
Mereka semua makan dengan nikmat, sesekali Rayen melirik Maureen, Sedangkan Maureen dia memilih membuang muka. Hatinya sakit dan hancur lebur. Apalagi melihat kedua sahabatnya sudah memliki cintanya masing-masing, Maureen berharap agar sahabatnya tidak merasakan apa yang ia rasakan.
Setengah jam berlalu, mereka selesai makan, Setelah Pelayan membersihkan meja dan meletakkan hidangan penutup, Maureen memulai pembicaraan.
" Sahabatku semuanya, Anggap saja ini perayaan pertunanganmu Abellia Grahamson dan Azar Rahardian, juga Pertunangan Rayen dan Viona" kata Maureen membuka pembicaraan.
" Lanjutkan!" jawab Chika.
" Baiklah, Nanti malam saya akan kembali meneruskan study saya di Amerika, jadi saya akan kembali dengan Abellia, apa anda keberatan Tuan Azar?" Lanjut Maureen.
" Apa harus secepat itu, maksudku bukankah kalian perlu memesan tiket pesawat dulu" kata Azar.
" itu hal yang mudah tuan!" sahut Maureen.
" Baiklah, tapi bolehkan aku tau tempat tinggal kalian disana?" sahut Azar.
" Emm,,, Aku dan Abellia kuliah di Universitas Oxford, Washington, Amerika Serikat." jawab Maureen.
" Baiklah, apakah nanti aku bisa kesana,!" kata Azar.
'"tentu" jawab Maureen.
"bersama Rayen?" tanya Azar.
__ADS_1
"Silahkan anda datang bersama siapa saja tuan, itu bukan urusanku selama anda bisa menjaga perasaan sahabatku, dan satu hal lagi tuan. Aku tidak punya hubungan lagi dengan Rayen Briliyan Putra" kata Maureen dengan jelas.
Maureen mengambil ponselnya, kemudian memanggl seseorang dan menyuruh orang tersebut menyiapkan mobilnya, Maureen menarik tangan Abellia untuk pergi meninggalkann tempat itu. "tunggu aku ikut" teriak Chika yang langsung menarik tangan Rakha, Dan tersisa dua orang diruangan itu yaitu Azar dan Rayen.
Maureen masuk mobil dengan kasar disusul oleh Abellia, kemudian Rakha mengambil posisi kemudi dan Chika disampingnya.
"Bisa tidak kalian membantu aku melupakan Rayen, perasaan ini menyiksaku, aku ingin bebas lepas dari belengu cinta ini, tapi semakin aku mencoba semakin kuat Rasa ini" Maureen mulai mencurahkan isi hatinya kepada mereka. Sedangkan Chika hanya mendengarkan.
"Lakukan saja apapun yang menurutmu itu paling baik!" jawab Rakha.
"Baiklah, aku memutuskan untuk menjauh dari Rayen, bagaimanapun aku tidak ingin menjadi duri dalam pertunangannya?" sahut Maureen.
"It's okay, jika itu yang terbaik, selanjutnya kita kemana?" tanya Rakha.
"yaya baiklah," jawab Rakha.
Mereka melanjutkan perjalanan, mobil sport tersebut melaju kencang menuju kediaman Maureen, Mobil Maureen telah sampai dipintu gerbang rumah Maureen. ketika itu dia disambut oleh pak Doni.
*Selamat Siang, Nona Maureen, Nona Chika dan Nona Abellia, beserta Tuan Muda" sapa P. Doni.
"Selamat siang pak" Jawab Mereka Semua.
"Panggil saja aku Rakha pak, saya teman dari Mereka" Rakha memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Silahkan masuk, tuan besar sudah menunggu"' kata P.Doni.
Mereka semua masuk kedalam rumah, menemui Ayah Maureen Tito Kusuma. Rakha terlihat gugup, dia takut jika akan disalahkan menganai kejadian semalam, tangannya gemetar, sementara Chika, Abellia, dan Maureen sendiri sangat tenang.
"Selamat siang ayah" sapa Maureen,
Maureen mencium punggung tanggan ayahnya, diikuti oleh ketiga temannya.
"Duduklah semuanya, dan kamu Reen belum memperkenalkan teman gantengmu itu kepadaku" Jawab Tito sambil menunjuk Rakha.
Tanpa diperkenalkan Rakha memperkenalkan dirinya kepada Tito Kusuma.
"Selamat siang om, perkenalkan Saya Rakha Halim Pradana" kata Rakha.
"Wahh, kamu putranya Halim?," jawab Tito menepuk pundak Rakha.
"Iya om benar" Jawab Rakha.
******
Hallo Readers. Terima kasih sudah mampir di Novel Saya, terus berikan Kritik dan Sarannya ya.
Jangan Lupa tinggalkan Jejak Like, Komen, dan Tambahkan Favorite.
__ADS_1