
"maksudmu Karina, dia sudah mau menikah dia juga sudah mengirim undangannya ke aku, aku tidak ingin bersama dia, aku terlalu naif, tapi aku telah suka sama kamu semenjak aku melihat kamu pertama kali reen, kamu tau diluar sana banyak wanita miskin yang bergaya sok kaya, tetapi kamu orang kaya justru senang bergaya sederhana, ketika ucapanmu dirumahku waktu itu yang mengatakan ayahmu hanya seorang buruh, itu membuktikan jika kamu luar biasa" sahut Rayen panjang kali lebar...
"Karina, (sahut maureen setengah kaget) bukankah calon suaminya bernama Bagas Rahardian" kata Maureen masih kaget.
"ya kamu kenal," kata Rayen.
"ya dia adalah cinta pertamaku," kata Maureen jujur.
"Rayen kaget, mungkin kita jodoh reen, sehingga orang yang kita cinta bersama" kata Rayen.
"kamu tidak sedih" tanya Maureen.
"tidak, kamu lebih baik dari dia, harusnya aku bersyukur bukannya bersedih, setidaknya diberikan petunjuk bagaimana karina itu sebenarnya" jawab Rayen membuat hati Maureen membesar.
"sama aku juga begitu" kata Maureen.
"kalau begitu kita jadian," kata Rayen.
"ya tentu," jawab Maureen tersenyum.
tanpa pikir panjang Rayen segera memluk erat Maureen, Maureen membalas pelukan itu.
"Sudah cukup Ray, aku harus bersiap, kamu harus dukung aku ya" kata Maureen manja.
__ADS_1
"apakah ayahmu datang, dengar dengar wali mahasiswa datang,
Jangan panggil aku Ray, paggil sayang aku akan mendukungmu" kata Rayen bangga.
"iya ayah datang nanti bersama pak Sekertarisnya tuan Marga, baiklah sayang , dukung aku calon istrimu ini, puas kamu" kata Maureen.
"ha ha ha ha ha ha. . rayen tertawa. .
" baik sayang aku akan mendukungmu" jawab rayen sambil mencium kening Maureen.
"terima kasih sayang aku pergi dulu, duduklah dibarisan depan dan lihat aku" kata Maureen.
" oke sayang" kata Rayen sambil melepas genggaman tanggannya.
diruang make up ada sekat khusus sehingga tidak ada yang tau apapun yang dilakukan orang orang didalam satu persatu ruanga.
Maureen mulai masuk kedalam ruangan make upnya dia mengganti pakaiannya dengan long Dress mewah warna merah pemberian madam jolla. .
Maureen memakai dress itu. ,
setelah itu dia duduk dikursi menghadap cermin, dia mengeluarkan kotak make upnya. .
Perlahan lahan Maureen melepas kacamatanya, kemudian dia melepas ikat rambutnya, menyisir rambutny dan perlahan membuat rambutnya keriting gantung. .
__ADS_1
setelah selesai mauren mengamati wajah polosnya dalam cermin, dia kemudian mengusapkan step by step make up queen natural dan memakaikan tiara ke rambutnya. .
Maureen telah selesai kini dia menunggu kapan Namanya akan dipanggil, dia mengeluarkan ponselnya mengambil gambar dan mengirimkannya kepada madam jolla sesuai dengan permintaan madam jolla.
terdengar suara dari atas panggung
suara dari sang pembawa acara. .
*kita sambut peserta pertama kita, yang juga adalah Princes queen tahun lalu, dia adalah *(.....)
kata sang pembawa acara panjang kali lebar,
Maureen menelfon sang ayah dari dalam ruangn itu
"Hallo ayah, apakah ayah sudah datang" tanya Maureen melalui telefon.
"sudah sayang ayah sudah mau masuk, sekarang ayah ada didepan kampus kamu"kata sang ayah.
" oke ayah, maaf saya tidak bisa menghampiri ayah" kata Maureen lagi.
"tidak apa apa sayang persiapkan dirimu semaksimal mungkin" kata sang ayah.
"oke ayah sampai jumpa nanti" kata Maureen.
__ADS_1
percakapan ayah dan anak itu kemudian berakhir.