
Rayen menggendong Maureen menuju kedalam kamar, Sesampai didepan pintu Abellia membukakan pintu kamar "Ckreekkk" pintu tersebut terbuka, Perlahan lahan Rayen membawa tubuh Masuk kedalam kamar, bagaikan sepasang pengantin. Rayen perlahan lahan membaringkan tubuh Maureen di atas kasur. Tiba tiba terdengar bunyi krekkkk,,,, Rayen berlari kearah pintu, dia berusaha membuka pintu tersebut, "Sial, Pintunya terkunci. Reen apa kamu tidak punya kunci cadangan kamar ini?"...
" Jelas punya kenapa?".
" Berikan padaku, aku harus keluar!".
" Ambil saja itu dilaci?" (menunjuk kearah laci,) Besok aku akan kembali ke Amerika, apakah kamu tidak punya kata-kata terakhir untukku".
Rayen yang semula melangkah mendekati laci yang ditunjuk Maureen, langsung membalikkan badannya.
" Apa, kata terakhir, Tidak ada selain kata Aku Mencintaimu".
" Terima kasih, ambillah kuncinya dan keluarlah!".
" Tidak,"
"Kenapa?"
" Aku ingin tidur disini bersamamu!"
" Apa kamu yakin?"
" Apa kamu tidak mengizinkan, aku tidak akan berbuat macam-macam, aku hanya ingin memelukmu!"
"Emmm,,, baiklah tidurlah sini disampingku."
Rayen melangkahkan kakinya, kemudian merebahkan tubuhnya disamping Maureen. Maureen memilih memejamkan mata membelakangi Rayen, sementara Rayen dia memandangi rambut lurus maureen, kemudian memeluk tubuh Maureen dan mencium pangkal lehernya, memberikan sensasi yang menggelikan. Rayen berbisik ditelinga Maureen "Hadaplah kemari Honey, aku sangat merindukanmu, dan nanti sesekali aku akan datang mengunjungimu di Amerika, saat wisuda kenalkan aku pada teman temanmu sebagai kekasihmu".
__ADS_1
Maureen berbalik dan menghadap Rayen, kedua mata indah mereka saling bertatapan membuat detak jantung mereka tidak karuan.
" Ray, Apa kamu yakin dengan kata-katamu tadi?"
" Tentu aku yakin honey, kamu yang paling istimewa!"
" Apa kamu tidak takut Viona Cemburu?"
" Tidak, dia mau matipun aku tidak peduli!"
"hemm,,, lalu apa artinya cincin dijarimu itu?" (sambil menunjuk cincin dijari Rayen).
" Ini tak berarti apa-apa! kamu tau Viona pasti punya tujuan untuk mendekatiku, jadi aku ingin menyelidiki tujuannya dulu setelah tau aku barubakan memberi dia pelajaran!".
" Baiklah aku percaya padamu!"
"Cup,,, ciuman selamat malam honey, aku mencintaimu"
Rayen memeluk tubuh Maureen dengan hangat, kehangatan dan ketenangan jiwa mulai dirasakan oleh Maureen. Maureen ikut terlelap bersama dengan Rayen, tidur seranjang berpelukan bagaikan sepasang suami istri.
malam yang panjang sudah berakhir, pagi datang menyambut, perlahan lahan Maureen membuka matanya. Dia Merasakan tangan kekar sedang memeluknya, dan Kaki Rayen menindihnya. Maureen menoleh, dia tersenyum puas mendapati apa yang terjadi bukanlah mimpi. Perlahan Maureen menyentuh rambut Rayen, Rayen yang sudah bangun dari tadi tetap pura-pura tidur, Maureen berkata dalam hati sambil menatap wajah Rayen "Ray, aku tau kamu mencintaiku dan aku juga mencintaimu, kita sama sama saling mencintai. Ray, kamu itu milikku tidak akan kubiarkan siapapun mengambilmu, termasuk Viona, jika kamu mengizinkan aku bisa menghancurkan dia sekarang juga".
Lamunan Maureen buyar saat Rayen mengatakan sesuatu padanya.
"Sudah puas menatap ketampananku Honey!"
"Apaan sih pede banget,"
__ADS_1
Tiba-tiba pintu terbuka, Chika masuk bersama Abellia, Rayen dan Azar.
"Apa sudah puas bermesraannya, cepat berkemas 2 jam lagi pesawat kita berangkat" teriak Chika.
"Apa Dua jam lagi, baiklah segera bersiap" kataa Maureen sambil berlari kekamar mandi.
" Apa kamu keberatan Ray?, tanya Rakha.
" Tidak-tidak, aku ingin mengantarkan kalian ke bandara bersama Azar, iya kan Zar?"
" Ya jelas jika aku, aku akan mengantarkan my wife" kata Azar sambil merangkul Abellia.
" ha ha ha ha mereka tertawa bersama sama, kemudian dikagetkan oleh teriakan Maureen.
"Chika Abellllllliaaaa' teriak Maureen.
"Ada apa?" jawab Chika sambil medekat ke pintu kamar mandi.
"Ambilkan aku pakaian ganti, terserah yang mana saja!"
"hei keluar saja dan ambil sendiri,"
"apa kamu gila, disitu ada banyak laki-laki, dan kamu ingin mereka semua menonton tubuh indahku, apa kamu ingin Rakha ikut tergoda olehku?"
"tidak-tidak, aku akan mengambilkannya untukmu"
Chika berbalik dan berjalan menuju walk in Closet milik Maureen.
__ADS_1