Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 19


__ADS_3

 


 


Sementara itu pesawat yang ditumpangi Rayen sudah mendarat


di bandara John F Kennedy, New York.  Suasana


kota yang demikian indah, penuh dengan lampu lampu kota yang tertata rapi


menghiasi bandara terbesar di kota ini. Indah memang. Namun tak membuat hati


Rayen terhibur. Dia masih tetap bersedih, karena belum mengetahui keberadaan


dari istri tercintanya, Maureen.


Setelah turun dari pesawat, dia langsung mencari taxi vvip


dari bandara untuk menuju kantor perusahaan Maureen yang memang tidak terlalu


jauh dari bandara internasional ini. Taxi excutif yang ditumpangi Rayen, melaju


kencang, maklum hari masih malam, jadi suasana jalanan kota masih agak sepi.


Dua jam dalam perjalanan, akhirnya Rayen sampai di kantor Maureen


di New York. Dan diliriknya ponsel yang ada disakunya. Masih belum ada tanda


tanda ada pesan atau panggilan.


Astaga…..


Beberapa saat dia tercenung. Bukankah ponselnya kemarin


dibanting saat kesal dengan Maureen?


Dan yang dibawa sekarang adalah ponsel baru?


Pantas saja tidak ada kabar dari Maureen yang masuk di


ponselnya. Sedang kartu ponsel yang dibanting masih tergeletak di laci meja


Rayen.


Ah, Rayen, Rayen……


Kenapa kamu ini, makin bego saja, apa mungkin karena kamu


terlalu rindu dengan Maureen.


Sampai di kantor Maureen, Rayen segera menuju ke pos


security. Melihat taxi bandara mendekat, seorang petugas security perusahaan


segera bergegas menghampiri, dan menanyakan maksud tujuannya.


“Excusme sir, can I help you”, sapa petugas security itu


dengan ramah.


“O, yes. I am Rayen. Maureen’s husband”, kata Rayen.


“Oh, Pak Rayen. Silahkan masuk Pak. Saya diberi tugas oleh


Ibu Maureen untuk menjemput Bapak, tapi saya tidak tahu jadwal kedatangan Bapak


di bandara, jadi maaf kalau hari ini saya terlambat menjemput Bapak. Perkenalkan


saya Yurhiko, assisten manager STAR KSM New York pak. Mohan maaf jika tadi saya


kurang sopan menyambut Bapak”, kata seorang yang ada di pos security yang


ternyata bernama Yurhiko.


“Tidak apa apa pak Yurhiko. O iya, Bapak asli darimana kok


fasih sekali berbahasa Indonesia?” Tanya Rayen.


“Saya dari Tangerang Banten Pak, tapi sudah hampir setahun


ini bergabung dengan perusahaan Ibu Maureen”.

__ADS_1


“O, kemudian dimana itu Maureen saat ini?”


“Wah, maaf Pak Rayen. Ibu Maureen kemarin mengatakan bahwa


berkali kali menelpon ponsel Bapak, tapi tidak terhubung. Itulah kenapa Ibu


Maureen terpaksa berpesan pada staf perusahaan, jika sewaktu waktu Pak Rayen


tiba di New York untuk menyampaikan.”


“Bgaimana kabarnya Maureen, Pak Yurhiko?”


“Ibu keadaannya baik Pak. Hari ini Ibu Maureen sudah di


Jakarta.”


“Apa? Di Jakarta? “ Tanya Rayen.


“Betul pak, sejak mengetahui bahwa dugaannya soal Pak Rayen


salah, Ibu langsung berkemas dan pulang ke Jakarta. Namun menurut sekretaris


Zhang, ada sedikit kendala sewaktu pesawat pribadi Ibu Maureen terbang diatas


Jepang, sehingga terlambat sehari sampai di Jakarta.”


“Astaga, jadi itu rupanya yang membuat Maureen tidak bisa


datang ke Putra Company seperti yang sudah dijadwalkan.”


“Betul pak, Ibu berpesan, Bapak bisa kembali secepatnya ke


Jakarta. Tiket vvip sudah dipersiapkan untuk berangkat nanti siang. Ada sesuatu


yang penting yang perlu dikerjakan di Jakarta Pak”.


“O, iya Pak Yurhiko. Saya memang ingin secepatnya untuk


pulang”.


“Baiklah pak. Biarkan kami yang mengatur semuanya, Bapak


berangkat, saya beritahu. Semua sudah kami siapkan”.


“Terima kasih Pak Yurhiko”.


Rayen segera melangkah menuju rumah mewah yang ada di dekat


kantor utama STAR KSM, ya, itulah rumah milik Maureen. Yang biasanya digunakan


untuk beristirahat sekaligus mengendalikan roda perusahaan saat Maureen ada di


New York.


Rayen kemudian membersihkan diri sejenak, setelah itu ia


ingin beristirahat sejenak. Melepaskan semua beban difikirannya. Hari ini dia


sudah agak tenang, Maureen istri tercintanya sudah ada di Jakarta. Bahkan kata


staf perusahaan tadi, Maureen sudah sempat mengontrol Putra Company.


Rayen merebahkan tubuh kekarnya di peraduan. Sejenak ia


ingin tidur, dan tidur. Mungkin 2 – 3 jam sebelum bertolak ke Jakarta, dia bisa


mengistirahatkan badannya……


.


.


.


Kita menuju rumah sakit, tempat dimana Tuan Tito Kusuma


dirawat. Nampak Maureen masih disana, dia sengaja menyempatkan diri untuk


menemani ayahnya yang sedang sakit. Banyak hal yang dibicarakan oleh ayah dan


anak ini. Mulai dari pekerjaan, sampai kehidupan sehari hari. Rupanya Pak Tito

__ADS_1


ingin memastikan bahwa putrid semata wayangnya dalam keadaan baik baik saja dan


langkah yang diambil sudah tepat untuk kebahagiaannya dan kemajuan KSM Group.


Saat asyik asyiknya ngobrol, Nampak ponsel canggih keluaran


terbaru milik Maureen berdering.


“Siapa Maureen, Rayen kah itu?” Tanya Pak Tito.


“Zhang, Ayah. Sekretaris Maureen di kantor. Sebentar ya


Ayah, mungkin ada berita penting yang ingin disampaikan oleh sekretris Zhang”,


kata Maureen, seraya menggeser tempat duduknya untuk menerima telepon agar


tidak menggangu istirahat ayahnya.


“Iya Zhang, ada perkembangan apa?”


“Maaf Ibu, baru saja ada kabar dari Pak Yurhiko assisten


manager STAR KSM New York bahwa Pak Rayen sudah tiba disana. Dan rencananya


nanti akan bertolak ke Jakarta”


“O, bagitu. Apakah kamu sudah mengatakan perihal kondisi


ayah saat ini pada Pak Rayen?”


“Belum Bu”.


“Baiklah, jangan dulu. Biar nanti saya sendiri yang akan


menjelaskan setelah sampai di Jakarta”


“Baik Bu.”


Maureen kemudian kembali duduk di sebelah ayahnya.


“ada kabar apa Maureen?”


“Rayen sudah tiba di New York, ayah. Dan nanti akan bertolak


ke Jakarta”


“O, syukurlah jika begitu, pesan ayah, hadapi semua


persoalan dengan kepala dingin. Jangan pernah berbuat sembrono. Ingat, salah


langkah hanya akan membuat penyesalan berkepanjangan”


“Baik ayah. Ayah silahkan istirahat. Maureen akan tidur dulu


sebentar.”


“Iya anakku sayang”.


Maureen kemudian beranjak menuju kamar penunggu pasien yang


ada di ruangan itu. Ia sengaja ingin istirahat di rumah sakit saja, agar bisa


menemani ayahnya saat ini.


Tubuh indah Maureen dihempaskan di kasur rumah sakit. Ah,


beberapa hari ini tubuh ini tidak pernah bisa beristirahat. Masalah demi


masalah silih berganti.


Baru saja Maureen akan memejamkan mata, tiba tiba dia


kembali merasakan mual mual. Ah, mual lagi…..


Mudah mudahan harapan Maureen menjadi kenyataan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2