Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Lembaran Baru Bag 1


__ADS_3

Note:


Maaf ya, ceritanya kita buat lebih cepat, jadi wabah ini author buat telah berakhir setelah enam bulan, dan saat itu semua sudah kembali pulih dan kembali normal. Walaupun ini hanya prediksi dari author, tapi jika belum sampai enam bulan sudah selesai ya tentu akan sangat membahagiakan lagi. Mengingat sendi sendi kehidupan dan mata pencaharian banyak yang terhambat oleh bencana dunia saat ini. Kita ikuti perjalanan rumah tangga Maureen dan perusahaannya serta liku liku kehidupannya dalam mendidik dan membesarkan putranya mulai episode ini ya……..


 


 


Enam bulan berlalu sudah. Kesulitan demi kesulitan, rintangan demi rintangan selama menghadapi masa pandemic itu sudah berlalu. Dan kini saatnya berbenah dan menata diri kembali untuk menatap hari esok yang lebih cerah.


Hari itu di sebuah rumah megah milik  keluarga Tirta Kusuma, Nampak perempuan separuh baya yang sedang menggendong seorang bayi yang berumur sekitar tujuh bulanan. Dialah Ibu Kimnana. Dia kelihatan sedang menenangkan Rayen Kecil itu sambil bersenandung lirih.


  !!!!!  Ah, senandungnya kira kira lagu apa ya readers? Tebak sendiri deh ya, bisa jadi lagu jawa, hahaha……….


Kok bisa thor lagu jawa? Bisa dong, kan Vivi lama tinggal dirumah itu.ah, si author? Vivi lagi Vivi lagi. Ya emang iyalah. Kan emang Vivi itu peran penggembira disini. Iya deh thor, penggembira sih boleh, asal jangan jadi pelakor ya….. { celutuk readers yang suka member komentar di Cupu jadi Ratu }. !!!!!

__ADS_1


Suasana rumah besar itu sekarang sudah berangsur sepi. Vivi bersama ibunya dan sekretaris Zhang sudah kembali ke rumah. Beberapa hari ini kantor KSM Group dan Putra Company juga sudah mulai beroperasi seperti biasa. Jadi rumah ini tidak lagi berfungsi sebagai kantor bagi mereka berdua. Suasana sudah normal kembali.


Di ruang tengah, Nampak Maureen sedang berbenah,hari ini dia akan memulai pekerjaannya lagi,saat beberapa bulan yang lalu perusahaannya jatuh bangun karena penurunan omzet yang cukup signifikan.


Sementara itu, Rayen lebih dulu berangkat ke kantor. Ada urusan yang sangat penting yang harus dikerjakan pagi ini. Dan pastinya juga ada sesuatu yang sudah direncanakan pula bersama Maureen untuk siang nanti.


Jadi mereka memang sengaja megerjakan tugas kantor lebih pagi dari biasanya. Di sela sela mau berangkat ke kantor, Maureen menyempatkan bercengkerama dengan putra kesayangannya. Sungguh setelah beberapa bulan mereka serasa berada di dalam keterpaksaan dan kebingungan karena semua serba terbatas, kini mereka kembali bisa menjalani kehidupan dengan normal.


Hari ini, bumi benar benar merefresh dirinya. Udara segar terasa sekali setelah beberapa bulan intensitas kendaraan dibatasi di Jakarta. Udara sangat nyaman. Tidak ada rasa sesak didada karena asap knalpot. Daun daun pohon yang ada di pinggir jalan sangat berbeda sekali dengan enam bulan sebelumnya. Kalau dulu daun itu berwarna hijau kehitaman karena beratnya menerima polusi udara, tapi hari ini, daun itu berwarna hijau segar. Warna yang memancarkan harapan dan semangat untuk meniti hari lebih baik.


Enam bulan lamanya, manusia diajarkan tentang arti dan makna kehidupan, arti dan makna menjaga kebersihan, arti dan makna menjaga alam.


Sungguh kuasa Tuhan demikian nyata.


Lembaran baru untuk kita.

__ADS_1


Lembaran baru untuk mereka.


Dan lembaran baru untuk bumi tercinta.


Maureen teringat kepada ibunya tercinta, teringat pada ayahnya tersayang. Maureen bersyukur mampu melewati cobaan ini dengan diberkati Tuhan. Semoga hari hari mendatang lebih baik daripada hari ini, piker Maureen sambil mencium Rayen Kecil yang ada di dekapannya…………


 


 


Bersambung……..


 


 

__ADS_1


__ADS_2