Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Tentang Kita 10.


__ADS_3

Maureen memakai hells yang dipilih oleh Rayen, Rayen memakaikan kacamata hitam miliknya kepada Maureen.


"Apaan ini, harus pakai kacamata?"


" Ya biar kamu tidak melirik laki-laki lain!"


" Dasar posesif!"


"biarin!"


Tingkah kekanak-anakan Rayen membuat mereka semua yang disana tertawa.


Kemudian mereka semua keluar dari tempat tersebut. Maureen menarik koper miliknya yang sudah disiapkan kemarin, begitu juga dengan Abellia. Tetapi Rayen mengambil alih koper itu dan membawanya, begitu juga dengan Azar.


" Mampir kerumahku dulu ya?" ajak Chika.


" Sebentar saja, dan kamu Rak, jika mau ikut bersama suruh orangmu buat nganterin alat alatmu" jawab Maureen.


" ok siap" sahut Rakha.


Mereka semua keluar dari rumah Maureen, Rayen sengaja mengajak Maureen semobil dengannya, sementara Chika, , Abellia dan Rakha semobil dengan Azar.


" Come on" mereka berteriak, dua mobil mewah itu berjalan beriringan, Rayen memperhatikan Maureen sambil mengemudi.


" Apa kamu yakin ninggalin aku Reen?"


" Hemmz, bentar lagi aku wisuda Ray, dan perlu kamu ingat aku tidak akan pulang jika mendengar berita kamu mau menikahi Viona, jadi sebaik mungkin jauhi Viona demi aku!"


" Tuan putri, baiklah, segera mungkin aku akan pergi, dan juga akan menyelesaikan studyku di Amerika".

__ADS_1


"baiklah jika begitu!" (melepas kacamata).


" Aku sangat bahagia, bisa sedekat ini denganmu honey!"


" ya aku juga, sebaiknya kamu juga terus memberiku kabar,"


" baik honey".


Mobil yang mereka tumpangi masuk kehalaman rumah Chika, rumah Chika tidak jauh berbeda dengan rumah Maureen. Cukup megah, ,Chika, Dan yang lainnya sudah sampai lebih dahulu.


"Hallo tante, bagaimana kabarnya"


(sapa maureen sambil mencium punggung tanggan ibunya Chika disusul oleh Rayen).


"Tante baik baik saja sayang, apakah benar Chika mau ikut pesawat Kusuma Reen?"


"Baiklah, dan kamu Rakha kamu harus jaga kedua princes mama?"


" Baik ma" jawab Rakha.


Mereka pamit untuk berangkat karena setengah jam lagi pesawat Maureen akan Berangkat, walau berat Rayen mengizinkan Maureen untuk kembali ke Brithania Raya, Inggris.


Mobil mereka berjalan beriringan menuju ke Bandara.


" Jangan lupakan aku Reen!" kata Rayen memulai pembicaraan.


" Tidak akan, kecuali kamu memulainya".


" Maafkan aku honey, aku memberikan luka yang teramat sakit untukmu".

__ADS_1


" i'm fine, oh ya jangan lupa dengan janjimu"


" aku tidak akan lupa.


Mobil mereka beriringan masuk bandara, Rayen memarkirkan mobilnya,!"


Mereka tak langsung turun Rayen memeluk Maureen, dia mengecup bibir Maureen "Cup" setelah itu Rayen memberikan cupangan dileher Maureen


"Apaan sih Ray, malu tau?"


"Ini tanda kepemilikanku Honey," (sambil memeluk Maureen).


Pelukan hangat tidak berlangsung lama, dibuyarkan ketika ada yang mengetuk jendela mobil. Rayen menurunkan kaca mobilnya, , disana sudah ada Chika yang merengut "Kamu mau ketinggalan pesawat Reen?"


"tidak tidak Chika, aku turun sekarang!"


Maureen turun dari mobil Rayen, diikuti Rayen yang membawa koper Maureen, Mata Rayen merah terlihat dia akan menangis saat mengikuti Maureen menuju pesawatnya.


"Ini pesawat kami Ray, milik Kusuma"


"kelihatannya tuan Tito memberimu sebuah keistimewaan Reen!'"


" Terima Kasih Ray, tapi Tuan tito itu adalah ....."


" Bos dari ayah maureen" sahut Chika cepat.


"baiklah, kalian silahkan lanjutkan pembicaraan. aku akan meminta Abellia dan Azar naik ke dalam pesawat menaruh koper kita" lanjut Chika.


Mereka yang tau kode dari Chika segera mengikutinya,

__ADS_1


__ADS_2