Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 05


__ADS_3

Di New York Maureen bersandar pada dinding kamar hotelnya air matanya keluar tanpa ia sadari, dalam hatinya sangat perih dia tidak berharap Rayen menghianatinya, tapi dia tidak bisa menyalahkan kehidupan yang bertolak belakang dengan harapannya


"Saya tidak menangis karena merasa semuanya tidak layak, saya menangis hanya karena merasa hancur oleh kebenaran siapa diri saya sebenarnya tidak ada yang lebih menyedihkan daripada memiliki segalanya dan masih merasa sangat sedih karena segalanya menyembunyikan luka.


Saya menyembunyikan semua bekas luka dengan sebuah kata kata “Saya baik-baik saja.


Terkadang untuk hidup adalah sebuah tindakan keberanian.Dan tiba-tiba saya menjadi sedih tanpa alasan sama sekali.Saya lelah karena berusaha menjadi lebih kuat dari yang saya rasakan.Depresi tidak ada hubungannya dengan hari yang buruk ataupun perasaam sedih.Sulit untuk menjawab pertanyaan "Apa yang salah?"padahal sama sekali tidak ada yang benar. Aku tenggelam, tapi yang paling menyakitkan adalah disaat tidak ada yang melihat perjuanganku. Terkadang orang yang mencoba membuat semua orang bahagia adalah orang yang paling sepi.Bila Kamu bahagia, kamu akan menikmati hidupmu, Tapi saat kamu sedih, kamu akan mencariku.Rasanya seperti ini tidak akan pernah berakhir. Dunia tidak akan berhenti runtuh sampai tidak ada yang tersisa dariku kecuali debu.Saya sedih sepanjang waktu dan kesedihan itu terlalu sangat berat sehingga saya tidak dapat melepaskan diri darinya. Rayen Aku Mencintaimu!" Batin Maureen disela-sela tangisannya, dia mencoba menghidupkan ponselnya dan melihat Web, benar sekali trending topik kali ini mengarah ke harga saham Putra Company,


" Aku tidak bisa tinggal diam!" ucap Maureen sambil mengusap air matanya, kemudian dia beranjak menemui sekertaris Zhang yang berada dikamar sebelahnya.


tok, , tok, , tok, ,


" Sekertaris Zhang, buka pintuya!" ucap Maureen sambil mengetuk pintu kamar sekerraris Zhang.


krekkk, terdengar pintu terbuka.


" Nyonya Presdir, ada yang bisa saya bantu!" ucap sekertaris Zhang dengan sopan.


" Perintahkan semua yang mempublikasikan berita Rayen selingkuh untuk menghapus beritanya, jika ada yang masih berani mempublikasikan tutup saja perusahaannya!" ucap Maureen kepada sekertaris Zhang.


Sekertaris Zhang yang bingung dengan sikap dadakan atasannya itu hanya mengiyakan saja tanpa banyak bertanya, setelah Maureen pergi kembali kekamarnya dia mulai menelfon satu persatu perusahaan berita yang mempublikasikan berita Rayen dan memperingatkan untuk menghapus beritanya.


Singkat cerita berita sudah dihapus dan harga saham Putra Company kembali naik walaupun belum sepenuhnya.


Maureen mendapatkan pesan dari Rayen :


💬 " Dek, kamu dimana?"

__ADS_1


💬 " Dek, Aku tidak selingkuh?"


💬" Dek, Maafin aku!"


💬 " Dek!"


Maureen tidak menghiraukan pesan itu, melihat saham stabil Perusahaan Rayen sudah membuatnya tenang, Maureen harus kembali memikirkan bisnisnya untuk saat ini mengesampingkan urusan Rayen.


Maureen menutup teleponnya kemudian dia merebahkan tubuhnya, sayang sekali dia tidak bisa memejamkan mata, rasanya ada sesuatu yang kurang mungkinkah itu rindu suaminya atau yang lainnya entah yang jelas dia tidak bisa tidur.


Maureen kembali meraih ponselnya yang sempat ia letakkan diatas nakas tadi kemudian Maureen menelfon pengacara pribadinya.


" Hallo pengacara Wang, apakah disitu sudah pagi?" ucap Maureen saat telepon itu sudah tersambung dengan pengacara pribadinya itu dia hanya berfikir perbedaan waktu New York dan Indonesia itu cukup jauh.


" Benar nyonya muda, sudah pagi! ada yang bisa saya bantu!" ucap pengacara Wang.


" Baik presdir, nanti akan kutemui tuan muda Rayen!" ucap Pengacara Wang.


Maureen tersenyum kemudian menutup teleponnya.


*********


Rayen yang dalam keadaan mabuk tidur didalam ruangan Vvip milik Azar sejak semalam, dia bangun dipagi hari dengan kepala yang masih terasa berat dan pusing.


" Aduh kepalaku, aku benar-benar mabuk!" ucap Rayen sambil memegangi kepalanya yang terasa masih sangat pusing itu.


Dia berjalan keluar dari ruangan VVIP itu untuk menemui Azar dan pamit pulang, walaupun sedikit khawatir Azar mengizinkan Rayen untuk pulang.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Rayen merasakan kehampaan ketika tiada Maureen, "apa yang harus kulakukan, aku telah membuatnya salah paham!" ucap Rayen ketika masuk kedalam kamarnya. Sementara pembantunya sedang menyiapkan Sarapan Rayen berjalan menunju balkon dimana biasanya setiap pagi dia melihat Maureen berdiri disana sambil menyesap teh ataupun kopi.


Rayen hanya bisa menyesal, dia sendiri tak habis fikir kenapa buntut perbuatannya panjang seperti ini.


tok, , tok, , tok, ,


" tuan ada seseorang ingin menemui anda?" ucap Bi Minah dari luar kamar tidur Rayen.


" Siapa bi!" jawab Rayen.


" Seorang laki-laki suruhan nyonya!" ucap balik bi Minah.


" Baik aku datang!" ucap Rayen.


Rayen keluar dari kamar untuk menemui orang suruhan Maureen yang tak lain adalah pengacara Wang.


" Pengacara Wang?" ucap Rayen sambil mengulurkan tangan, dengan senang hati pengacara Wang membalas uluran tangan itu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2