
Kita tinggalkan dulu perjalanan Tuan Besar Tito, Maureen,
Dr. Albert dan pengacara Whang. Kita lihat apa yang terjadi di kantor Putra
Company. Rayen sedang melakukan beberapa perubahan pada kebijakan perusahaan. Ini
dilakukan untuk mengimbangi tuntutan kerja dari perusahaan rekanan yang sudah
menanda tangani kontrak dengan Putracompany. Disini nampak peran Vivi sangat
dominan, dimana hampir 70 % dari kontrak kerja yang dihasilkan oleh Putra
Company adalah hasil negosiasi dari sekretaris Rayen yang bernama Vivi ini.
Sebagaimana diketahui, bahwa Vivi berniat ingin mengabdi
untuk perusahaan tempat dia bekerja dengan sepenuh hati sebagai balas jasa
karena telah diangkat menjadi karyawan dengan posisi sekretaris oleh Maureen. Dan
dengan posisi inilah, Vivi berhasil memperbaiki ekonomi keluarganya dalam
beberapa tahun terakhir ini.
“Vi, apakah hari ini ada jadwal untuk bertemu klien atau
perusahaan rekanan?” tanya Rayen.
“Maaf Pak Presdir, untuk hari ini kelihatannya tidak ada. Saya
sengaja mengosongkan jadwal untuk Bapak siang ini. Saya kawatir jika Bapak
tidak punya waktu untuk bertemu klien karena harus mempersiapkan keberangkatan
Tuan Besar Tito dan Nyonya Presdir. Jadi beberapa rencana hari ini saya tunda
untuk besok dan lusa” kata Vivi.
“O, baiklah jika begitu. Tolong nanti kamu urus dulu
berbagai persoalan yang kamu proses selama ini. terutama untuk kontrak kerja
yang sudah kamu persiapkan untuk ditanda tangani. Saya berharap kamu bisa
diandalkan Vi. Kerjamu sampai hari ini cukup bagus. Saya bangga mempunyai
sekretaris seperti kamu. Usahakan untuk tetap bekerja dengan baik ya” kata
Rayen.
“Baiklah Pak Presdir. Nanti akan saya cek lagi. Bapak tidak
usah kawatir, sepanjang saya mampu, saya akan usahakan untuk selalu memberikan
tenaga dan pemikiran saya untuk kemajuan Putra Company” kata Vivi
“Terima kasih Vi. O, iya, bagaimana dengan perusahaan dari
Mexico itu. Kelihatannya mereka cukup tertarik dengan penawaran kamu. Apakah mereka
jadi untuk memperbesar kontrak dengan kita” tanya Rayen
__ADS_1
“Menurut kabar yang saya terima, mereka akan membuat kontrak
sebesar lima kali lipat dari kontrak yang sudah ditanda tangani. Tapi mereka
meminta agar dari pihak Purtra Company yang datang kesana Pak Presdir” kata
Vivi.
“Wah, kabar baik ini Vi. Terus bangun komunikasi yang baik
dengan mereka Vi. Mulai hari ini, Putra Company sudah berdiri sendiri. Jadi bukan
lagi anak perusahaan dari KSM Group. Ini dilakukan untuk mempermudah proses
kerjasama dengan rekanan dan mitra bisnis. Sekaligus menambah kepercayaan
terhadap perusahaan kita” kata Rayen.
“Kabar baik itu berarti Pak Presdir. Artinya Putra Company
bisa sejajar dengan KSM Group dalam melakukan bargening tawar menawar tentang
nilai kontrak” kata Vivi.
“Betul Vi. Itu yang kita harapkan. Baikah jika memang sudah
tidak ada yang mendesak untuk dikerjakan disini, saya akan ke kantor KSM Group.
Masih cukup banyak pekerjaan yang harus diselesaikan disana” kata Rayen
“Iya pak Presdir. Saya kembali ke tempat tugas saya” kata
Vivi sambil melangkah menuju ruangannya.
Rayen kemudian bergegas untuk menuju ke tempat mobilnya. Dia
nampak sangat puas dengan kinerja dari sekretarisnya Vivi. Wanita sederhana
namun berparas cantik itu ternyata tidak hanya pandai menata rumahnya, namun
ternyata juga mampu membuat perusahaannya lebih maju. Rayen bangga dengan
kinerja dari Vivi.
Rayen memacu mobilnya menuju ke kantor KSM Group. Ia ingin
memastikan bahwa kondisi KSM Group baik baik saja selama ditinggal oleh Maureen
dan Pak Tito.
Menjelang tengah hari, Rayen sudah sampai di kantor KSM
Group. Nampak sekretaris Zhang dan seorang staf menyambut kehadiran Rayen di
sana. Sekretaris Zhang tahu bahwa selama Presdir KSM Group ke Amerika, pimpinan
perusahaan dikendalikan oleh Rayen.
“Selamat siang Tuan Rayen” sapa sekretaris Zhang
“Selamat siang Zhang. Apakah hari ini ada pertemuan dengan
relasi di sini?” tanya Rayen
Nampak sekretaris Zhang menjawab dengan agak ragu ragu. “Maaf
__ADS_1
Tuan Rayen. Setelah beberapa anak perusahaan dari KSM Group mengalami defisit
dalam neraca perdagangannya kemarin, banyak perusahaan rekanan yang menarik
diri untuk melakukan kontrak dengan KSM Group” kata sekretaris Zhang.
“Baiklah Zhang. Jika hari ini sudah siap mengenai laporan
neraca yang defisit itu, saya minta laporannya. Kalau belum siap, besok saja
tolong segera serahkan kepada saya ya. Saya ingin menganalisa kejadian ini.
kelihatannya ada yang tidak beres di tubuh KSM Group” kata Rayen
Memang Rayen sudah sejak mengetahui KSM Group mengalami defisit
kemarin sudah agak curiga dengan kondisi ini. Rayen tidak yakin, perusahaan
sekelas KSM Group dengan mudah mengalami defisit dalam anggaran.
“Iya Tuan Rayen. Hari ini beberapa sudah siap. Tapi sebagian
masih berada di file kantor Ibu Maureen. Jadi saya perlu untuk menyalinnya Tuan”
kata sekretaris Zhang.
“Tidak apa apa Zhang. Serahkan besok saja. Usahakan untukmemberikan
penjelasan yang simpel tapi menyeluruh. Mencakup semua yang perlu dicermati”
kata Rayen
“Baik Pak, nanti saya siapkan. Apakah kita perlu memanggil
Presdir perusahaan yang mengalami defisit itu?” tanya sekretaris Zhang
“Tidak usah. Kita cermati dulu saja. Jika nanti ternyata ada
yang berbuat curang, baru kita panggil.
Rayen kemudian bergegas menuju ruangan Presdir. Hari itu
tidak banyak yang bisa dikerjakan oleh Rayen. Selain karena pekerjaan kantor
banyak yang belum jadi, beberapa yang lain sudah dibatalkan oleh sekretaris
Zhang dan Vivi.
Menjelang sore hari, Rayen segera berkemas untuk pulang. Dia
langsung menuju ke rumahnya yang super megah.
.
.
Sampai di rumah, baru Rayen sadar, bukankah Bi Minah ikut
Maureen ke Amerika? Waduh, padahal rayen lupa tidak makan direstoran tadi. Mungkinkah
Pak Jay yang dimintai tolong untuk masak? Kenapa Rayen jadi lupa sama sekali.
Readers, bantu Rayen masak donk? Siapa tahu dapat rejeki
nomplok dari orang kaya?
__ADS_1
Selamat membaca.