
Roda kehidupan terus berputar, pagi itu di Jakarta. Rayen kembali terbangun dari tidurnya yang sendirian di kamar yang indah dan besar.
Pagi itu dia terbangun lebih awal. Udara pagi masih terasa cukup dingin. Rayen tiba tiba teringat istrinya. Sudah tiga hari istrinya ke Nevada bersama Bi Minah untuk menemani mertuanya Tuan Tito melakukan pengobatan atas penyakit Tuan Tito. Ah, seandainya Maureen ada disini, pasti pagi ini tak akan sesepi ini.
Rayen kemudian bergegas ke kamar mandi. Dia ingin membersihkan tubuhnya. Capek, lelah seharian kemarin sampai sampai tidak sempat untuk mandi. Namun belum sempat dia melangkah ke kamar mandi, mendadak ponsel yang ada disampingnya berbunyi.
Kriiing.....kring.....kring.....
Terlihat di layar ponsel itu, "my wife". Ah, ternyata istrinya Maureen yang menelepon. Apa dia merasa ya kalau Rayen sedang memikirkannya?
"Hallo bunda sayang, selamat pagi?" kata Rayen menyapa Maureen yang ada di ujung telepon.
"Selamat malam Ray sayang. Disini kan baru mau malam. Bukan pagi seperti di Jakarta" kata Maureen dengan manja.
"Waduh, iya aku lupa sayang. Gimana nih, bunda sehat sehat saja kan?" tanya Rayen sambil tersenyum sendiri. Dia memang lupa kalau di Nevada sekarang masih menjelang mlam hari.
__ADS_1
"Maureen sehat sehat saja kok. Saat ini sedang bersama Bi Minah di kontrakan. Tadi baru saja bertemu dengan tim dokter yang menangani penyakit ayah. Ini baru saja sampai di kontrakan" kata Maureen.
"O, ya? Bagaimana kabar ayah Tito bun? Apakah sudah ada rencana untuk penanganan penyakitnya?"tanya Rayen.
"Sudah Ray. Rencananya besok sorevakan dilakukan operasi pengangkatan sel kankernya. Setelah itu, dilihat kondisinya dulu dua atau tiga hari. Jika dirasa sudah stabil, kondisinya, maka kami akan pulang ke Jakarta" kata Maureen.
Maureen kemudian menjelaskan kondisi ayahnya dengan detail. Tentang apa saja saran dokter di sana, dan penanganan pasca operasi.
"Syukurlah bunda kalau ayah Tito sudah mendapatkan penanganan yang baik. Terus bagaimana dengan kandungan bunda? Apakah masih sering mual mual?" tanya Rayen.
"Ya pasti tidak dong. Anak bunda kan paling tahu kondisi bundanya kayak apa. Tahu kalau bundanya lagi sibuk ya tidak rewel. Kata orang meski masih dalam kandungan. bayi itu juga sudah bisa merasakan seperti orang dewasa" kata Maureen sok bijak.
Sebenarnya mereka masih ingin ngobrol lama . Masing masing menyimpan rindu yang berat. Namun karena Rayen harus berangkat ke kantor di pagi itu, sedangkan Maureen juga harus beristirahat di malam waktu Nevada, akhirnya terpaksa mereka mengakhiri obrolannya.
Rayen kemudian melangkah ke kamar mandi. Dia mandi agak lama, berharap agar badannya lebih segar pagi ini. Dia masih penasaran dengan defisitnya neraca keuangan beberapa anak perusahaan KSM Group. Rayen bertekad akan mencari tahu biang keladi penyebabnya. Rayen berharap, sebelum Maureen pulang ke Jakarta, dia sudah berhasil mengungkap siapa dalang dibalik semua ini.
__ADS_1
Setelah mandi, dia bergegas berangkat ke kantor. Hari itu dia sengaja tidak memesan cattering dari restoran kepunyaan Maureen. Rayen ingin menyingkat waktu dengan sarapan di kantor saja. Kebetulan dia sudah minta tolong pada sekretarisnya, Vivi untuk dipesankan sarapan, karena selepas dari kantor Putra Company, Rayen ingin langsung menuju kantor KSM Group. Tujuannya adalah menjalankasn misinya mengungkap dalang dibalik defisitnya anggaran pada anak perusahaan KSM Group.
Perjalanan menuju kantor pagi ini cukup menyita waktu. Beberapa kali Rayen harus melambatkan mobilnya karena banyaknya orang berkumpul. Ah, ada apa lagi ini?
Dari beberapa titik ruas jalan yang dilalui Rayen, diketahui bahwa ternyata hari ini ada demo. Ah, Jakarta Jakarta. Kenapa menyampaikan aspirasi saja harus disertai dengan demo baru didengar pemangku jabatan. Tapi biarlah, itu urusan mereka. Urusan Rayen adalah secepatnya sampai di kantor, menyelesaikan pekerjaan kantornya. Setelah itu, kembali melanjutkan investigasinya, mencari tahu penyebab defisitnya neraca keuangan anak perusahaan milik istrinya.
.
.
.
Mampukah Rayen membuka misteri dibalik bangkrutnya KSM Group?
Berhasilkah Tuan Besar Tito dalam menjalani operasi pengangkatan kanker otak stadium 4 di Nevada?
__ADS_1
Ikuti lanjutan kisahnya, jangan lupa dukung vote agar cerita ini terus berlanjut
selamat membaca......