Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Tiga Bag 27


__ADS_3

Sementara itu, Rayen masih sibuk menganalisa semua temua


yang didapat dalam investigasinya terhadap keuangan KSM Group. Beberapa temuan


mengerucut ke satu orang. Beberapa kwitansi pembayaran dan nota keuangan juga


mengerucut ke satu orang. Tapi apa iya sih dia tega melakukan itu?


Rayen sangat berharap, dia bisa menyelesaikan pekerjaan ini


sebelum Maureen pulang ke Jakarta. Dia ingin membuat kejutan untuk Maureen dengan


melakukan hal besar di saat Maureen sangat membutuhkan bantuan. Rayen ingat,


beberapa waktu yang lalu, saat hari ulang tahun Maureen, dia sudah gagal


memberikan kado istimewa. Ya, bungkusan warna coklat yang ditaruhnya diatas


meja. Sampai sekarang bungkusan itu masih raib entah dimana. Padahal isinya


adalah sesuatu yang special untuk istrinya.


Rayen tidak ingin mengulang untuk kedu kalinya. Dalam pikirannya,


hari ini apa yang direncanakan harus berhasil. Dia ingin membuat Maureen dan


Tuan Tito, ayah mertuanya bangga dan merasa beruntung memiliki dia.


.


Pagi itu Rayen sudah merapikan pakaiannya. Hidup sendiri di


rumah semewah dan semegah itu pada awalnya canggung. Bagaimana tidak,


sebelumnya ada Bi Minah yang selalu menyiapkan sarapan dan makanan untuk dia. Ada


Maureen yang menemani dia saat berada dipembaringan menemani sepanjang malam. Dan


beberapa hari ini semua dikerjakan sendiri. Ditambah dengan beban 3 perusahaan


besar yang berada di pundaknya. Perusahaan miliknya sendiri, KSM Group dan juga


perusahaan milik mertuanya yang walaupun sudah dipercayakan pada orang, tapi


juga harus dikontrol. Sungguh suatu tugas yang teramat berat bagi Rayen.


Belum ditambah dengan beban dia untuk membongkar oknum yang


mempermainkan keuangan di KSM Group.


Setelah mempersiapkan diri, Rayen segera berangkat ke


kantor. Seperti biasa, hari ini dia ingin sarapan di kantor. Rayen sudah


memesan Gudeg ala ibunya Vivi yang memang rasanya enak untuk sarapan paginya. Dia


segera memacu mobilnya membelah jalanan ibukota untuk menuju ke kantor Putra


Company.


.


.


Pagi itu di kantor Putra Company, Vivi sudah datang lebih


awal. Si gadis sederhana itu penampilannya agak lain pagi ini. Beberapa pasang


mata staf dan karyawan Putra Company agak terkesima dengan penampilan baru


Vivi.


Baru saja Vivi akan masuk ke ruang kerjanya, dari arah


halaman kantor nampak sebuah mobil yang dikendarai oleh Bos Presdir Putra


Company, Rayen Briliant Putra.


Nampak Rayen keluar dari mobil, kemudian menyerahkan kunci

__ADS_1


mobil pada seorang karyawan untuk kemudian memarkir kendaraan itu di tempat


yang sudah disediakan.


Saat melangkah menuju kantor itulah, mata Rayen sedikit


terbelalak. Itu Vivi kan? Sekretarisnya? Wah, penampilannya luar biasa. Ternyata


jika dandan Vivi sangat cantik ya? Pantesan saja Maureen begitu cemburu melihat


Rayen menggandeng tangan Vivi waktu di mall dulu.


“Selamat pagi Pak Presdir” sapa Vivi


“Pagi Vi, wah cantik banget penampilanmu pagi ini. Kelihatannya


ada yang istimewa ya pagi ini?” kata Rayen yang benar benar kaget dengan


penampilan Vivi. Dalam hati kecilnya dia mengakui bahwa Vivi memang cantik.


“O, iya Pak Presdir. Kemarin saya lupa memberitahu, bahwa


hari ini perusahaan dari Mexico itu akan datang kembali ke sini. Untuk melakukan


rancangan awal kerjasama kedua dengan perusahaan kita. Maaf Pak Presdir,


kemarin saya tidak sempat memberitahukan hal ini, karena Pak Presdir kemarin


tidak ke kantor” kata Vivi.


“Iya Vi, kemarin saya ada kepentingan di KSM Group. Makanya kemarin


saya tidak sempat untuk ke kantor sini. Sebenarnya hari ini juga masih ada yang


harus saya kerjakan disana. Tapi jika ada utusan dari perusahaan Mexico ya biar


saya tangguhkan besok saja untuk acara di KSM Group. Hari ini kita fokus di


Putra Company saja” kata Rayen.


“Iya Pak. Menurut rencana mereka akan kesini sekitar pukul


10.00. Dari keterangan mereka, sekarang mereka sudah berada di salah satu hotel


O, iya pak. Sarapan untuk Bapak sudah saya siapkan di tempat biasa. Maaf, tadi


agak terburu buru untuk menyiapkan. Ibu saya kurang enak badan, jadi saya


mencoba memasak untuk Pak Presdir” kata Vivi


“Wah, kamu bisa masak juga Vi? Tentu beruntung besok suamimu


ya, sudah cantik, jago masak juga” puji Rayen.


“Gimana Pak Presdir bisa tahu kalau jago masak, kan


masakannya saja belum diincipi? Pak Presdir ini lucu ya?” kata Vivi


“Dari aromanya saja saya sudah tahu Vi, masakan mu itu


aromanya sama dengan aroma masakan ibumu, pasti rasanya hampir sama. Itu firasatku”


kata rayen sambil melangkah menuju tempat biasanya dia sarapan.


“Iya Pak Presdir, semua resep adalah hasil dari apa yang


telah diajarkan ibu pada saya. Tapi maaf, karena saya baru saja belajar


memasak, jadi pasti banyak kekurangannya” kata Vivi.


Sampai di meja makan, Rayen meraih sebuah garpu, kemudian


ditusuknya sebuah potongan nangka muda yang ada dimasakan itu. Gudeg ini memang


berasal dari buah nangka yang masih muda, yang dimasak dengan bumbu bumbu


tertentu khas Jogyakarta. Ehm……


“Sudah kuduga, rasanya pasti enak. Ya sudah Vi, kamu siapkan

__ADS_1


berkas untuk nanti siang. Saya mau sarapan dulu” kata Rayen


“Baik Pak” kata Vivi sambil berjalan menuju ke tempat


kerjanya.


Sementara Ryen melanjutkan sarapannya. Rayen berfikir,


seandainya kolega perusahaan Mexico itu mencicipi masakan itu, pasti dia akan


tertarik.


“Vi, gimana kalau nanti tamu kita, kita suguhi Gudeg ala


Jogya. Terus diselingi dengan langgam Jawa atau gending Jawa. Saya kok jadi


terinspirasi untuk membuat suasana etnic di pertemuan nanti. Kalau ala Betawi


kan sudah sering kita lakukan. Sekarang ala Jawa. Kamu saya beri tugas untuk


menata dekorasi dan musiknya, karena kamu yang faham music etnich jawa” kata


Rayen yang tiba tiba terinspirasi membuat suasana tradisional di pertemuan


nanti.


“Tidak apa apa Pak Presdir, semua bisa kita siapkan. Untuk musik


tradisional jawa, say biasanya mengambil dari salah satu channel youtube yang


menyajikan music tradisional jawa, yaitu BHARATA FM TRENGGALEK. Nanti kita


ambilkan dari situ saja untuk mengiringi jamuan kita Pak Presdir” kata Vivi


Readers, jangan lupa mampir di chanel youtube author ya. BHARATA FM


TRENGGALEK, jangan lupa untuk like, share dan subscribe untuk mendukung author.


Vote dan like dari author untuk novel ini yan tetap ditunggu. Satu subscribe,


satu like, satu koment dan share dari readers sangat berarti bagi author.


“Baiklah Vi, semua saya serahkan sama kamu untuk merancang


sebagus mungkin acara ini. Masih ada waktu sekitar 3 jam, bagaimana Vi?” Tanya Rayen


“Saya rasa cukup Pak Presdir. Nanti biar Silvi dan beberapa


karyawan membantu saya. Semua berkas sudah saya siapkan di meja Pak Presdir. Silahkan


dilihat. Itu adalah tawaran yang kita ajukan untuk kontrak kerjasama. Saya dan


Silvi akan menyiapkan segala sesuatunya” kata Vivi


“Terima kasih Vi. Saya akan pelajari dulu berkasnya”


Suasana Putra Company pagi itu menjadi sibuk. Instruksi dari


Presdir Putra Company untuk membuat pertemuan bernuansa jawa, membuat beberapa


karyawan harus menata ulang aula pertemuan di perusahaan besar ini.


Beberapa kain batik khas jawa dipasang di beberapa sudut


ruangan. Tidak ketinggalan, ornament ornament khas jawa, beberapa gambar wayang


kulit yang menjadi ikon khas jawa dipasang di dinding,


Tidak memakan waktu lama, ruangan itu sudah disulap menjadi


ruangan yang bernuansa khas etnic jawa. Rayen yang menyaksikan ini merasa puas.


Rayen yakin bos bos besar dari perusahaan Mexico nanti pasti akan makin


tertarik pada perusahaannya untuk melakukan bisnis dan memperbesar kontrak


kerja


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2