Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Love in prayer


__ADS_3

Episode ini mengenai Pertunangan Rayen Ya, Love In Prayer (Cinta Dalam Doa)......


Mereka ber lima masih sibuk ngobrol ngobrol dengan asik, tiba tiba saja ponsel Maureen berdering....


"Siapa reen" tanya Abellia.


"Chika, aku angkat dulu ya?" jawab Maureen.


"Ok" jawab singkat Abellia, sementara ketiga temannya hanya mengangguk.


Maureen perlahan menjauh Dari teman temannya menjuju ke toilet.


"Hallo Chika, Ada apa?" tanya Maureen.


"Gawat Reen," jawab Chika panik.


"Ada apa Ka?" jawab Maureen ikutan panik.


"ra ra rayen mau tunangan!" kata Chika seperti petir menyambar didalam diri Maureen.

__ADS_1


Dadanya sesak, nafasnya tersengal-sengal, airmatanya jatuh tanpa ia sadari. Tanpa menjawab kata kata Chika, Maureen segera berlari menuju ketempat dimana Chika dan teman -temannya berada. Melihat Maureen datang dengan menangis, semuanya heran. Maureen menubruk mereka semua dan tangisnya semakin pecah.


"Are you alright (apakah kamu baik baik saja)" kata Clarisaa sambil menggelus elus punggung Maureen.


"Ya Reen, kamu kenapa," tanya Abellia dengan khawatir.


"I'm disappointed, the person I love will soon be engaged to someone else, (saya sedang kecewa, orang yang saya cinta akan segera bertunangan dengan orang lain,)" jawab Maureen sambil menangis.


"that means he is unfaithful, men like that are not worth fighting for, how can he get engaged when you are in LDR (itu artinya dia tidak setia, laki laki seperti itu tidak pantas diperjuangkan, bagaimana bisa ia bertunangan ketika kalian sedang LDR)". Jawab Meta Sambil Memegang tangan Maureen.


"Don't overdo it, he didn't betray Maureen, but he was an arranged marriage by his mother (Jangan berlebihan, dia tidak mengkhianati Maureen, tapi dia menikah dengan ibunya)". kata Abellia menjawab teman temannya, seakan akan mengerti Maureen tidak mungkin menjelaskannya.


"I will take him home, it looks like he might not continue to cry here, because it is the center of everyone's attention, (aku akan membawanya pulang, kelihatannya dia tidak mungkin terus menanggis disini, karena menjadi pusat perhatian semua orang,)". Kata Abellia.


"It's okay, take Maureen home, let us pay the food bill, and if anything happens, please (tidak apa apa, ajaklah Maureen pulang, biarlah kami yang membayar tagihan makananya, dan jika terjadi apa apa tolong hubungi kami)," kata Gabriel menanggapi


"thanks you friend (terima kasih teman)" kata Abellia menjawab, Abellia menyahut tasnya dan tas Maureen, dia segera beranjak dan menuntun Maureen keluar dari kafe itu, Setelah sampai ditempat parkir Abellia membuka pintu untuk Maureen, dan kemudian berputar menuju kursi kemudi.


"Apa kamu mau kemana gitu Reen," tanya Abellia kepada Maureen.

__ADS_1


"tii tidak bell, ak ku hanya in,,,gin kembali ke apartemen" sahut Maureen.


",oh, baiklah. Tapi aku akan menginap diapartemenmu," jawab M


Abellia.


"bisakah kita membeli sebotol vodka dulu,". tanya Maureen.


" tidak reen, setiap masalah tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan mabuk mabukan,". jawab Abellia.


"lalu aku harus bagaimana?" jawab Maureen putus asa.


"doakan saja yang terbaik Reen, bukankah jodoh ada ditangan tuhan" kata Abellia.


"ya, tapi aku mampukah melakukannya" kata Maureen.


"baiklah, jika begitu selesai wisuda nanti kita terbang ke Indonesia, kita beri doa restu kepada Rayen dan Viona" jawab Abellia.


*****

__ADS_1


Hallo Readers mohon maaf upnya lama, karena sudah saya up, tapi reviewnya lama. . .


__ADS_2