
Sementara itu, Rayen masih sibuk menganalisa semua temua
yang didapat dalam investigasinya terhadap keuangan KSM Group. Beberapa temuan
mengerucut ke satu orang. Beberapa kwitansi pembayaran dan nota keuangan juga
mengerucut ke satu orang. Tapi apa iya sih dia tega melakukan itu?
Rayen sangat berharap, dia bisa menyelesaikan pekerjaan ini
sebelum Maureen pulang ke Jakarta. Dia ingin membuat kejutan untuk Maureen dengan
melakukan hal besar di saat Maureen sangat membutuhkan bantuan. Rayen ingat,
beberapa waktu yang lalu, saat hari ulang tahun Maureen, dia sudah gagal
memberikan kado istimewa. Ya, bungkusan warna coklat yang ditaruhnya diatas
meja. Sampai sekarang bungkusan itu masih raib entah dimana. Padahal isinya
adalah sesuatu yang special untuk istrinya.
Rayen tidak ingin mengulang untuk kedu kalinya. Dalam pikirannya,
hari ini apa yang direncanakan harus berhasil. Dia ingin membuat Maureen dan
Tuan Tito, ayah mertuanya bangga dan merasa beruntung memiliki dia.
.
Pagi itu Rayen sudah merapikan pakaiannya. Hidup sendiri di
rumah semewah dan semegah itu pada awalnya canggung. Bagaimana tidak,
sebelumnya ada Bi Minah yang selalu menyiapkan sarapan dan makanan untuk dia. Ada
Maureen yang menemani dia saat berada dipembaringan menemani sepanjang malam. Dan
beberapa hari ini semua dikerjakan sendiri. Ditambah dengan beban 3 perusahaan
besar yang berada di pundaknya. Perusahaan miliknya sendiri, KSM Group dan juga
perusahaan milik mertuanya yang walaupun sudah dipercayakan pada orang, tapi
juga harus dikontrol. Sungguh suatu tugas yang teramat berat bagi Rayen.
Belum ditambah dengan beban dia untuk membongkar oknum yang
mempermainkan keuangan di KSM Group.
Setelah mempersiapkan diri, Rayen segera berangkat ke
kantor. Seperti biasa, hari ini dia ingin sarapan di kantor. Rayen sudah
memesan Gudeg ala ibunya Vivi yang memang rasanya enak untuk sarapan paginya. Dia
segera memacu mobilnya membelah jalanan ibukota untuk menuju ke kantor Putra
Company.
.
.
Pagi itu di kantor Putra Company, Vivi sudah datang lebih
awal. Si gadis sederhana itu penampilannya agak lain pagi ini. Beberapa pasang
mata staf dan karyawan Putra Company agak terkesima dengan penampilan baru
Vivi.
Baru saja Vivi akan masuk ke ruang kerjanya, dari arah
halaman kantor nampak sebuah mobil yang dikendarai oleh Bos Presdir Putra
Company, Rayen Briliant Putra.
Nampak Rayen keluar dari mobil, kemudian menyerahkan kunci
__ADS_1
mobil pada seorang karyawan untuk kemudian memarkir kendaraan itu di tempat
yang sudah disediakan.
Saat melangkah menuju kantor itulah, mata Rayen sedikit
terbelalak. Itu Vivi kan? Sekretarisnya? Wah, penampilannya luar biasa. Ternyata
jika dandan Vivi sangat cantik ya? Pantesan saja Maureen begitu cemburu melihat
Rayen menggandeng tangan Vivi waktu di mall dulu.
“Selamat pagi Pak Presdir” sapa Vivi
“Pagi Vi, wah cantik banget penampilanmu pagi ini. Kelihatannya
ada yang istimewa ya pagi ini?” kata Rayen yang benar benar kaget dengan
penampilan Vivi. Dalam hati kecilnya dia mengakui bahwa Vivi memang cantik.
“O, iya Pak Presdir. Kemarin saya lupa memberitahu, bahwa
hari ini perusahaan dari Mexico itu akan datang kembali ke sini. Untuk melakukan
rancangan awal kerjasama kedua dengan perusahaan kita. Maaf Pak Presdir,
kemarin saya tidak sempat memberitahukan hal ini, karena Pak Presdir kemarin
tidak ke kantor” kata Vivi.
“Iya Vi, kemarin saya ada kepentingan di KSM Group. Makanya kemarin
saya tidak sempat untuk ke kantor sini. Sebenarnya hari ini juga masih ada yang
harus saya kerjakan disana. Tapi jika ada utusan dari perusahaan Mexico ya biar
saya tangguhkan besok saja untuk acara di KSM Group. Hari ini kita fokus di
Putra Company saja” kata Rayen.
“Iya Pak. Menurut rencana mereka akan kesini sekitar pukul
10.00. Dari keterangan mereka, sekarang mereka sudah berada di salah satu hotel
O, iya pak. Sarapan untuk Bapak sudah saya siapkan di tempat biasa. Maaf, tadi
agak terburu buru untuk menyiapkan. Ibu saya kurang enak badan, jadi saya
mencoba memasak untuk Pak Presdir” kata Vivi
“Wah, kamu bisa masak juga Vi? Tentu beruntung besok suamimu
ya, sudah cantik, jago masak juga” puji Rayen.
“Gimana Pak Presdir bisa tahu kalau jago masak, kan
masakannya saja belum diincipi? Pak Presdir ini lucu ya?” kata Vivi
“Dari aromanya saja saya sudah tahu Vi, masakan mu itu
aromanya sama dengan aroma masakan ibumu, pasti rasanya hampir sama. Itu firasatku”
kata rayen sambil melangkah menuju tempat biasanya dia sarapan.
“Iya Pak Presdir, semua resep adalah hasil dari apa yang
telah diajarkan ibu pada saya. Tapi maaf, karena saya baru saja belajar
memasak, jadi pasti banyak kekurangannya” kata Vivi.
Sampai di meja makan, Rayen meraih sebuah garpu, kemudian
ditusuknya sebuah potongan nangka muda yang ada dimasakan itu. Gudeg ini memang
berasal dari buah nangka yang masih muda, yang dimasak dengan bumbu bumbu
tertentu khas Jogyakarta. Ehm……
“Sudah kuduga, rasanya pasti enak. Ya sudah Vi, kamu siapkan
__ADS_1
berkas untuk nanti siang. Saya mau sarapan dulu” kata Rayen
“Baik Pak” kata Vivi sambil berjalan menuju ke tempat
kerjanya.
Sementara Ryen melanjutkan sarapannya. Rayen berfikir,
seandainya kolega perusahaan Mexico itu mencicipi masakan itu, pasti dia akan
tertarik.
“Vi, gimana kalau nanti tamu kita, kita suguhi Gudeg ala
Jogya. Terus diselingi dengan langgam Jawa atau gending Jawa. Saya kok jadi
terinspirasi untuk membuat suasana etnic di pertemuan nanti. Kalau ala Betawi
kan sudah sering kita lakukan. Sekarang ala Jawa. Kamu saya beri tugas untuk
menata dekorasi dan musiknya, karena kamu yang faham music etnich jawa” kata
Rayen yang tiba tiba terinspirasi membuat suasana tradisional di pertemuan
nanti.
“Tidak apa apa Pak Presdir, semua bisa kita siapkan. Untuk musik
tradisional jawa, say biasanya mengambil dari salah satu channel youtube yang
menyajikan music tradisional jawa, yaitu BHARATA FM TRENGGALEK. Nanti kita
ambilkan dari situ saja untuk mengiringi jamuan kita Pak Presdir” kata Vivi
Readers, jangan lupa mampir di chanel youtube author ya. BHARATA FM
TRENGGALEK, jangan lupa untuk like, share dan subscribe untuk mendukung author.
Vote dan like dari author untuk novel ini yan tetap ditunggu. Satu subscribe,
satu like, satu koment dan share dari readers sangat berarti bagi author.
“Baiklah Vi, semua saya serahkan sama kamu untuk merancang
sebagus mungkin acara ini. Masih ada waktu sekitar 3 jam, bagaimana Vi?” Tanya Rayen
“Saya rasa cukup Pak Presdir. Nanti biar Silvi dan beberapa
karyawan membantu saya. Semua berkas sudah saya siapkan di meja Pak Presdir. Silahkan
dilihat. Itu adalah tawaran yang kita ajukan untuk kontrak kerjasama. Saya dan
Silvi akan menyiapkan segala sesuatunya” kata Vivi
“Terima kasih Vi. Saya akan pelajari dulu berkasnya”
Suasana Putra Company pagi itu menjadi sibuk. Instruksi dari
Presdir Putra Company untuk membuat pertemuan bernuansa jawa, membuat beberapa
karyawan harus menata ulang aula pertemuan di perusahaan besar ini.
Beberapa kain batik khas jawa dipasang di beberapa sudut
ruangan. Tidak ketinggalan, ornament ornament khas jawa, beberapa gambar wayang
kulit yang menjadi ikon khas jawa dipasang di dinding,
Tidak memakan waktu lama, ruangan itu sudah disulap menjadi
ruangan yang bernuansa khas etnic jawa. Rayen yang menyaksikan ini merasa puas.
Rayen yakin bos bos besar dari perusahaan Mexico nanti pasti akan makin
tertarik pada perusahaannya untuk melakukan bisnis dan memperbesar kontrak
kerja
.
__ADS_1
.
.