
Langit memerah di cakrawala, suara burung burung liar riuh
rendah diantara derunya mobil mobil yang selalu hilir mudik di atas jalanan
beraspal. Udara dingin mulai terasa, menjelang senja itu Maureen baru saja
menyelesaikan pekerjaan nya di KSM Group.
Di luar ruangan nampak Pak Jay yang masih setia menunggu
sang majikan. Dialah yang diberi tugas oleh Rayen untuk mengantar Maureen selama
Rayen masih berada di Meksiko. Maureen kemudian melangkah keluar dari ruangan
kantornya. Nampak beberapa karyawan yang berpapasan dengan dirinya menunduk
dengan rasa hormat. Tak terkecuali dengan Pak Jay. Dia menunduk hormat ketika Maureen
sudah sampai di dekat mobilnya.
“Maaf Pak Jay, lama menunggu ya” kata Maureen.
“Tidak apa apa Nyonya. Sudah kewajiban saya untuk menunggu
Nyonya Maureen” kata Pak Jay polos.
“Baiklah Pak, mari kita pulang. Hari sudah hampir petang, kasihan
anak anak Bapak nanti lama menunggu” kata Maureen sambil masuk ke dalam mobil.
Sejurus kemudian, mobil Maureen sudah bergerak menuju ke rumahnya.
Jalanan yang sudah agak lengang membuat perjalanan mereka sedikit lancar.
.
.
Menjelang senja, mobil Maureen sudah memasuki pelataran rumahnya
yang mewah. Namun ada yang lain dari biasanya di rumah Maureen. Maureen agak
terkejut ketika melihat dua orang sedang duduk di serambi rumahnya. Siapa orang
itu? Dalam hatinya merasa belum punya janji dengan seseorang hari ini.
Dan ketika sudah dekat, barulah Maureen menyadari siapa orang yang
ada di serambi rumahnya.
“Ibu Kim, Pak Rehan, kenapa kesini tidak ngasih kabar Pak, Buk?”
kata Maureen sambil mencium tangan kedua mertuanya itu. Tidak lupa Ibu Kim Nana
merangkul dan mencium menantunya dengan penuh kasih sayang.
“Maafkan Ibu dan Bapak Nak, Ibu dan Bapak sengaja tidak
memberitahu kedatangan kami karena kami tahu kamu tentu sangat sibuk karena
Rayen sedang pergi” kata Ibu Kim Nana
“Darimana Ibu tahu kalau Mas Rayen ke luar negeri?” Tanya Maureen.
“Rayen yang menelepon kami Reen. Dia bilang agak lama di Meksiko
karena harus mengecek lokasi untuk proyek di sana. Itulah kenapa kami setelah
tiba dari Perancis kemarin langsung kesini, untuk menemani kamu” kata Pak Rehan
menambahkan keterangan yang diberikan oleh Ibu Kim Nana.
Alangkah bahagianya Maureen saat ini. Dirinya yang kemarin merasa
sendiri, karena disaat mengandung dalam kehamilan yang sudah tua, harus sendirian
dirumah, harus menyelesaikan pekerjaan kantor sendiri, hari ini ada ayah dan
ibu mertua yang akan menemaninya.
Dari dalam nampak Bi Minah datang membawa minuman.
“Bi. Kenapa ayah dan ibu tidak Bibi suruh masuk sih?” Tanya Maureen.
“Maaf Nyonya. Bi Minah sudah meminta Bapak dan Ibu untuk masuk. Tapi
kaytanya mau menunggu Nyonya pulang saja dulu” kata Bi Minah
“Bi Minah benar nak. Ayah dan Ibu yang mau duduk disini sambil
menanti kamu” kata Pak Rehan.
Mereka kemudian masuk ke rumah. Pak Rehan dan Ibu Kim Nana sangat
senang melihat Maureen sudah hamil. Artinya bakal segera dikaruniai seorng
cucu. Mereka sudah membayangkan seorang
anak yang tampan atau cantik yang akan menghiasi rumah tangga anak dan
menantunya.
“Ibu dan Ayah akan tinggal disini kan Bu, menemani Maureen sebelum
Rayen pulang?” Tanya Maureen.
“Iya sayang, Ayah dan Ibu akan menemani kamu, kalau memang nanti
kamu sangat repot ya sampai cucu kita lahir, iya kan Pa?” kata Ibu Kim Nana
sambil mencari persetujuan dari Pak Rehan.
Dan nampaknya Pak Rehan pun mengiyakan apa yang dikatakan oleh Ibu
Kim Nana.
“Betul nak, ayah dan ibu akan menemani kamu sampai kamu
melahirkan. Kebetulan untuk urusan perusahaan semua sudah saya serahkan sama
Rayen, jadi kami cukup memantau dari jauh saja” kata Pak Rehan.
__ADS_1
Mereka pun ngobrol dengan santai. Banyak hal yang diceritakan oleh
kedua orang tua itu kepada mantunya. Sementara Maureen mendengarkan dengan
seksama. Memang banyak hal yang harus dipelajari oleh Maureen sebagai calon ibu
muda. Dan Maureen bersyukur mendapatkan mertua yang mau dan sudi untuk
memberikan banyak petuah petuah yang sangat berharga bagi dia.
Dan nampaknya Pak Rehan dan Ibu Kim Nana juga sangat menyayangi
menantunya ini.
“Nak, wanita yang sedang hamil itu jangan terlalu banyak berfikir
yang berat berat. Harus dibuat rileks dan santai. Jangan banyak berfikiran yang
macam macam. Fokus untuk menjaga buah hati yang masih dalam kandungan” kata Ibu
Kim Nana.
“Iya Bu, tapi kadang kadang Maureen merasa cemburu jika Mas Rayen
dekat dengan wanita lain, meskipun itu Cuma temannya, apa itu berlebihan Bu?” Tanya
Maureen
“Tidak anakku, rasa cemburu itu tandanya cinta. Jika nak Maureen
tidak merasa cemburu jika Rayen dekat dengan wanita malah bahaya, berarti nak
Maureen tidak cinta dong sama Rayen. Dan wanita yang hamil di usia hamil muda
atau hampir melahirkan, biasanya rasa cemburunya semakin besar. Tapi nak Maureen
harus yakin, beri kepercayaan terhadap Rayen. Makin besar kepercayaan seorang
wanita terhadap suaminya, maka akan makin besar tanggung jawab suaminya dalam
menjaga kepercayaan yang diberikan oleh istrinya” kata Ibu Kim Nana menjelaskan
panjang lebar tentang masalah Maureen saat ini.
Perbincangan mereka terhenti ketika dari belakang muncul Bi Minah
yang mengatakan bahwa makan malam sudah siap.
Mereka pun segera beranjak menuju ke meja makan. Mereka makan
bersama sama. Sungguh kebersamaan yang sangat Maureen impikan. Sayang, Rayen
belum ada di rumah.
.
.
Sementara itu, di Meksiko hari sudah pagi. Nampak orang orang
sudah tenggelam dalam kesibukannya masing masing. Demikian juga di kantor
Castillo Company. Nampak beberapa staf karyawan sedang mempersiapkan segala
keperluan bagi Tuan Castillo, Mr, Viencent, Rayen dan Vivi untuk melihat lokasi
Setelah semuanya dirasa cukup, mereka berempat segera menuju ke
mobil. Mr. Viencent mengemudikan mobil sedangkan Vivi duduk disamping Mr.
Viencent sedangkan Rayen duduk bersama Tuan Castillo di kursi belakang.
Di sepanjang jalan, mereka asyik ngobrol. Dan yang aneh adalah Mr.
Viencent ngobrol dengan Vivi menggunakan bahasa Spanyol. Sedangkan Rayen
berbincang bincang dengan Tuan Castillo menggunakan bahasa Inggris.
Setelah satu jam perjalanan, sampailah mereka ke sebuah tanah
lapang yang ditengahnya masih ada gundukan berbentuk bukit kecil. Inilah tempat
yang akan digunakan untuk mendirikan mega proyek yang akan diserahkan
pengerjaannya kepada Putra Company.
Sampai di tempat proyek, nampak Mr. Viencent sedang menjelaskan
apa saja yang akan dilakukan di pengerjaan proyek ini. Menurut dia dana
terbesar adalah menggusur gundukan tanah ini untuk menjadi rata. Namun menurut
Rayen hal itu tidak perlu dilakukan, gundukan tanah ini bisa disulap menjadi
taman ditengah gedung gedung yang didirikan di sekitarnya. Jadi bisa menghemat
dana namun juga menambah estetika keindahan dalam proyek tersebut. Dan Tuan
Castilo sependapat dengan apa yang diusulkan oleh Rayen.
Selesai pemaparan, Mr. Viencent kemudian mengajak mereka untuk
meninjau sudut lain dari lokasi tersebut. Namun Tuan Castillo mengajak Rayen
untuk berjalan agak lambat. Ternyata ada hal yang penting yang ingin
disampaikan Tuan Castillo kepada Rayen. Tentu saja mungkin ini adalah sesuatu
yang dirahasiakan dari Vivi dan Mr. Viencent.
Nampak Rayen dan Tuan Castillo berbincang bincang dengan serius. Semua
tidak ada yang tahu, kecuali mereka berdua. Sebenarnya apa sih yang
direncanakan oleh mereka? Apakah author juga tidak tahu rencana mereka sebenarnya
apa? Ya tahu dong. Tapi itu rahasia author. Nanti pada saatnya readers akan
mengetahuinya.
.
Setelah selesai meninjau lokasi proyek, mereka kembali ke kantor. Rayen
kemudian meminta Vivi untuk melihat draft perjanjian kerjasama antara Putra Company
__ADS_1
dan Castillo Company.
“Vi, tolong coba kamu cek dulu draft perjanjian kita ya. Nanti kalau
sudah selesai, kamu kabari saya ya. Pastikan semua sesuai dengan isi perjanjian
kita. Nanti saya tunggu di ruangan saya” kata Rayen
“Baik pak” kata sekretaris Vivi.
Vivi kemudian meneliti draft perjanjian yang akan ditandatangani
pada pertemuan nanti malam. Rayen kemudian bergegas menuju ke kamarnya. Dirinya
ingin membersihkan badan dulu sebelum nanti malam melanjutkan pertemuannya
dengan pihak Castillo Company.
Setelah selesai mandi, dia melirik kea rah handphone nya. Dia ingin
menelepon Maureen. Namun baru saja dia mau memencet nomer di hp nya, tiba tiba
Vivi sudah membuka pintu dan muncul masuk ke kamar.
“Maaf Pak, saya tadi mau mengetuk pintu, ternyata pintunya tidak
dikunci dan terbuka sendiri” kata Vivi. Pintu kamar tadi memang lupa tidak
dikunci oleh Rayen. Bukan hanya tidak dikunci, tapi malah tidak ditutup dengan
benar, sehingga ketika tersentuh tangan Vivi yang sedang membawa berkas pintu
itu sudah terbuka.
“Tidak apa apa Vi, silahkan masuk saja. Apakah ada yang perlu
direvisi untuk draft yang diajukan oleh Castillo Company Vi?” Tanya Rayen
“Saya kira semua sudah sesuai dengan perjanjian kontrak kita Pak
Presdir. Mungkin nanti sudah bisa langsung ditanda tangani. Silahkan Pak
Presdir teliti kembali, poin poin penting sudah saya beri tanda di draft nya
Pak” kata Vivi.
“Terima kasih Vi. Siapkan diri kamu, sebentar lagi kita akan
menghadiri pertemuan terakhir yaitu penandatanganan kontrak. Mudah mudahan
semua lancar, sehingga besok kita bisa pulang ke Jakarta”kata Rayen.
“Baik Pak, saya juga sudah kangen sama simbok…..” kata Vivi dengan
wajah sedikit melucu.
“Hahaha…. Iyalah, kamu kan masih kekanak kanakan. Tapi tidak usah
kawatir Vi, nanti kita akan mendirikan restoran bintang lima yang menggunakan
arsitektur khas jawa. Menu andalannya gudeg. Chiefnya ibu kamu. Ada perusahaan
rekanan yang sudah menawarkan itu” kata Rayen
“Betul itu Pak Presdir?” Tanya Vivi setengah tidak percaya
“Benar, kemarin proposalnya sudah saya terima” kata Rayen
Bukan main bahagianya Vivi. Betapa tidak, ibunya akan mendapat
pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya, sebagai penjual gudeg khas jogya,
tapi bukan lagi di warteg atau di di warung pinka yang lagi ngetrend saat ini. Kata
orang sih, pinka itu artinya pinggir kali. Jadi saat ini banyak warung yang
didirikan di dekat kali atau sungai sehingga disebut warung pinka. Tapi di
restoran bintang lima, yang tentunya gajinya ya bisa 20 kali lipat dibandingkan
jadi penjual gudeg di warteg.
Dengan langkah girang seperti anak kecil yang mendapatkan permen,
Vivi bergegas menuju ke kamarnya. Dia ingin secepatnya menuntaskan pekerjaan
ini, dan kembali ke Jakarta, yang pasti ketemu simbok dong. Kabar gembira ini
bakal jadi kado istimewa untuk simboknya. Apa simboknya si Vivi ulang tahun ya
kok kado istimewa. Ah, itu mah nggak penting. Yang penting hari ini Vivi happy.
.
“Thank you for your cooperation, I
am very happy to be able to collaborate with you” kata Tuan Castillo
“I am also happy to
be working with you” kata Rayen sambil memberikan apresiasi terhadap apa
yang telah dilakukan oleh Tuan Castillo.
Mereka berbincang bincang hangat
setelah selesai penandatangan kerjasama antara Castillo Company dan Putra
Company. Sekaligus Rayen mohon ijin pamit pulang ke Jakarta esok hari.
Tidak lupa Tuan Castillo juga
titip salam untuk istri dari Rayen. Dan pesam Tuan Castillo jangan sampai lupa
apa yang telah diputuskan oleh Rayen dan Tuan Castillo. Mr. Viencent dan Vivi
saling pandang. Ada apa sebenarnya. Apa yang diputuskan oleh dua bos besar
mereka yang tanpa sepengetahuan mereka berdua.
Semua pasti bertanya Tanya……
.
.
__ADS_1
Jawabanya tunggu episode
selanjutnya ya……..