Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Tentang Kita 2.


__ADS_3

Maureen masuk kedalam kamar 801, dia melihat Chika yang mulai menyisir rambutnya. Maureen melangkah mendekati Chika, dan tanpa disadari oleh Chika, tentu saja Chika kaget karena ada yang memeluknya dengan erat dari belakang, tanpa memperlihatkan wajahya. Isak tangis Maureen pecah dipelukan Chika, dan membuat Chika sadar bahwa yang memeluknya adalah Maureen.


"Kamu kenapa nangis Reen, apa yang terjadi, apa rayen melukaimu atau berbuat macam-macam denganmu?" tanya chika berturut-turut karena panik.


Belum sempat Maureen menjawab, Abellia muncul. Dan meihat Maureen menangis.


"Ada apa Reen, tadi Rakha menemui aku, dia bilang kamu mau bertemu dan bicara betiga denganku dan Chika" kata Abellia.


"hiks,,, hiks,,, hiks,, kenapa dia egois, kalian tau tadi Rayen memintaku untuk tidak meninggalkannya, dia berjanji akan kembali bersamaku setelah lika liku hidupnya selasai" Jelas Maureen sambil terisak.


"Mungkin Rayen ada benarnya Reen!" jawab Abellia sambil duduk di samping Maureen.


" Benar apanya, Apakah menarik ulur perasaan. dan menggantung perasaanku itu termasuk benar'" jawab Maureen emosi, terlihat matanya merahh menahan air mata yang hendak keluar.


" menanggislah Reen jika itu membuat kamu merasa lebih tenang!" kata Abellia sambil mengelus punggung Maureen.


Maureen memeluk kedua Sahabatnya itu kemudian dia menangis terisak isak, ,


"Hiks,, Hiks,, Hiks,, aku ingin kembali ke Amerika sekarang juga" kata Maureen.

__ADS_1


" Tidak tidak itu bukan keputusan yang baik!" jawab Chika.


" Hiks,, hiks,, apa maksudmu ka?" tanya Maureen.


" Maksud Chika, kamu harus bersiap dulu Reen, dan berpamitan dengan ayahmu!" sahur Abellia.


" Benar Reen, bagaimanapun kamu masih punya ayah" jawab Chika.


" Ya ya, sekarang pergilah mandi, rilekskan pikiranmu. Aku akan menelfon Resepsionis untuk menyiapkan pakaian ganti" sahut Abellia.


"Baiklah.. " Jawab lemah Maureen sambil berjalan menuju kamar mandi. Dia menyesal, karena mabuk mabukan semalam yang berakhir dengab dia harus tidur besama Rayen. Luka yang telah ia balut bertahun tahun pelahan terbuka kembali.


"Mana pakaian gantiku?" tanya Maureen kepada Abellia dan Chika, terlihat Maureen lebih segar dan fresh.


"Ini, sahut abellia sambil menyerahkan sebuah paperbag.


"Wah gila, ini terlalu terbuka bell". sahut Maureen sambil memegang baju ditangannya. satu stell crop dan hotpants membuat dia nyengir.


"Lantas kamu mau apa?" tanya Abellia.

__ADS_1


"tuh, sahut maureen sambil memegang dress warna merah yang dipegang Chika.


"*Baikah aku akan minta kepada Resepsionis" sahut Abellia datar.


"tidak perlu, kamu mau ini kan?" sahut Chika.


"yaps!" balas Maureen.


"Ayo kita tukar, aku mau punyamu" kata Chika bahagia, sambil menyerahkan dress kepada Maureen.


"oke, sahut Maureen sambil menukarkan pakaiannya dengan dress Chika*.


Abellia tersenyum melihat mereka berebut pakaian, itu membuat Maureen sejenak melupakan beban hatinya. Maureen menyuruh Chika dan Abellia bergantian mandi dan mengganti pakaianya..


Setelah semuanya selesai mandi dan bersiap, Maureen mengjak kelantai 1 lantai dimana terdapat resto. Sebelum pergi Chika dan Abellia mengabari Rakha dan Azar mereka akan bekumpul dilantai dasar, dan mendiskusikan apa yang selanjutnya akan mereka lakukan.


Mereka berjalan bersama sama menuju kedalam lift, kemudian menekan angka 1. sambil menunggu lift sampai dilantai 1. Maureen melanjutkan bercerita dengan teman temannya walau hanya beberapa kata


******

__ADS_1


Hallo Readers, Jangan Lupa tinggalkan Like, komen dan tambahkan favorite.


__ADS_2