
Maureen telah menjalankan kehidupan seperti sediakala yakni bekerja sehari hari, kali ini ia pekerjaannya dibantu oleh Rakha dan Chika yang tentunya menjadi lebih gampang karea apa? ya karena Chika dan Rakha sangat berbakat dalam dunia Bisnis.
" Bagaimana kemajuan proyek kita?" tanya Maureen kepada Chika dan Rakha yang duduk disofa ruang kerjanya.
" Sangat bagus, kita mampu menarik para investor luar negeri dalam bisnis propeti ini, mungkin kita akan mendapat untung 10 x Lipat," ucap Rakha menjelaskan.
" Baguslah, kinerja kalian luar biasa!" ucap Maureen sambil mengancungkan jempol.
" Kali ini kita pindah topik pembahasan? bagaimana pergerakan ALX Company?" lanjut Maureen menanyakan tentang Tuan Alexo daj Johanes Alexo yang ingin bersaing beberapa proyek dengan KSM Group.
" Laki laki tua dan anaknya itu semakin gila! mereka ingin berebut proyek dengan kita!" Chika menjawab dengan kadar emosi yang tinggi,.
" Heeem, baiklah ayo kita ke perusahaan Rayen! kita bahas ini disana!" ucap Maureen sambil berdiri.
Maureen berjalan diikuti oleh Chika dan Rakha dibelakangnya.
" Jalan disamping kenapa? jangan dibelakang!" ucap Maureen sambil menarik Rakha dan Chika kesampingnya.
Mereka ketawa ketiwi sambil berjalan beriiringan Membuat siapapun yang melihatnya iri, bagaimanapun Atasan dan bawahan akrab seperti itu langka.
Maureen berhenti ketika melihat segerombolan karyawatinya berbisik bisik.
" Lihat itu Presdir kita sama Sekertaris dan Asistennya seperti keluarga!" ucap lirih salah seorang karyawati tetapi tetap bisa didengar oleh Maureen, Rakha dan Chika.
Maureen menatap dingin mereka, entah karena apa Maureen menatap Beberapa karyawati yang daritadi bergosip.
" Sudah bosan bekerja?" tanya Maureen dengan nada dingin.
" ti-dak pre-s dir" ucap karyawati itu gelagapan.
__ADS_1
" Jika bosan boleh angkat kaki! dan jika tidak lanjytkan bekerja, dan kalian semua harus tau Rakha Dan Chika bukan hanya orang kepercayaanku tetapi mereka sahabatku dari sebelum aku memegang kendali atas KSM group!" ucap Maureen dengan nada dingin dan tegas layaknya seorang bos, Tanpa melanjutkan kata katanya Maureen berbalik dan meraih tangan Rakha dan Chika untuk melanjutkan perjalanannya.
Rakha menyetir mobil Maureen , melajukan kearah perusahaan Rayen ,
Sesampainya di sebuah gedung pencakar langit yang bertuliskan PT. PUTRA Company, yang mungkin lebih tinggi dari perusahaan Maureen itu Mobil Maureen masuk kearea parkir khusus presdir,Selain mobil Rayen disana Ada sebuah mobil yang tidak asing tetapi Maureen tidak dapat mengingat siapa pemiliknya.
Maureen tidak ambil pusing ia keluar dan berjalan menuju kelantai 30 dimana ruangan Rayen berada diikuti oleh Chika dan Rakha dibelakang, sepanjang perjalanan para Karyawan membungkuk hormat, ya karena mereka tau Maureen adalah pemegang saham sekaligus tunangan Rayen Presdir Mereka.
Maureen, Rakha dan Chika masuk kedalam lift khusus presdir setelah menekan angka 30 lift itu perlahan lahan bergerak menuju tempat tujuan.
sesampainya didepan ruangan Presdir yang tak lain adalah ruangan Rayen, Azar dan Abellia kaget melihat kedatangan Maureen, Rakha dan Chika, tak lama kemudian wajah mereka pucat.
" Kalian kenapa menatapku sperti itu?" tanya Maureen kepada Azar dan Rayen.
" Di dalam ada Viona Alexo reen," ucap Abellia menunduk.
" Kesempatan! biar aku yang menanganinnya!" ucap Maureen sambil mendorong pintu besar ruangan Presdir tanpa mengetuknya terlebih dahulu, Kemudian Maureen masuk perlahan diikuti Oleh Rakha, Azar, Abellia dan Chika.
" Kamu tau nona Maureen? dia hanya milikku?" ucap Viona dengan nada berani.
" Cih, jangan bermimpi Viona Alexo, aku hanya mencintai Maureen!" ucap Rayen tegas dan mendekati Maureen,
"Cup, Rayen mencium kening Maureen yang membuat teman temannya tersenyum tetapi tidak dengan Viona yang terlihat merah padam.
" Daddy dan Kakakku memliki kekuasaan penuh, jangan sampai mereka menghancurkan kalian!" ucap Viona menantang.
" Cih" maureen berdecih.
" ihh takut!" ucap Chika mengejek.
__ADS_1
" Nona Viona, Biar saya tunjukkan apa itu kekuasaan sebenarnya?" ucap Maureen tenang, ia menarik Rayen berjalan menuju kursi peresdir dan menyuruh Rayen duduk kemudian ia duduk dipangkuan Rayen,
" Sialan!" ucap Viona tidak tahan.
" Kalian ber empat kemari!" ucap Maureen memanggil Rakha dan yang lainnya.
" Iya presdir!" jawab Formal Rakha.
" Rakha dan Chika, tarik semua saham dan Investasi KSM group di Alx company, dan serahkan rekaman cctv kepada Johanes Alexo tunjukkan bagaimna adiknya melawan seorang Maureen Tirta Kusuma tanpa persiapan!" ucap Maureen datar.
" Baik Presdir!" ucap Rakha dan Chika sambil berbalik dan pergi.
" Sementara kamu Azar dan Abellia kemarilah ada tugas khusus untukmu!" ucap Maureen.
Abellia mendekat kemudian Maureen berdiri dan membisikkan sesuatu " Cari bukti tentang usaha gelap Alx Company dan mari jatuhkan mereka" bisik Maureen.
Abellia paham ia mengangguk dan menarik Azar keluar,
" Tunggu saja bangrutnya Perusahaanmu Nona Viona!" ucap Maureen yang membuat viona pucat Pasi, Maureen menggandeng Rayen dan keluar dari ruangan presdir itu meninggalkan Viona Alexo yang sudah tidak berdaya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hallo Readers, Dukung karya saya dalam lomba You Are Writer 2, Berikan Vote kalian sebanyak banyaknya jangan lupa Like, Komen Dan tambahkan Favorite cerita ini.