Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Tiga Bag 17


__ADS_3

 


 


Kita tinggalkan dulu perjalanan Tuan Besar Tito, Maureen,


Dr. Albert dan pengacara Whang. Kita lihat apa yang terjadi di kantor Putra


Company. Rayen sedang melakukan beberapa perubahan pada kebijakan perusahaan. Ini


dilakukan untuk mengimbangi tuntutan kerja dari perusahaan rekanan yang sudah


menanda tangani kontrak dengan Putracompany. Disini nampak peran Vivi sangat


dominan, dimana hampir 70 % dari kontrak kerja yang dihasilkan oleh Putra


Company adalah hasil negosiasi dari sekretaris Rayen yang bernama Vivi ini.


Sebagaimana diketahui, bahwa Vivi berniat ingin mengabdi


untuk perusahaan tempat dia bekerja dengan sepenuh hati sebagai balas jasa


karena telah diangkat menjadi karyawan dengan posisi sekretaris oleh Maureen. Dan


dengan posisi inilah, Vivi berhasil memperbaiki ekonomi keluarganya dalam


beberapa tahun terakhir ini.


“Vi, apakah hari ini ada jadwal untuk bertemu klien atau


perusahaan rekanan?” tanya Rayen.


“Maaf Pak Presdir, untuk hari ini kelihatannya tidak ada. Saya


sengaja mengosongkan jadwal untuk Bapak siang ini. Saya kawatir jika Bapak


tidak punya waktu untuk bertemu klien karena harus mempersiapkan keberangkatan


Tuan Besar Tito dan Nyonya Presdir. Jadi beberapa rencana hari ini saya tunda


untuk besok dan lusa” kata Vivi.


“O, baiklah jika begitu. Tolong nanti kamu urus dulu


berbagai persoalan yang kamu proses selama ini. terutama untuk kontrak kerja


yang sudah kamu persiapkan untuk ditanda tangani. Saya berharap kamu bisa


diandalkan Vi. Kerjamu sampai hari ini cukup bagus. Saya bangga mempunyai


sekretaris seperti kamu. Usahakan untuk tetap bekerja dengan baik ya” kata


Rayen.


“Baiklah Pak Presdir. Nanti akan saya cek lagi. Bapak tidak


usah kawatir, sepanjang saya mampu, saya akan usahakan untuk selalu memberikan


tenaga dan pemikiran saya untuk kemajuan Putra Company” kata Vivi


“Terima kasih Vi. O, iya, bagaimana dengan perusahaan dari


Mexico itu. Kelihatannya mereka cukup tertarik dengan penawaran kamu. Apakah mereka


jadi untuk memperbesar kontrak dengan kita” tanya Rayen

__ADS_1


“Menurut kabar yang saya terima, mereka akan membuat kontrak


sebesar lima kali lipat dari kontrak yang sudah ditanda tangani. Tapi mereka


meminta agar dari pihak Purtra Company yang datang kesana Pak Presdir” kata


Vivi.


“Wah, kabar baik ini Vi. Terus bangun komunikasi yang baik


dengan mereka Vi. Mulai hari ini, Putra Company sudah berdiri sendiri. Jadi bukan


lagi anak perusahaan dari KSM Group. Ini dilakukan untuk mempermudah proses


kerjasama dengan rekanan dan mitra bisnis. Sekaligus menambah kepercayaan


terhadap perusahaan kita” kata Rayen.


“Kabar baik itu berarti Pak Presdir. Artinya Putra Company


bisa sejajar dengan KSM Group dalam melakukan bargening tawar menawar tentang


nilai kontrak” kata Vivi.


“Betul Vi. Itu yang kita harapkan. Baikah jika memang sudah


tidak ada yang mendesak untuk dikerjakan disini, saya akan ke kantor KSM Group.


Masih cukup banyak pekerjaan yang harus diselesaikan disana” kata Rayen


“Iya pak Presdir. Saya kembali ke tempat tugas saya” kata


Vivi sambil melangkah menuju ruangannya.


Rayen kemudian bergegas untuk menuju ke tempat mobilnya. Dia


nampak sangat puas dengan kinerja dari sekretarisnya Vivi. Wanita sederhana


namun berparas cantik itu ternyata tidak hanya pandai menata rumahnya, namun


ternyata juga mampu membuat perusahaannya lebih maju. Rayen bangga dengan


kinerja dari Vivi.


Rayen memacu mobilnya menuju ke kantor KSM Group. Ia ingin


memastikan bahwa kondisi KSM Group baik baik saja selama ditinggal oleh Maureen


dan Pak Tito.


Menjelang tengah hari, Rayen sudah sampai di kantor KSM


Group. Nampak sekretaris Zhang dan seorang staf menyambut kehadiran Rayen di


sana. Sekretaris Zhang tahu bahwa selama Presdir KSM Group ke Amerika, pimpinan


perusahaan dikendalikan oleh Rayen.


“Selamat siang Tuan Rayen” sapa sekretaris Zhang


“Selamat siang Zhang. Apakah hari ini ada pertemuan dengan


relasi di sini?” tanya Rayen


Nampak sekretaris Zhang menjawab dengan agak ragu ragu. “Maaf

__ADS_1


Tuan Rayen. Setelah beberapa anak perusahaan dari KSM Group mengalami defisit


dalam neraca perdagangannya kemarin, banyak perusahaan rekanan yang menarik


diri untuk melakukan kontrak dengan KSM Group” kata sekretaris Zhang.


“Baiklah Zhang. Jika hari ini sudah siap mengenai laporan


neraca yang defisit itu, saya minta laporannya. Kalau belum siap, besok saja


tolong segera serahkan kepada saya ya. Saya ingin menganalisa kejadian ini.


kelihatannya ada yang tidak beres di tubuh KSM Group” kata Rayen


Memang Rayen sudah sejak mengetahui KSM Group mengalami defisit


kemarin sudah agak curiga dengan kondisi ini. Rayen tidak yakin, perusahaan


sekelas KSM Group dengan mudah mengalami defisit dalam anggaran.


“Iya Tuan Rayen. Hari ini beberapa sudah siap. Tapi sebagian


masih berada di file kantor Ibu Maureen. Jadi saya perlu untuk menyalinnya Tuan”


kata sekretaris Zhang.


“Tidak apa apa Zhang. Serahkan besok saja. Usahakan untukmemberikan


penjelasan yang simpel tapi menyeluruh. Mencakup semua yang perlu dicermati”


kata Rayen


“Baik Pak, nanti saya siapkan. Apakah kita perlu memanggil


Presdir perusahaan yang mengalami defisit itu?” tanya sekretaris Zhang


“Tidak usah. Kita cermati dulu saja. Jika nanti ternyata ada


yang berbuat curang, baru kita panggil.


Rayen kemudian bergegas menuju ruangan Presdir. Hari itu


tidak banyak yang bisa dikerjakan oleh Rayen. Selain karena pekerjaan kantor


banyak yang belum jadi, beberapa yang lain sudah dibatalkan oleh sekretaris


Zhang dan Vivi.


Menjelang sore hari, Rayen segera berkemas untuk pulang. Dia


langsung menuju ke rumahnya yang super megah.


.


.


Sampai di rumah, baru Rayen sadar, bukankah Bi Minah ikut


Maureen ke Amerika? Waduh, padahal rayen lupa tidak makan direstoran tadi. Mungkinkah


Pak Jay yang dimintai tolong untuk masak? Kenapa Rayen jadi lupa sama sekali.


Readers, bantu Rayen masak donk? Siapa tahu dapat rejeki


nomplok dari orang kaya?

__ADS_1


Selamat membaca.


__ADS_2