Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 10


__ADS_3

 


 


Minggu pagi, cuaca sangat cerah membelah langit kota Jakarta


pagi ini. Namun tidak bagi Rayen. Besuk adalah hari ulang tahun Maureen. Tapi sampai


saat ini, dia belum tahu Maureen ada dimana. Memang sudah ada titik terang


bahwa Maureen sudah menghubungi Vivi dan bahkan sudah meminta Vivi untuk masuk


kantor besuk. Artinya besar kemungkinan, besuk Maureen akan masuk kantor dan


akan berkunjung ke Putra Company untuk menemui Vivi dan menyelesaikan masalah. Karena


sudah menjadi sifat Maureen, meski dia adalah big boss dari KSM Group, tapi


sifat rendah hati, sifat menghargai orang lain dan sifat selalu mengalahnya


tetap terpelihara sampai saat ini. Rayen sangat bangga dengan sifat sifat


Maureen yang sangat baik.


Tiba tiba kriiinggg…. Kriinggg… kriiingg…..


Telepon di ruang kerja Rayen berdering. Bi Minah segera


muncul dari dapur dan mengambil gagang telepon.


“Hallo, selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu?” kata Bi


Minah.


“Maaf, Bapak Presdir apa ada bi? Ini Silvi dari Staf Putra


Company”, ujar suara wanita yang ada di seberang telepon, yang ternyata adalah


staf Putra Company yang bernama Silvi.


“O, Bu Silvi. Sebentar bu, saya panggilkan Tuan Rayen dulu”,


kata Bi Minah.


“Baik Bi, terima kasih”, kata Silvi.


Bi Minah bergegas menuju ke tempat Rayen tengah duduk di


beranda sambil pikirannya masih menerawang memikirkan istrinya.


“Maaf Tuan Rayen”, kata Bi Minah setelah di dekat Rayen.


“Ada apa Bi?”, Tanya Rayen.


“Maaf ada telepon dari Kantor. Kalo tidak salah namanya, ehm…..


non Silvi”, kata Bi Minah.


“O, iya Bi. Terima kasih. Bibi boleh melanjutkan pekerjaan


Bibi”, kata Rayen sembari meraih wireless telepon yang ada di dekatnya.


Bi Minah membungkuk, kemudian berlalu untuk melanjutkan


pekerjaannya pagi ini.


“Hallo Silvi, ada yang penting pagi ini, sehingga harus


menghubungi aku sepagi ini?”, Tanya Rayen.


“Maaf Pak Presdir. Saya terpaksa menghubungi Bapak, karena


ada hal penting yang ingin saya sampaikan. Mengenai Nyonya Presdir”, kata Silvi


di ujung telepon.


“O iya? Apakah sudah ada kabar tentang Bu Presdir, Sil?” Tanya


Rayen.


“Benar Pak Presdir. Ibu Presdir melalui sekretarisnya


saudari Zhang mengirimkan telegram bahwa besuk akan berkunjung ke Putra


Company. Untuk melihat perkembangan perusahaan serta ada hal penting yang ingin


beliau sampaikan”, jelas Silvi.


“Apakah ibu tidak mengatakan dimana sekarang dan kapan


beliau pulang Sil?” Tanya Rayen.


“Maaf Pak, Ibu hanya mengatakan bahwa selama sepekan ini


beliau meninjau perusahaannya yang ada di New York. Dan kemarin sudah bertolak


dari bandara John F Kennedy Intl. Kemungkinan nanti sore beliau sudah sampai di


Jakarta. Tapi beliau tidak mengatakan apakah langsung pulang atau tidak. Cuma mengatakan


besuk akan mengunjungi Putra Company. Mohon dipersiapkan laporan neraca


keuangan Putra Company”, jelas Silvi.


“Apakah kamu sudah menelepon Vivi, terkait hal ini Sil?” Tanya

__ADS_1


Rayen.


“Belum Pak. Bukankah Ibu Vivi kemarin dinonaktifkan dari


perusahaan Pak?” Tanya Silvi.


“Betul Sil, tapi ibu sudah menelepon Vivi dan mengatakan


bahwa bahwa Vivi diminta untuk kembali bekerja di posisinya yang kemarin”, jelas


Rayen.


“Baiklah Pak. Nanti sebentar lagi akan saya hubungi Ibu Vivi”


jawab Silvi.


“Sekalian tolong kasih tau Vivi, supaya nanti siang dia


menemui saya di rumah, sekaligus mempersiapkan file untuk laporan ke Ibu


Presdir besuk”, kata Rayen.


“Baik Pak, akan saya laksanakan”, kata Silvi.


“Terima kasih Silvi. Selamat menjalankan tugas” kata Rayen


sembari menutup pembicaraan telepon pagi ini.


Kabar baik bagi Rayen. Hari ini dia sudah mendapat


keterangan tentang keberadaan Maureen selama ini. Ternyata dia pergi ke New


York, menengok perusahaannya yang ada disana. Dan memang, untuk melacak


keberadaan Maureen jika ke luar negeri memang bukan perkara mudah. Karena kebiasaan


Maureen jika ke luar negeri selalu menggunakan pesawat pribadi. Alasannya adalah


untuk menghemat waktu dan agar dia bisa mengetahui riil dari perusahaannya. Bukan


asal dapat laporan yang sudah dipersiapkan jauh jauh hari, yang hanya menulis


yang baik baik saja.


Seperti hari ini, Rayen dibuat kalang kabut dengan laporan


neraca keuangan yang ditanyakan Maureen hari ini untuk ditinjau besuk. Padahal saat


ini Vivi baru saja dinonaktifkan seminggu gara gara insiden kemarin. Belum lagi


fluktuasi saham Putra Company seminggu terakhir yang anjlok akibat trending


topic perselingkuhan Rayen dan Vivi. Ditambah dengan perbaikan kontrak dari


tersebut.


Sungguh akan jadi hari yang melelahkan bagi Rayen. Belum lagi


rencana kejutan yang akan dibuat oleh Rayen di ulang tahunnya besuk.


Ah, sungguh sangat melelahkan……..


Bukankah Rayen suaminya Maureen? Berarti bisa dong,


laporannya dibuat kapan kapan saja, biar selesai dulu?


Ups, Maureen bukan tipe seperti


itu.


 


 


Family


is family, business is business.


this


means that in a company, all have the same rights and obligations


Maureen


berprinsip, keluarga adalah keluarga, bisnis adalah bisnis. Setiap pelaku


bisnis punya hak dan kewajiban yang sama.


Meskipun


Rayen adalah suami dari Maureen, tapi dalam struktur perusahaan, Pura Company


adalah anak perusahaan KSM Group. Jadi Rayen sebagai Presdir dari Putra


Company, harus melaporkan perjalanan perusahaan yang dia pimpin kepada Presdir


KSM Group..


.


.


.


Kita

__ADS_1


tinggalkan Rayen yang sedang super pusing dengan ulah Maureen terhadap dirinya


dan perusahaannya. Kini kita tengok yang ada di rumah Vivi. Wanita cantik yang


beberapa hari ini mendadak viral karena diduga terlibat cinta segitiga dengan


Presdir Putra Company.


Pagi


itu, ketika Vivi baru saja mandi dan menikmati sarapan bubur hangat bikinan special


ibunda tercinta, tiba tiba dia dikejutkan oleh telepon dari kantor Putra


Company.


Siapa


lagi kalo bukan Silvi, yang memberitahu perihal akan adanya kunjungan mendadak


dari Presdir KSM Group, yang akan meninjau perkembangan perusahaan sekaligus


meliat laporan neraca keuangan dari Putra Company besuk.


Astaga


Vivi, mimpi apa kamu semalam, sehingga harus kembali menemui masalah yang cukup


pelik kali ini.


Antara


bingung dan bingung. Jika laporan keuangan itu diminta besuk, artinya siang ini


harus sudah mulai disusun laporan itu. Dan artinya, hari ini dia harus bertemu


Rayen. Dan benar, menurut Silvi, dia disuruh menghadap Presdir Putra Company


siang ini. Dan itu dirumahnya. Karena justru jika di kantor akan tidak mungkin,


karena hari ini adalah hari minggu, saatnya kantor libur.


Belum


lagi jika ada wartawan yang mengetahui kedatangan Vivi di kantor, tentu akan


jadi gossip baru. Sungguh sesuatu yang sangat berat.


Satu


satunya jalan adalah mengerjakan laporan keuangan itu di rumah atasannya,


Presdir Putra Company, Rayen Brilliant Putra. Karena laporan ini hanya bisa


dibuat jika Vivi dan Rayen bertemu. Kenapa bisa begitu? Karena peristiwa


kemarin, mengakibatkan fluktuasi saham Putra Company dan perbaikan nilai


kontrak dari Putra Company dengan perusahaan kolega yang lain.


Ya,


ternyata Vivi lebih pusing lagi dibanding Rayen.


.


.


.


Apakah


Vivi akan ke rumah Rayen untuk menyusun laporan keuangan perusahaan yang


diminta Maureen hari ini?


Apakah


ini bagian dari strategi tersembunyi Maureen kemarin?


Apakah


Rayen akan betul betul member kejutan di ulang tahun Maureen yang tinggal


menghitung jam besuk?


Apakah


Rayen dan Vivi berhasil melalui ujian hari ini…..


Sungguh


akan menjadi hari yang sangat melelahkan……


Semoga


pembaca setia menanti…..


.


.


Selamat


siang

__ADS_1


__ADS_2