
Semua masih diam membisu, menantikan apa yang akan dikatakan
oleh Dr, Albert. Maureen dan Rayen memperhatikan gambar kepala manusia yang ada
di layar monitor. Nampak ada bintik seperti gambar bintang yang samar samar
terlihat di area otak. Maureen dan Rayen tidak berani menduga duga. Tapi yang
pasti mereka faham, mungkin inilah yang menyebabkan sakitnya Pak Tito.
Pantas saja harus melalui riset dan peralatan canggih untuk
melihatnya, karena letaknya ada di dalam area otak. Perlu alat super canggih
yang mampu mendeteksi dan menganalisa hal ini.
“Maaf Tuan Rayen, Nyonya Maureen. Apakah bisa saya mulai
sekarang?” kata Dr. Albert.
“Silahkan Dokter” kata Maureen.
“Tapi maaf Nyonya, mungkin apa yang akan saya sampaikan ini
adalah hal yang bisa jadi cukup mengagetkan Tuan dan Nyonya. Tapi bagaimanapun,
ini harus segera diberitahukan kepada pihak keluarga dan secepatnya mendapatkan
penanganan agar bisa diatasi” kata Dr. Albert.
“Silahkan Dok. Tolong diberikan keterangan yang sejelas
jelasnya. Dan apapun langkah yang harus diambil akan kami lakukan. Keselamatan ayah
diatas segalanya” kata Maureen.
Dr. Albert nampak menghela nafas sebentar. Memang sebuah
beban berat menjelaskan kondisi pasien yang gawat kepada pihak keluarga. Namun Dr.
Albert adalah dokter yang sudah cukup berpengalaman. Jadi walaupun berat, namun
Dr. Albert mampu untuk menguasai keadaan.
“Maaf Tuan Rayen dan Nyonya Maureen, Tuan Besar Tito
menderita penyakit glioblastoma” kata Dr. Albert.
Maureen dan Rayen sangat kaget. Mereka hampir memekik
bersamaan.
“Apa dokter? Glioblastoma?”Tanya Rayen.
“Apa Dok? Ayah menderita kanker otak?” Tanya Maureen tidak
kalah kagetnya mendengar apa yang disampaikan oleh Dr. Albert.
Dr. Albert menarik nafas panjang. Kemudian melanjutkan
keterangannya.
__ADS_1
“Betul Tuan Rayen dan Nyonya Maureen. Tuan Tito menderita
kanker otak stadium 4” kata Dr. Albert.
“Tapi selama ini ayah jarang mengeluh sakit dok. Hanya kadang
ayah terlihat murung, seperti ada yang dipikirkan” kata Maureen.
“Menurut keterangan pengacara pribadi Tuan Tito, sebenarnya
Tuan Tito sering mengeluh merasakan sakit kepala berlebih, kadang juga mual
mual. Itu adalah salah satu gejala yang umum terjadi pada penderita
Glioblastoma. Cuma Tuan Tito tidak ingin membuat Nyonya Maureen kawatir. Itulah
kenapa Tuan Tito tidak mengatakan pada Nyonya dan Tuan.” Kata Dr. Albert
memberikan penjelasan.
“Ah, ayah. Ayah selalu memikirkan orang lain lebih dahulu
daripada dirinya sendiri. Terus bagaimana dok. Apa yang bisa kita lakukan saat
ini” Tanya Maureen.
Dr. Albert terdiam sebentar, kemudian melanjutkan kata
katanya.
“Glioblastoma adalah kanker otak stadium 4 yang menyerang
sel astrosit. Sel ini berbentuk bintang pada otak. Seperti yang Tuan Rayen dan
Nyonya lihat pada slide ini. Sel sel kanker pada glioblastoma memiliki pembuluh
glioblastoma ini tumbuh di otak besar bagian luar. Tapi dalam kasus Tuan Tito
ini lain. Dia tumbuh diantara otak besar dan kecil. Itulah kenapa pada
pemeriksaan awal dengan alat di rumah sakit Jakarta belum mampu terdeteksi”
kata Dr. Albert.
“Lalu apa yang harus kita lakukan dok?” Tanya Rayen.
“Kita harus mencegah sel sel kanker ini terus berkembang. Jangan
sampai sel sel kanker ini terus menginfiltrasi jaringan otak sehat disekitarnya”
kata Dr. Albert.
“Tindakan apa yang harus kami lakukan dokter?” Tanya Maureen.
Dr. Abert, Dr. John dan Dr. Himawan saling pandang. Mereka tahu,
jalan ini sangat berat. Karena menyangkut orang orang besar yang super sibuk.
“Maaf Tuan Rayen dan Nyonya Maureen, sebenarnya kami di
Jakarta sudah bisa melakukan operasi untuk glioblastoma yang kondisi nya wajar.
Tapi untuk kasus Pak Tito, kami tidak berani ambil resiko. Lebih baik ditangani
oleh pihak rumah sakit di Nevada saja” kata Dr. Albert.
__ADS_1
“Terserah yang terbaik, kami menunggu apa yang akan
dilakukan oleh Dr. Albert dan rekan rekan dokter yang lain” kata Maureen.
“Baiklah Nyonya. Kami akan secepatnya minta rekomendasi dari
Rumah Sakit di Nevada Amerika, untuk segera merujuk Tuan Besar Tito ke sana. Tapi
kami mohon ada salah satu dari pihak keluarga yang mendampingi pada saat Tuan
Tito melakukan operasi disana” kata Dr. Albert.
“Baiklah Dok. Nanti kami akan mendampingi ayah untuk ke
Nevada” kata Maureen.
Cukup jelas apa yang disampaikan oleh Dr. Albert hari itu. Sungguh
diluar dugaan. Seorang Tito yang demikian gagah, ternyata menderita penyakit
yang sangat berbahaya. Setelah selesai, Dr Albert dan kawan kawannya sesama
dokter segera mohon diri, untuk mengurus kelengkapan operasi dan pengiriman
pasien ke Rumah Sakit terbesar di Nevada Amerika Serikat. Mereka tidak ingin
menyia nyiakan waktu. Glioblastoma adalah penyakit ayng berpacu dengan waktu. Jika
terlambat penganganannya, maka jiwanya akan sulit diselamatkan.
.
.
.
Sore itu, nampak Maureen duduk termenung di serambi depan
rumah mewahnya. Sementara itu, Rayen sudah berangkat ke kantor untuk mengurusi
bisnis di Putra Company. Sekaligus menengok KSM Group, karena Maureen mungkin
beberapa hari yang akan datang tidak bisa langsung memantau KSM Group, karena
harus menemani Tuan Besar Tito menjalani operasi di Nevada. Apalagi ditambah
usia kehamilan Maureen yang semakin besar.
Maureen masih tidak habis fikir, bagaimana bisa, ayahnya
yang sehat dan beraktivitas normal bisa terkena penyakit ganas seperti itu. Dia
ingat betul, memang penyakit ini jarang diketahui secara dini. Maureen teringat
salah satu artis terkenal yang punya badan kekar dan otot seorang bina raga. Agung
Hercules, ternyata juga mengidap penyakit yang sama dengan yang diderita oleh
ayahnya. Maureen hanya berharap ada keajaiban pada diri ayahnya. Sehingga ayahnya
bisa melewati ujian yang sangat berat ini.
.
.
__ADS_1
.