Tapi mereka hidup
dengan suasana kasih sayang, saling mencintai, saling menyayangi satu sama
lain. Bukan hanya memikirkan ego masing masing.
Sementara dirinya, hampir setiap waktu disibukkan oleh
kerja, kerja dan kerja. Sampai kadang melupakan keharmonisan rumah tangga.
Rayen kemudian melangkah menuju ke ruang makan. Dia sengaja
ingin segera makan malam. Tadi Rayen sengaja memesan makanan agak banyak, agar
nanti sisanya bisa dibawa oleh Pak Jay. Tentu anak anak dan istri Pak Jay akan
sangat bergembira jika mendapatkan makanan yang mungkin bisa jadi jarang
dinikmati dalam kehidupannya
Rayen bertekad akan banyak berbagi. Pengalaman ke Puncak
bersama Maureen, kehamilan istrinya dan penyakit yang diderita mertuannya
menyadarkan Rayen akan kekurangan dan kesusahan orang lain. Dengan berbagi,
Rayen berharap segera dijauhkan dari cobaan cobaan berat dari Tuhan.
.
.
Jangan lupa readers, ayo pupuk jiwa social kita. Tidak ada
salahnya kita berbagi, dengan berbagi, kita ibarat menjemput rejeki. Semoga kita
selalu diberi keselamatan dan kesehatan. Terima kasih untuk readers yang sudah
menyempatkan diri berkunjung ke youtube author .
__ADS_1
.
.