
Maureen dan Rayen ditemani oleh keempat sahabatnya menuju salah satu butik paling mahal diJakarta, rencananya ia akan memilih baju pengantinnya.
Rayen merangkul Maureen kemudian masuk kedalam butik bersama sama, disusul oleh keempat sahabatnya.
" Selamat pagi nona! ada yang bisa kami bantu?" ucap pramuniaga dengan formal dan sopan.
" aku ingin mencari setelan baju pengantin beserta iringannya nona! apakah ada?" jawab Maureen sambil bertanya kembali,
" silahkan lihat lihat dulu nona! dilantai 2 adalah ruang khusus baju pengantin beserta iring iringannya, mari saya antar!" ucap Pramuniaga itu sopan sambil berjalan mendahului Maureen kemudian Maureen dan yang lainnya mengikuti kemana Pramuniaga itu berjalan.
Maureen dan yang lainnya berjalan menuju lantai dua lantai dimana baju yang ingin Maureen lihat.
Tak disangka dilantai dua Maureen bertemu dengan mantan kekasihnya yang tak lain adalah Bagas, Terlihat Bagas bersama seorang wanita yang mungkin adalah calon istri Bagas.
Maureen menyenggol Chika untuk mengajak Rakha menyapa bagas, sementara ia memilih menggandeng Rayen melihat lihat gaun pernikahan diikuti oleh Abel dan Azar.
" Hai Gas?" sapa Chika.
" Hai Chika, kamu ngapain disini!" ucap Bagas.
" Sipa dia beb," ucap Wanita yang disamping Bagas.
" Oh nona cantik, kenalkan saya Chika teman SMA Bagas dan ini Rakha tunangan saya!" ucap Chika sambil mengulurkan tangan.
Wanita itu menerima uluran tangan Maureen, setelah berbasa basi Chika pamit.
__ADS_1
" Ya udah kalian lanjutin ya! aku dan Rakha mau nemenin Maureen fighting baju pengantin," ucap Chika sambil berjalan pergi.
" Tunggu, apa maksudmu Maureen mau menikah?" tanya Bagas.
" Hemm, iya!" jawab Chika.
" Siapa Maureen sayang?" tanya wanita tadi.
" mantan pacar cupu aku, yang dulu kuceritain ke kamu!" ucap bagas.
" aku mau ketemu dia! apakah dia cantik!" ucap wanita itu.
" Tentu kamu lebih cantik segalanya sayang!" jawab Bagas.
" aku ambil ini mbak!" ucap Maureen.
" aku juga mau itu!" ucap Wanita yang bersama bagas yang juga menginginkan gaun itu, semua mata memandang kearah mereka.
" Anda siapa?" ucap Maureen.
" Aku tunangan Bagas kenapa!" jawab ketus wanita itu.
" Oh jika mau gaun itu ambillah!" ucap Maureen santai.
" Reen kamu mau nikah dengan siapa?" tanya bagas.
__ADS_1
" Dengan dia Rayen," ucap Maureen sambil merangkul pinggqng Rayen.
" Dek kita lihat lihat yang lain ya! bukannya itu mau dibeli sama nona ini!" ucap Rayen sambil menatap Tunangan Bagas.
" He em, tapi mas aku pengen gaun itu!" ucap Maureen manja.
" Gaun itu berlapis 10 berlian di pinggangnya sayang, dan satu berliannya seharga 50 juta , pasti mahal!" ucap Rayen.
" Cih ternyata dompet calon suamimu tidak sekeren tampangnya Reen!" ucap Bagas sambil menepuk pundak Maureen dan berjalan menghampiri pramuniaga menyuruh membungkus gaun itu, sementara pramuniaga yang tadi mengantarkan Maureen hanya menggeleng geleng saja.
" Jangan sedih nona, disini masih ada banyak gaun terbaik dan ada satu gaun paling indah dan yang terbaik dari yang paling baik!" ucap Pramuniaga itu.
" mari kita lihat gaun itu!" ucap Rayen yang diangguki oleh pramuniaga itu, Rayen merangkul maureen mengikuti pramuniaga yang telah berjalan mendahuluinya itu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1