
Rayen mondar-mandir diruangan Khusus Presdir perusahaanya, dia memutar otak untuk memecahkan masalah perusahaannya. Tiba tiba ponselnya berbunyi ada sebuah pesan dari mamanya ?
"Ray, pulanglah ada sesuatu yang penting ingin mama bicarakan!"
"baiklah ma segera pulang!"
Rayen keluar dari gedung perusahaannya, perusahaan masih beroperasi walau sudah tidak selancar dulu, banyak karyawan yang mogok bekerja karena belum diberi gaji!!!
Rayen melajukan mobilnya dengan sangat cepat seperti kilatt. Rayen memasuki rumah kediamannya disana sudah berdiri 4 orang laki-laki dan juga ayah ibunya yang terlihat ketakutan.
"Ada apa ini?" kata Rayen saat turun dari mobil.
"Baiklah tuan muda, kami dari pihak bank, ingin menyegel rumah ini karena waktu pelunasan hutang sudah jatuh tempo, hari ini!"
"tolong berikan kami waktu tuan, setidaknya untuk mencari tempat tinggal yang baru!" sahut Rayen.
"Baiklah tuan muda, kami berikan waktu 1 minggu untuk melunasi semuanya , jika tidak maka kami akan menyegel Rumah ini!"
"terima kasih tuan!"
"Kami permisi dulu, dan kami akan kembali satu minggu lagi!"
4 laki laki tersebut meninggalkan rumah kediaman keluarga Putra. Kim Nana hanya menangis histeris melihat semua harta kekayaannya habis dan hancur.
"Pa, kenapa kita tidak minta tolong paman Alexo?"
__ADS_1
"Hiks, Hiks, Mama tidak setuju Ray, Keluarga Alexo telah memutuskan pertunangan kalian secara sepihak,"
" Kenapa secepat itu ma!"
" Hiks,, Hiks,, Karena kita telah jatuh miskin Ray".
"Baiklah kalian istirahat dulu aku akan pergi sebentar!"
Rayen menghubungi Rakha, Chika, Abellia dan Azar , Rayen sudah tidak tau harus apa.
Dia ingin minta tolong kepada Mereka ber empat.
Rayen menemui mereka dicafe biasa dia nongkrong.
"Hallo Ray bagaimana kabarmu" tanya Rakha.
"Tidak baru sekitar 15 menit" jawab Azar berbohong.
"Aku mengajak kalian bertemu karena aku sudah tidak tau untuk meminta tolong pada siapa, Tapi kalian harus merahasiakan ini dari Maureen!" kata Rayen.
"Ray, Maureen berada di New York dan mungkin dia belum tau tentang jatuhnya perusahaanmu!" jawab Abellia.
" Baiklah jika begitu tetap rahasiakan ini dari Maureen!"
"tergantung keadaan!" balas Chika.
__ADS_1
"Lalu apa tujuanmu menemui kami Ray?" lanjut Azar.
" Begini aku ingin meminjam uang kepada kalian. tolonglah aku karena jika aku tidak membayar kepada Bank, Rumahku akan disita?"
"Berapa banyak Ray" tanya Rakha.
" 40 Milyar,"
"itu angka yang cukup fantastis Ray" jawab Abellia
" Aku tau, tapi aku tidak bisa membiarkan Papa dan Mama tidur dijalan atau dikolong jembatan" balas Rayen sambil mengacak acak rambut frustasi.
" Apa solusi kita kawan, kita tidak mungkin membiarkan Rayen terpuruk dia juga sahabat kita". jelas Azar.
" kalian bisa memutuskan persahabatan denganku" sahut Rayen lemah.
" tidak" jawab mereka serentak.
" kita bantu rayen, per orang 10 milyar gimana? saran Chika.
" itu ide bagus, jauh lebih ringan" balas Azar.
"terima kasih kalian semua Sahabat yang terbaik" kata Rayen penuh haru.
Rayen tau jika uang 10 milyar bukan uang yang sedikit, tetapi teman temannya rela mengeluarkan untuk dirinya,
__ADS_1
Rayen POV.
Aku bahagia memiliki teman seperti mereka, akhirnya aku bernafas lega, bisa menyicil hutang keluargaku. Setidaknya rumah yang kami huni tidak akan disegel oleh bank. Dan untuk perusahaanku aku akan berdiskusi dengan sekertaris Tio untuk kedepannya harus bagaimana.