
Keesokan harinya Maureen telah berada di perusahaan, Maureen kini ditemani Rayen dan keempat sahabatnya untuk mengecek laporan keuangan perusahaannya.
Maureen dan Kawan kawannya masih sibuk bergelut dengan laporan keuangan perusahaan, memeriksa berkas bulanan dan tahunan mencocokkannya, memeriksa keganjilan, ,
" Ini jelas sekali ada kecurangan Reen, tidak ada yang perlu diperiksa lagi, jelas jelas laporan bulanan dan tahunannya selisih hingga beberapa ratus Miliar, , , , ucap Rakha yang begitu mengerti dengan laporan keuangannya.
" Baiklah kita panggil bendahara dahulu sebelum sekertaris Steve?, , , ,ucap Maureen sambil berdiri dan berjalan kearah teman temannya.
" Biasanya sekertaris dulu honey, , , ucap Rayen.
" Biasanya memang begitu, tetapi aku tidak, jika kita panggil Nathan Steve dulu, takutnya nanti ia akan menghasut Bendahara perusahaan ini, , , , jelas Maureen.
" Masuk akal sekali, tetapi kita harus menjeputnya, , , ucap Azar.
" Benar sekali jika tidak mungkin ia akan bertemu steve, , , ucap Maureen.
" Asisten Tina, Abellia , Azar dan kamu Chika tunggui Ruanganku, jangan sampai Steve masuk , , , perintah Maureen.
" lalu aku Rayen dan Rakha akan keruangan bendahara, , , lanjut Maureen.
" Harus ajak Rakha?., , tanya Chika.
__ADS_1
" Hemm, iya karena dia lebih tau soal keuangan, , , ,jawab Maureen.
Chika mengangguk, Maureen akhirnya melangkah keluar bersama Rayen dan Rakha menuju keruangan Bendahara.
Sesampainya diruangan bendahara Maureen masuk tanpa mengetuk pintu mengagetkan penghuni ruangan itu.
" Selamat datang Presdir dan tuan tuan sekalian, ada hal penting apa yang membuat Nona Presdir dan tuan-tuan sekalian sehingga datang keruangan Bendahara yang tidak terlalu penting ini, , , ucap kepala Bendahara berharap kata katanya tidak salah,
" Aku mau masuk kemana terserah ini perusahaanku, , , ucap Maureen dengan nada dingin.
" Kalian semua keluar ada yang ingin saya bicarakan dengan ketua bendahara. . . ucap Maureen kepada seluruh Karyawan Kebendaharaannya.
" tidak usah takut kepala Bendahara, kami tidak akan memakanmu, , , ucap Rayen mencairkan suasana.
" Ehm, , , Maureen berdehem sebelum akhrinya membuka pembicaraan dengan kepala bendahara tersebut.
"Apakah kamu direkrut oleh sekertaris steve?,,,,, tanya Rayen kepada bendahara tersebut.
" Benar tuan, , , ucaP Kepala Bendahara itu.
" Apa kamu tau kemana perginya uang perusahaanku yang berjumblah triliyunan itu???,,,, ucap Maureen tanpa basa basi.
__ADS_1
" Sa ya ti da k ta u pres dir, , , ucap Kepala bendahara itu dengan ter bata-bata.
" apa kamu yakin??,, lanjut Rakha yang bertanya.
" ya yakin tuan, , ,jawab kepala bendahara itu.
" Jujurlah!!!, , , gantian Rayen yang bertanya.
" Sa ya tid ak ta u tuan. , ucap kepala bendahara terbata.
" lalu apa ini?, , , ucap Maureen sambil melemparkan berkas hasil penjumblahan keuangan perusahaan tahunan dan bulanan dengan selisih yang begitu fantastis kedepan kepala bendahara yang membuat wajah kepala bendahara itu pucat pasi.
" Katakan alasannya dengan selisih penjumblahan ini, , , ucap Maureen lagi.
" Maafkan saya nona, saya hanya di suruh oleh Sekertaris Steve memanipulasi keuangan Perusahaan, Sekertaris Steve mengambil beberapa persen uang propeti kita sehingga pembangunan terkendala, , , ucap bendahara itu.
" Berapa dia menaikkan gajimu?? , , , tanya Maureen lagi.
" 3 kali lipat nona, , ucap Bendahara itu.
"Baiklah tetap bekerja dengan baik jangan ceritakan kepada siapapun masalah ini, jadilah saksi yng baik suatu saat nanti. . . jawab Maureen sambil mengajak Rayen dan Rakha meninggalkan ruangan bendahara ituu.
__ADS_1