Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Hanya Cincin.


__ADS_3

Setelah membeli Gaun Maureen dan Rayen akan langsung menuju toko berlian, Mereka berencana membeli tiara dan Cincin pernikahan dari berlian.


Kali ini mereka akan ditemani oleh Kim Nana , karena keempat sahabatnya harus kembali keperusahaan.


Sesampainya diparkiran toko berlian yang ingin ia kunjungi Maureen melihat mobil yang tak asing, ya mobil itu adalah mobil yang ia berikan kepada Rayen beberapa waktu yang lalu.


" Mas, mama udah dateng kayaknya!" ucap Maureen sambil clingak clinguk.


" Itu mama!" lanjut Maureen sambil menatap Kim Nana yang melambaikan tangan kepada Maureen dan Rayen.


" Mama datang sama papa dek!" ucap Rayen.


" Iya mas! samperin yuk!" ucap Maureen sambil menarik tangan Rayen mendekati Kim Nana dan Rehan.


" Mama Papa maaf udah nunggu lama ya!" ucap Maureen sambil mencium punggung tangan calon mertuanya itu bergantian, disusul oleh Rayen yang mencium punggung tangan mama dan papanya bergantian.


" Emm, enggak kok barusan nyampek, iya kan pa?" uacp kim Nana sambil meminta persetujuan suaminya.


" Iya nak belum lama kami nyampek!" jawab Rehan.


Kim Nana mengandeng Maureen memasuki toko berlian itu disusul oleh Rayen dan Rehan yang melipat tangannya didada.


Maureen melihat lihat cincin dengan Kim Nana sementara Rayen dan Rehan hanya menunggu dengan malas disofa yang telah disediakan.


" Maaf mba bisa tunjukkan cincin couple yang elegan, untuk pernikahan!" Ucap Maureen kepada seorang pramuniaga.


" Sebelah sini nyonya dan nona, ini yang paling murah, itu sedang dan disana paling mahal!" ucap pramuniaga itu.


" Baiklah kami ingin melihat lihat dulu ya mba!" ucap Maureen.


" Silahkan nona!" jawab Pramuniaga itu dengan lembut.


" Ini bagus ma, dengan permata putih ditengahnya!" ucap Maureen Sambil menunjuk sepasang cincin yang berada didalam etalase.

__ADS_1


Kim Nana mengangguk kemudian ia memanggil Rayen dan Rehan yang duduk tidak jauh dari tempat mereka!


" Rayen papa kemarilah!" ucap Kim Nana.


Rayen dan Rehan berdiri ia menghampiri Kim Nana dan Maureen.


" Ada apa ma!" ucap Rayen.


" Lihat ini Ray, bagus kan! kamu suka gak?" ucap Kim Nana sambil menujuk sepasang cincin.


" Heem bagus kok!" ucap Rayen santai papanya hanya mengangguk mereka sama sekali tidak mengetahui tentang fashion.


" Ga cari yang seperti punya kita ma!" ucap Rehan sambil memandang cincin yang berada dijarinya, cincin pernikahannya dulu.


" Papa itu model jadul!" ucap Kim Nana.


Tiba tiba saja seorang wanita paruh baya seumuran dengan Kim Nana menyahut,


"Saya mau ambil ini!" ucap Wanita tadi sambil menunjuk cincin yang tadi ditunjuk Maureen.


" Tapi saya mau buat anak saya!" ucap Wanita itu.


" sudah ma, jangan rebutan masih banyak yang lain!" ucap Rayen.


" Tante Desyana," ucap Maureen yang membuat wanita tadi menoleh.


" Kamu siapa, kok kenal saya?" ucap Wanita itu yang tak Lain Dala Desyana ibunya bagas.


" Saya Maureen apa tante lupa!" ucap Maureen.


" Maureen si gadis cupu, culun kolot dan Miskin, sekarang jadi cantik gini!" ucap Desyana.


" iya tante saya miskin, dan asal tante tau tadi saya rebutan gaun dengan Bagas dan Calon menantu tante saya kalah, dan Bagas gunakan uang perusahaan untuk beli gaun, semoga perusahaan tante baik baik saja ya!" Ucap Maureen sambil mengandeng kim Nana untuk menjauhi Desyana..

__ADS_1


" Jadi tante mamanya Bagas, perkenalkan tante saya Rayen calon suami Maureen dan ini papa Saya Rehan!" ucap Rayen.


" Oh kamu, kok mau nikahin gadis miskin itu!" ucap Desyana.


" Maaf nyonya jangan menghina menantu saya, atau anda akan menyesal!" ucap Rehan dingin, dan menarik Rayen menyusul Maureen dan Istrinya.


**********


" Nak kok kamu tadi ngalah sih sama wanita tak tau diri itu!" ucap Kim Nana.


" Itu Hanya cincin ma, jangan sampai buat keributan nanti jika kecium awak media bisa gawat!" ucap Maureen.


" Nanti jadi topik utama Presdir perusahaan terbesar di Asia merebutkan cincin disebuah toko berlian!" lanjut Maureen.


" Jadinya lucu ya nak!" ucap Kim Nana.


" Main tinggalin papa kalian ya!" ucap Rehan tiba tiba.


" Maaf pa!" ucap kim Nana.


" Ya udah kita lanjut cari cincinnya gak!" ucap Rayen.


" Ayo Mas, ma pa disana kita masuk yang paling mahal!" ucap Rayen.


Rayen hanya mengikuti Maureen yang udah menarik tangannya seperti anak kecil sementara Kim Nana dan Rehan hanya menggeleng geleng mengikutinya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2