Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 26


__ADS_3

 


 


Malam itu udara Jakarta yang biasanya panas dan bisik,


terasa agak sejuk. Apalagi di rumah Maureen. Suasana kehangatan yang luar


biasa. Ya, Pak Tito, Maureen dan Rayen duduk bersama di ruang santai rumah


mewah kepunyaan Maureen. Suasana yang sangat jarang terjadi, karena ketiga


orang ini adalah orang orang penting yang selalu harus ada di perusahaannya


masing masing. Ketiganya adalah Presdir dari perusahaan perusahaan besar. Apalagi


Maureen adalah Presdir dari KSM Group. Yang membawahi semua perusahaan dari


milik KSM. Tentu akan sangat sibuk dan sibuk sekali.


Sengaja malam ini mereka berkumpul, Pak Tito ingin


memastikan kondisi perusahaan yang ditangani Maureen berjalan baik baik saja.


“Maureen, apakah ada kendala selama kamu memimpin KSM Group,


Nak?”


“Tidak, Ayah. Selama ini belum ada kendala yang berarti. Memang


ada beberapa masalah, namun masih sebatas masalah ringan dan bisa saya atasi


ayah”.


“Syukurlah nak jika begitu. Ingat Nak, dalam berbisnis kita


harus betul betul jeli memilih mana kawan dan mana lawan. Tidak semua kawan itu


baik. Dan tidak semua lawan itu jelek. Setiap pribadi mempunyai sisi baik dan


sisi buruk. Maureen harus bisa membedakan dan memilih mana yang baik dan mana

__ADS_1


yang kurang baik, untuk menjaga dan menambah kekuatan bisnis perusahaan kita”.


“Iya Ayah. Maureen akan selalu ingat pesan ayah. Dari dulu


apapun yang Ayah katakan, selalu Maureen catat. Agar nantinya bisa jadi


pegangan saat Maureen membutuhkan”.


“Nak Rayen?”


“Iya Ayah.”


“Ayah sudah beranjak tua. Sudah saatnya sebentar lagi harus


istirahat. Tugasmu untuk membantu istrimu mengurus KSM Group. Meski kamu


Presdir Putra Company, tapi kamu harus bisa membantu Maureen mengurus


perusahaan. Apalagi saat ini Maureen sedang mengandung. Jadi Maureen harus


banyak istirahat. Walaupun perusahaan sudah mempekerjakan tenaga tenaga ahli


dan orang yang dipercaya, tapi kewaspadaan itu sangat penting, agar nantinya


“Iya, Ayah. Meskipun kami mempercayakan pengelolaan


perusahaan pada staf dan karyawan, tapi kami selalu rutin mengecek dan


mengontrol laju perusahaan, agar terus terkendali.”


“Baguslah kalo begitu. O, iya. Kemarin ada karyawanmu yang


meninggal karena kecelakaan bersama kamu, apa sudah kamu pertimbangkan untuk member


santunan?”


“Iya Ayah. Rayen dan Maureen sudah memikirkan yang pantas


untuk memberikan penghargaan atas pengorbanan Pak Roy.”


“O, ya? Apa itu?”

__ADS_1


“Saya dan Maureen sepakat untuk memberikan bantuan modal 50


juta untuk istri Pak Roy dan menanggung biaya sekolah dua anak Pak Roy sampai


lulus kuliah. Nanti setelah lulus kuliah, jika pretasinya bagus, akan kami


angkat menjadi karyawan di perusahaan ini Ayah”.


“Baiklah, Ayah kira itu sudah sedikit bisa meringankan beban


mereka. Kapan rencananya kamu akan kesana?”


“Besuk Ayah. Kami kira lebih cepat lebih baik”


“Baiklah, salam ayah untuk mereka besuk. Sekarang sudah


malam, mari kita istirahat. Besuk ayah harus ke perusahaan, ada pertemuan


dengan relasi.”


“Iya, ayah. Selamat malam, selamat istirahat”.


Waktu beranjak malam, mereka bertiga segera beranjak untuk


beristirahat. Tidak terkecuali Maureen dan Rayen. Mereka berdua juga berangkat


ke kamarnya. Dan Maureen memberikan semangat kepada Rayen agar menjaga


kesehatan supaya cepat pulih dan melakukan aktivitas seperti biasa.


Sejurus kemudian rumah itupun sepi. Seluruh penghuni


tenggelam dalam mimpinya masing masing, hanya beberapa orang yang ada di pos


jaga yang kelihatan masih tetap siaga untuk menjaga keamanan rumah sang


bilioner.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2