
Pagi sudah datang, cepat sekali ya!
Maureen membuka mata, terdengar seseorang menetuk pintu, tok, tok, tok,
" Nona presdir, bangunlah sudah pagi!!
terdengar asisten Tina memanggil Maureen, Maureen segera bangun dan duduk ditempat tidur.
" Asisten tina masuklah, , ,
Asisten Tina masuk kedalam kamar Maureen dia sudah memakai baju khas asisten lengkap,
" Asisten Tina, bantu aku untuk keramas. . .
" Baik nona presdir,
Asisten Tina bergegas masuk kedalam kamar mandi Maureen, ia segera menyiapkan air untuk mandi bosnya tersebut, , ,
" Nona Presdir, air dan perlengkapan mandi sudah siap, , ,
" hmmmm,, , ,
Maureen segera turun dari kamar mandi, ia mengganti bajunya dengan kimono, setelah itu Maureen memanggil asisten Tina untuk Membantunya keramas,
dengan cekatan Asisten Tina membantu Maureen keramas, memijat mijat pelan kepala Maureen untuk membuatnya lebih rileks, , setelah selesai Asisten tina melilitkan handuk dikepala Maureen,
Maureen menyuruh asisten Tina untuk keluar dari kamar mandi, karena ia hendak membersihkan diri, ,
Maureen telah selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya, kemudian ia segera masuk kedalam Walk in Closet, mencari baju yang sekiranya cocok untuk hari ini, Maureen memilih memakai Dress Selutut dan Outer,
__ADS_1
Maureen mengeringkan rambutnya dengan Hair dryer, Maureen membiarkan rambutnya tergerai lurus tanpa membuatnya kriting seperti biasanya.
Maureen memoleskan make up Natural dengan lipcream warna pink peach, , .
Setelah selesai dengan segala halnya, Maureen megambil tas slempang senada dengan bajunya, juga memakai hells 15 cm senada.
Maureen mengambil berkas-berkas yang telah ia siapkan semalam dengan asisten Tina, Ia beranjak keluar kamar untuk menemui ayahnya.
" Pagi ayah, , ,
" Pagi nak, apa kamu sudah siap???
" Tentu ayah, ,
" Ayo kita sarapan dulu!!
Maureen menggandeng tangan ayahnya selayaknya anak kecil, ia masih sangat manja ketika bersama ayahnya.
Sesampai dimeja makan Maureen duduk dengan tenang kemudian ia mulai sarapan bersama ayahnya, hening dan tenang begitulah keadaan setiap kali mereka makan bersama.
•••••••••••••••••••••
Setelah selesai sarapan Maureen mengelap mulutnya dengan tisu, kemudian meminum tehnya.
" Putriku, apakah kamu sudah siap kita akan segera berangkat menuju rumah sakit, ,
" tentu aku siap ayah, berkas-berkasnya juga sudah aku siapkan!! ,( menyodorkan berkas).
Tito mengambil berkas yang disodorkan putrinya dan membacanya perlahan lahan, ,
__ADS_1
"Berkas ini sangat bagus nak, kamu memang jenius. .
" ayah terlalu memuji, ini adalah hasil kerja kerasku selama ini ayah, dengan dukungan dan motifasi ayah, , ,
" Mari kita berangkat nak, ,
" kita akan memakai mobil keluarga ayah, ,
" ya,
" dengan siapa saja?
" tentunya Doni dan asistenmu Tina Nak,
" baiklah jika begitu mari kita berangkat ayah, ,
" baiklah, ,
Maureen bersama ayahnya berangkat menaiki mobil pribadi keluarga kusuma, Maureen menuji rumah sakit xx dimana Rayen dirawat, sebelumnya Maureen menelfon teman temannya untuk datang kerumah sakit.
Sepanjang perjalanan Maureen hanya diam, ia sedang menebak nebak apa yang akan terjadi.
Maureen POV
"Bagaimana nanti jika aku sudah jujur, apakah Rayen akan memaafkan aku karena aku sudah berbohong selama ini, ataukah ia akan marah dan membenciku, tuhan hatiku bimbang aku takut kehilangan dia, sangat takut"
Maureen memjamkan mata berharap semua akan baik-baik saja, Maureen tidak ingin membuat Rayen dan keluarganya merasa telah ia bohongi, Maureen hanyaa mampu berdoa, semoga semua akan baik baik saja.
Tito tau jika putrinya sedang gelisah, tetapi tidak ada pilihan selain jujur, untuk membantu keluarga Rayen.
__ADS_1