
Suasana pagi ini sangat cerah. Beberapa ekor burung pipit
sedang bekejaran sambil bernyanyi riang. Sungguh menggambarkan keindahan alam
yang tak akan pernah bisa diingkari oleh manusia. Langit menampakkan kemilau
kebiruannya. Tidak ada tanda tanda akan ada air yang jatuh dari langit walaupun
saat ini musim penghujan.
Kesibukan yang luar biasa nampak di rumah Rayen. Hari ini
adalah hari kepulangannya dua big bos dari KSM Group. Beberapa staf dan
karyawan dari KSM Group dan Putra Company nampak sibuk mempersiapkan
penyambutan kehadiran mereka. Nampak disana ada Vivi, sekretaris nya Rayen,
kemudian Silvi staf perusahaan Rayen, dan Dr. Albert yang nanti akan menemani
Rayen untuk menjemput mereka di bandara Soekarno-Hatta. Semua disibukkan oleh pekerjaannya
masing masing. Ada yang membantu membersihkan rumah. Ada yang mempersiapkan
kamar untuk Tuan Besar tito. Ada yang menata halaman, semua sibuk untuk
menyambut kedatangan mereka.
Ada yang tidak kelihatan dari pagi di rumah megah ini. ya,
semua mata menari seseorang yang paling dekat dengan Maureen, siapa lagi kalau
bukan sekretaris Zang. Kemana dia? Kemarin kelihatannya masih ada di kantor
KSM. Bukankah biasanya dia tidak pernah jauh dari Maureen. Sedangkan hari ini
Maureen dijadwalkan sampai di Jakarta sekitar pukul 10.00 pagi. Jangan jangan
kecurigaan Rayen benar.
Rayen terus berfikir keras. Saat ini dia tengah menyelidiki
siapa dalang dibalik raibnya puluhan miliar uang ana perusahaan KSM Group saat
ini. laporan yang diterima, uang tersebut adalah untuk membeli bahan baku
pengganti yang proyeknya terkena dampak banjir Jakarta. Tapi fakta di lapangan,
akibat dari banjir itu seharusnya tidak sampai menelan biaya sebesar itu. Bahkan
mungkin tidak lebih dari 20% jumlah mark up yang ditemukan Rayen.
Kecurigaan Rayen bertambah besar ketika setiap kali Rayen ada
di kantor KSM Group, sepertinya sekretaris Zhang sengaja menghindar. Sekretaris
Zang hanya berbicara jika diperlukan saja. Sepertinya dia sengaja membatasi
__ADS_1
obrolan dengan Rayen. Tentu saja ini juga menjadi catatan yang perlu
diperhatikan oleh Rayen. Tapi sebenarnya dugaan Rayen tidak mengarah kepadanya.
Rayen dibuat bingung dengan kondisi ini. di satu sisi,
investigasi dia mengerucut ke satu orang. Di sisi lain, kenyataan membawa Rayen
mau tidak mau juga menurigai sekretaris Zang.
Jika sampai nanti siang aau nanti sore, Zang belum juga ada
disitu, dengan alasan apapun dia patut dicurigai. Begitu yang ada di benak
Rayen.
Menjelang pukul sepuluh pagi, Rayen dan Dr. Albert segera
berangkat ke bandara untuk menjemput Tuan Besar Tito dan Maureen. Mereka sengaja
berangkat lebih awal karena jalanan Jakarta kadang susah diprediksi. Jarak yang
seharusnya bisa ditempuh dalam 10 menit, jika kondisi padat atau macet bisa
berjam jam.
.
.
Sementara itu, didalam pesawat, nampak Maureen sesekali
dekat ayahnya, agar Maureen bisa memantau terus kondisi Tuan Tito selama dalam
perjalanan. Sedangkan pengacara Wang dan Bi Minah berada di kursi deretan
belakang Tuan Tito dan Maureen. Cuaca yang mendukung membuat perjalanan dari
New York ke Jakarta berjalan sesuai rencana.
Maureen sangat bersyukur selama di perjalanan, Tuan Tito
tidak mengeluh sedikitpun. Mudah mudahan Tuan Tito benar benar sudah sehat. Mudah
mudahan Tuan Tito tidak hanya ingin membuat hati Maureen bahagia. Dan biarkan
waktu yang akan menjawab semua ini.
Dari jendela pesawat, nampak Kota Jakarta sudah kelihatan
semakin dekat dengan jarak pandang penumpang pesawat. Nampak beberapa pramugari
pesawat sibuk memberi arahan kepada semua penumpang agar segera mempersiapkan
diri. Dari ruang informasi, nampak suara pemandu dari ruang kontrol pesawat
memberi arahan dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia meminta seluruh
penumpang untuk memperbaiki posisi duduk dan sabuk pengaman, ini dilakukan
karena sebentar lagi pesawat akan segera mendarat. Untuk menjaga hal hal yang
__ADS_1
tidak diinginkan jika ada hentakan disaat pesawat memasuki landasan, makanya
seluruh penumpang diminta mengontrol kembali sabuk pengaman yang mereka pakai.
Dan......
Akhirnya pesawat itupun mendarat dengan sempurna tanpa kendala
apapun. Dan Maureen kemudian memapah ayahnya untuk segera keluar dari pesawat
menuju ke ruang tunggu penumpang.
.
.
Sementara itu, Rayen dan Dr. Albert yang sedari tadi sudah
tiba di ruang tunggu bandara, segera bergegas menuju ke arah tempat keluarnya
penumpang sesaat setelah pesawat yang ditumpangi oleh Pak Tito dan Maureen
mendarat di landasan pacu bandara. Rayen kemudian menoleh ke arah kerumunan
penumpang yang baru keluar dari pesawat. Dan dilihatnya Tuan Tito dipapah oleh
Maureen, dibelakangnya ada pengacara Wang dan Bi Minah. Lalu ada satu lagi yang
tidak asing di mata penglihatan Rayen. Ternyata ada sekretaris Zang. Bagaimana mungkin
Rayen tadi tidak mengetahui jika sekretaris Zang juga ada disitu, bahkan juga
menunggu kedatangan Maureen tanpa sepengetahuan dari Rayen.
Sungguh Rayen kembali dibuat bingung. Hampir saja tadi Rayen
sudah menduga bahwa biang keladi bangkrutnya KSM Group adalah Zang dengan tidak
hadirnya dia di penyambutan kembalinya Tuan Tito dan Maureen. Faktanya, justru
sekretaris Zang orang yang pertama berada di dekat maureen saat Maureen datang
di Jakarta.
Ah, Rayen. Buanglah dulu hasil investigasi ngawurmu. Hipotesismu
gampang sekali dipatahkan.
Akhirnya Rayen pun bergabung dengan mereka. Dengan membawa 2
mobil, mereka semua menuju ke rumah Maureen. Menurut rencana, dalam beberapa
hari ini, Tuan Tito akan menginap di rumah Maureen sampai hasil kemoteraphy
menyatakan bahwa penyakit Tuan Tito sudah bisa disembuhkan
.
.
.
__ADS_1