
Mobil mereka memasuki halaman parkir sebuah Resto terkenal
Maureen masuk menggandeng tangan Rayen,
Abellia menggandeng tangan Azar sementara Chika ia merengut berjalan mendahului Rakha, mungkin ia masih ngambek perihal masalah tadi waktu dimobil.
Mereka memilih ruangan Vip dengan Fasilitas kedap suara, entah apan yang akan mereka lakukan, intinya mereka memesan ruangan istimewa itu.
Setelah mendapat ruangan, Maureen memesan makanan dan minuman serta sebotol anggur merah,
" Apa yang ingin kamu katakan Reen?" ucap Abellia memulai pembicaraan.
" Ada apa dengan kalian Chika dan Rakha kenapa kalian tidak menempel seperti biasanya?" tanya Azar yang menyadari kedua sahabatnya itu saling acuh.
" Iya tuh ga tau!" kata Rayen sambil menyeruput orange juice milik Maureen.
" Kalian ini tau gak sih?, aku itu maunya dinikahin bukan cuma ditidurin". ucap Chika yang membuat Mereka semua menggeleng kecuali Rakha, ia mengacak acak rambutnya.
" loh tinggal nikah aja gampang kan?" ucap Abellia menimpali.
" Nikahnya gampang, tapi masalahnya gimana dengan danannya, kamu tau sendiri perusahaan papa sedang kacau, untung saja ada uang 20 M pemberian maureen itu, kalau tidak! mungkin sekarang udah tumbang!" jawab Rakha menunduk.
" Emang kalian udah tidur bareng?" Azar mulai introgasi.
" Bukan cuma sekali, berkali-kali!" jawab Chika.
__ADS_1
" Uhuk, uhuk, uhuk, apa?" ucap Rayen kaget.
" Masalah uang ya, aku punya solusi asal kalian mau bekerja sama denganku," ucap Maureen.
" Apa maksudmu Reen?" ucap Chika penasaraan.
" Gini lo Rakha dan Chika dengerin aku ya, kamu tau kan Asisten Tina dan Sekertaris Vino akan dipindahkan kemari, jadi otomatis di Indonesia aku ga punya teman mengurus KSM Group, maksudku aku mau kalian berdua bantu aku ngurusin KsM ya, soal perusahaan papamu Rak ga usah khawatir aku akan menyuntikkan dana dan menanamkan Investasi jika memungkinkan aku akan menjadi investor tetap!" ucap Maureen membeberkan panjang kali lebar.
" Gajinya gimana?" tanya Chika.
" 50 juta perbulan apa itu cukup?" ucap Maureen.
" terlalu sedikit Reen!" jawab Chika.
" aku setuju Reen, yang penting bisa nabung buat nikahin Chika, jujur aku g bisa kehilangan dia," ucaap Rakha.
" Terima kasih Rak" ucap Chika sambil memeluk Rakha.
" kamu juga mauka ka, buat kerja diperusahaanku bersama Rakha?," tanya Maureen kepada Chika.
" tentu dengan senang hati, , ucap Chika bahagia.
" Bagaimana denganku dan Abellia Reen," ucap Azar yang membuat semuanya diam.
" Maksudku apa kamu tidak tertarik memberi kami pekerjaan supaya kami bisa mendapatkan uang pribadi, , ucaP Azar.
__ADS_1
" Ada?" jawab Maureen.
" Apa?" tanya Abellia.
" Gini ya, kamu kerja sama Rayen, , ucap Maureen.
" kok kerja sama aku dek?" tnya Rayen.
" He em, kamu Abell dan Azar jadi sekertaris dan asisten Rayen, depak itu Sekertaris genit, , ucap maureen.
" Kamu cemburu sama sekertarisku dek. . .
" hemm. . . .
" Ayo makan....
Mariiiiiiiii
Gooooooo
Mereka makan dengan lahap, diiringi canda tawa bahgia berbeda dengan saat makan dirumah yang sepi dan dingin,
setelah itu mereka meneguk sediki anggur merah yang konon baik untuk kesehatan.
Setelah itu mereka kembali keapartemen dengan wajah bahagia, tidak ada lagi sorot wajah sedih dimata Chika dan Rakha, intinya mereka berenam sangat bahagia....
__ADS_1