Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Masalah Rayen


__ADS_3

Maureen dan Rayen memesan makanan.


selang beberapa waktu terlihat seorang pelayan membawa makanan pesanan mereka.


Maureen mulai menyendok cake nya. tetapi Rayen malah menunduk lesu.


Maureen meletakkan sendoknya.


"ga dimakan ray," kata Maureen sambil menatap Rayen.


"aku ga lapar," kata Rayen lesu.


"Ray kamu ada masalah apa?" tanya Maureen.


"Reen, aku mencintai seorang wanita, tetapi wanita itu kini tengah hamil diluar nikah, dia hamil bersama pacarnya, tetapi pacarnya tidak mau bertangung jawab, kemarin dia menemui aku dia mengatakan itu berharap aku mau membantunya, aku harus gimana reen, apa aku harus menikahinya,? katta rayen masih terus menunduk.


Maureen kaget dengan kata kata Rayen barusan, tetapi dia segera menguasai diri dan mencoba berbicara.


" Kamu gila ray, wanita seperti itu tidak pantas untukmu, jangan sampai kamu dibutakan oleh cinta" kata Maureen bersungguh sungguh.


"terus aku harus gimana reen" kata Rayen lesu.


"dengarkan aku teman, pada dasarnya cinta itu tak harus memiliki, apakah kamu berfikir jika kamu menikahi dia, dia pasti bahagia tetapi tidak dengan keluargamu, nama baik kelargamu akan tercemar" kata Maureen lagi.

__ADS_1


"aku tau reen, tapi aku bingung aku harus gimana aku tidak tega" kata Rayen.


"Ray Lebih baik kamu lupakan dia, dia ga pantas buat kamu" kata Maureen sembari menyendok cake nya.


wajah wajah putus asa masih terpampang jelas di muka Rayen. Maureen acuh saja dia menikmati Cake nya. Melihat Rayen belum memaknan spagettinya, Maureen kesal.


"Ray dimakan dong, kalau tidak dimakan mubazir, diluar sana masih banyak orang yang tidak bisa makan." kata Maureen.


"Rayen masih diam saja, pandangan matanya kosong,, tiba tiba saja Maureen mengambil piring spagetti Rayen kemudian mengaduknya..


" aak" kata Maureen sambil mengarahkan makanan ke mulut Rayen.


Rayen setengah kaget kemudian dia langsung membuka mulutnya.


Maureen langsung menyodorkan jus jeruknya, "minum ini " kata Maureen. setelah rayen tenang Maureen meminta rayen untuk makan sendiri.


Rayen mengambil piring spagettinya dan memakan sampai habis.


kemudian menyeruput moccacinonya.


jam sudah menunjukkan pukul 20.00 Maureen mengajak Rayen pulang, tetapi ketika melihat keadaan rayen Maureen tidak tega, dia bermaksud menelfon Rakha tetapi tidak memiliki nomor Rakha.


"Ray, kamu pulangnya gimana?" tanya Maureen.

__ADS_1


"ya naik mobil" jawab Rayen.


"tapi tubuhmu tidak fit, bisa bisa kamu kecelakaan" kata Maureen jelas.


"gapapa kok, lagian aku mati ga ada yang peduli" kata Rayen melemas.


"oh tidak Ray, Telfon Rakha aja ya" kata Maureen.


"telfon saja sendiri" kata Rayen datar.


"ga punya nomornya," kata Maureen.


Rayen mengeluarkn ponselnya dia ingin memberikan nomor ponsel Rakha kepada Maureen. . tetapi *syutttttttt,,,,,* secepat kilat Maureen menyambar ponsel Rayen. dia membuka kontak dan mencari nama Rakha tetapi tidak ada.


"hey, siapa nama rakha diponselmu ray" tanya Maureen.


"Si Onar" kata rayen datar.


Maureen tau bahwa beban dipundak Rayen sangat berat, terlihat kebimbangn disorot mata Rayen. . . .


Maureen segera menelfon Rakha meggunakan ponsel Rayen *tuut,, tuut,, tuut,, * setelah itu terdengar suara dari ponselnya *hallo, ada apa ray* terdengar nada panik dari telfon, mungkin Rakha takut terjadi apa apa pada Rayen.


*Hallo ini aku Maureen, jemput Rayen sekarang di resto tadi* kata Maureen kepada Rakha melalui telfon.

__ADS_1


*ok ok, jangan tinggalkan rayen sebelum aku tiba disana* kata Rakha sambil menutup telfon. .


__ADS_2