
Minggu pagi, cuaca sangat cerah membelah langit kota Jakarta
pagi ini. Namun tidak bagi Rayen. Besuk adalah hari ulang tahun Maureen. Tapi sampai
saat ini, dia belum tahu Maureen ada dimana. Memang sudah ada titik terang
bahwa Maureen sudah menghubungi Vivi dan bahkan sudah meminta Vivi untuk masuk
kantor besuk. Artinya besar kemungkinan, besuk Maureen akan masuk kantor dan
akan berkunjung ke Putra Company untuk menemui Vivi dan menyelesaikan masalah. Karena
sudah menjadi sifat Maureen, meski dia adalah big boss dari KSM Group, tapi
sifat rendah hati, sifat menghargai orang lain dan sifat selalu mengalahnya
tetap terpelihara sampai saat ini. Rayen sangat bangga dengan sifat sifat
Maureen yang sangat baik.
Tiba tiba kriiinggg…. Kriinggg… kriiingg…..
Telepon di ruang kerja Rayen berdering. Bi Minah segera
muncul dari dapur dan mengambil gagang telepon.
“Hallo, selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu?” kata Bi
Minah.
“Maaf, Bapak Presdir apa ada bi? Ini Silvi dari Staf Putra
Company”, ujar suara wanita yang ada di seberang telepon, yang ternyata adalah
staf Putra Company yang bernama Silvi.
“O, Bu Silvi. Sebentar bu, saya panggilkan Tuan Rayen dulu”,
kata Bi Minah.
“Baik Bi, terima kasih”, kata Silvi.
Bi Minah bergegas menuju ke tempat Rayen tengah duduk di
beranda sambil pikirannya masih menerawang memikirkan istrinya.
“Maaf Tuan Rayen”, kata Bi Minah setelah di dekat Rayen.
“Ada apa Bi?”, Tanya Rayen.
“Maaf ada telepon dari Kantor. Kalo tidak salah namanya, ehm…..
non Silvi”, kata Bi Minah.
“O, iya Bi. Terima kasih. Bibi boleh melanjutkan pekerjaan
Bibi”, kata Rayen sembari meraih wireless telepon yang ada di dekatnya.
Bi Minah membungkuk, kemudian berlalu untuk melanjutkan
pekerjaannya pagi ini.
“Hallo Silvi, ada yang penting pagi ini, sehingga harus
menghubungi aku sepagi ini?”, Tanya Rayen.
“Maaf Pak Presdir. Saya terpaksa menghubungi Bapak, karena
ada hal penting yang ingin saya sampaikan. Mengenai Nyonya Presdir”, kata Silvi
di ujung telepon.
“O iya? Apakah sudah ada kabar tentang Bu Presdir, Sil?” Tanya
Rayen.
“Benar Pak Presdir. Ibu Presdir melalui sekretarisnya
saudari Zhang mengirimkan telegram bahwa besuk akan berkunjung ke Putra
Company. Untuk melihat perkembangan perusahaan serta ada hal penting yang ingin
beliau sampaikan”, jelas Silvi.
“Apakah ibu tidak mengatakan dimana sekarang dan kapan
beliau pulang Sil?” Tanya Rayen.
“Maaf Pak, Ibu hanya mengatakan bahwa selama sepekan ini
beliau meninjau perusahaannya yang ada di New York. Dan kemarin sudah bertolak
dari bandara John F Kennedy Intl. Kemungkinan nanti sore beliau sudah sampai di
Jakarta. Tapi beliau tidak mengatakan apakah langsung pulang atau tidak. Cuma mengatakan
besuk akan mengunjungi Putra Company. Mohon dipersiapkan laporan neraca
keuangan Putra Company”, jelas Silvi.
“Apakah kamu sudah menelepon Vivi, terkait hal ini Sil?” Tanya
__ADS_1
Rayen.
“Belum Pak. Bukankah Ibu Vivi kemarin dinonaktifkan dari
perusahaan Pak?” Tanya Silvi.
“Betul Sil, tapi ibu sudah menelepon Vivi dan mengatakan
bahwa bahwa Vivi diminta untuk kembali bekerja di posisinya yang kemarin”, jelas
Rayen.
“Baiklah Pak. Nanti sebentar lagi akan saya hubungi Ibu Vivi”
jawab Silvi.
“Sekalian tolong kasih tau Vivi, supaya nanti siang dia
menemui saya di rumah, sekaligus mempersiapkan file untuk laporan ke Ibu
Presdir besuk”, kata Rayen.
“Baik Pak, akan saya laksanakan”, kata Silvi.
“Terima kasih Silvi. Selamat menjalankan tugas” kata Rayen
sembari menutup pembicaraan telepon pagi ini.
Kabar baik bagi Rayen. Hari ini dia sudah mendapat
keterangan tentang keberadaan Maureen selama ini. Ternyata dia pergi ke New
York, menengok perusahaannya yang ada disana. Dan memang, untuk melacak
keberadaan Maureen jika ke luar negeri memang bukan perkara mudah. Karena kebiasaan
Maureen jika ke luar negeri selalu menggunakan pesawat pribadi. Alasannya adalah
untuk menghemat waktu dan agar dia bisa mengetahui riil dari perusahaannya. Bukan
asal dapat laporan yang sudah dipersiapkan jauh jauh hari, yang hanya menulis
yang baik baik saja.
Seperti hari ini, Rayen dibuat kalang kabut dengan laporan
neraca keuangan yang ditanyakan Maureen hari ini untuk ditinjau besuk. Padahal saat
ini Vivi baru saja dinonaktifkan seminggu gara gara insiden kemarin. Belum lagi
fluktuasi saham Putra Company seminggu terakhir yang anjlok akibat trending
topic perselingkuhan Rayen dan Vivi. Ditambah dengan perbaikan kontrak dari
tersebut.
Sungguh akan jadi hari yang melelahkan bagi Rayen. Belum lagi
rencana kejutan yang akan dibuat oleh Rayen di ulang tahunnya besuk.
Ah, sungguh sangat melelahkan……..
Bukankah Rayen suaminya Maureen? Berarti bisa dong,
laporannya dibuat kapan kapan saja, biar selesai dulu?
Ups, Maureen bukan tipe seperti
itu.
Family
is family, business is business.
this
means that in a company, all have the same rights and obligations
Maureen
berprinsip, keluarga adalah keluarga, bisnis adalah bisnis. Setiap pelaku
bisnis punya hak dan kewajiban yang sama.
Meskipun
Rayen adalah suami dari Maureen, tapi dalam struktur perusahaan, Pura Company
adalah anak perusahaan KSM Group. Jadi Rayen sebagai Presdir dari Putra
Company, harus melaporkan perjalanan perusahaan yang dia pimpin kepada Presdir
KSM Group..
.
.
.
Kita
__ADS_1
tinggalkan Rayen yang sedang super pusing dengan ulah Maureen terhadap dirinya
dan perusahaannya. Kini kita tengok yang ada di rumah Vivi. Wanita cantik yang
beberapa hari ini mendadak viral karena diduga terlibat cinta segitiga dengan
Presdir Putra Company.
Pagi
itu, ketika Vivi baru saja mandi dan menikmati sarapan bubur hangat bikinan special
ibunda tercinta, tiba tiba dia dikejutkan oleh telepon dari kantor Putra
Company.
Siapa
lagi kalo bukan Silvi, yang memberitahu perihal akan adanya kunjungan mendadak
dari Presdir KSM Group, yang akan meninjau perkembangan perusahaan sekaligus
meliat laporan neraca keuangan dari Putra Company besuk.
Astaga
Vivi, mimpi apa kamu semalam, sehingga harus kembali menemui masalah yang cukup
pelik kali ini.
Antara
bingung dan bingung. Jika laporan keuangan itu diminta besuk, artinya siang ini
harus sudah mulai disusun laporan itu. Dan artinya, hari ini dia harus bertemu
Rayen. Dan benar, menurut Silvi, dia disuruh menghadap Presdir Putra Company
siang ini. Dan itu dirumahnya. Karena justru jika di kantor akan tidak mungkin,
karena hari ini adalah hari minggu, saatnya kantor libur.
Belum
lagi jika ada wartawan yang mengetahui kedatangan Vivi di kantor, tentu akan
jadi gossip baru. Sungguh sesuatu yang sangat berat.
Satu
satunya jalan adalah mengerjakan laporan keuangan itu di rumah atasannya,
Presdir Putra Company, Rayen Brilliant Putra. Karena laporan ini hanya bisa
dibuat jika Vivi dan Rayen bertemu. Kenapa bisa begitu? Karena peristiwa
kemarin, mengakibatkan fluktuasi saham Putra Company dan perbaikan nilai
kontrak dari Putra Company dengan perusahaan kolega yang lain.
Ya,
ternyata Vivi lebih pusing lagi dibanding Rayen.
.
.
.
Apakah
Vivi akan ke rumah Rayen untuk menyusun laporan keuangan perusahaan yang
diminta Maureen hari ini?
Apakah
ini bagian dari strategi tersembunyi Maureen kemarin?
Apakah
Rayen akan betul betul member kejutan di ulang tahun Maureen yang tinggal
menghitung jam besuk?
Apakah
Rayen dan Vivi berhasil melalui ujian hari ini…..
Sungguh
akan menjadi hari yang sangat melelahkan……
Semoga
pembaca setia menanti…..
.
.
Selamat
siang
__ADS_1