Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Tiga Bag 30


__ADS_3

 


 


Suasana pagi ini sangat cerah. Beberapa ekor burung pipit


sedang bekejaran sambil bernyanyi riang. Sungguh menggambarkan keindahan alam


yang tak akan pernah bisa diingkari oleh manusia. Langit menampakkan kemilau


kebiruannya. Tidak ada tanda tanda akan ada air yang jatuh dari langit walaupun


saat ini musim penghujan.


Kesibukan yang luar biasa nampak di rumah Rayen. Hari ini


adalah hari kepulangannya dua big bos dari KSM Group. Beberapa staf dan


karyawan dari KSM Group dan Putra Company nampak sibuk mempersiapkan


penyambutan kehadiran mereka. Nampak disana ada Vivi, sekretaris nya Rayen,


kemudian Silvi staf perusahaan Rayen, dan Dr. Albert yang nanti akan menemani


Rayen untuk menjemput mereka di bandara Soekarno-Hatta. Semua disibukkan oleh pekerjaannya


masing masing. Ada yang membantu membersihkan rumah. Ada yang mempersiapkan


kamar untuk Tuan Besar tito. Ada yang menata halaman, semua sibuk untuk


menyambut kedatangan mereka.


Ada yang tidak kelihatan dari pagi di rumah megah ini. ya,


semua mata menari seseorang yang paling dekat dengan Maureen, siapa lagi kalau


bukan sekretaris Zang. Kemana dia? Kemarin kelihatannya masih ada di kantor


KSM. Bukankah biasanya dia tidak pernah jauh dari Maureen. Sedangkan hari ini


Maureen dijadwalkan sampai di Jakarta sekitar pukul 10.00 pagi. Jangan jangan


kecurigaan Rayen benar.


Rayen terus berfikir keras. Saat ini dia tengah menyelidiki


siapa dalang dibalik raibnya puluhan miliar uang ana perusahaan KSM Group saat


ini. laporan yang diterima, uang tersebut adalah untuk membeli bahan baku


pengganti yang proyeknya terkena dampak banjir Jakarta. Tapi fakta di lapangan,


akibat dari banjir itu seharusnya tidak sampai menelan biaya sebesar itu. Bahkan


mungkin tidak lebih dari 20% jumlah mark up yang ditemukan Rayen.


Kecurigaan Rayen bertambah besar ketika setiap kali Rayen ada


di kantor KSM Group, sepertinya sekretaris Zhang sengaja menghindar. Sekretaris


Zang hanya berbicara jika diperlukan saja. Sepertinya dia sengaja membatasi

__ADS_1


obrolan dengan Rayen. Tentu saja ini juga menjadi catatan yang perlu


diperhatikan oleh Rayen. Tapi sebenarnya dugaan Rayen tidak mengarah kepadanya.


Rayen dibuat bingung dengan kondisi ini. di satu sisi,


investigasi dia mengerucut ke satu orang. Di sisi lain, kenyataan membawa Rayen


mau tidak mau juga menurigai sekretaris Zang.


Jika sampai nanti siang aau nanti sore, Zang belum juga ada


disitu, dengan alasan apapun dia patut dicurigai. Begitu yang ada di benak


Rayen.


Menjelang pukul sepuluh pagi, Rayen dan Dr. Albert segera


berangkat ke bandara untuk menjemput Tuan Besar Tito dan Maureen. Mereka sengaja


berangkat lebih awal karena jalanan Jakarta kadang susah diprediksi. Jarak yang


seharusnya bisa ditempuh dalam 10 menit, jika kondisi padat atau macet bisa


berjam jam.


.


.


Sementara itu, didalam pesawat, nampak Maureen sesekali


dekat ayahnya, agar Maureen bisa memantau terus kondisi Tuan Tito selama dalam


perjalanan. Sedangkan pengacara Wang dan Bi Minah berada di kursi deretan


belakang Tuan Tito dan Maureen. Cuaca yang mendukung membuat perjalanan dari


New York ke Jakarta berjalan sesuai rencana.


Maureen sangat bersyukur selama di perjalanan, Tuan Tito


tidak mengeluh sedikitpun. Mudah mudahan Tuan Tito benar benar sudah sehat. Mudah


mudahan Tuan Tito tidak hanya ingin membuat hati Maureen bahagia. Dan biarkan


waktu yang akan menjawab semua ini.


Dari jendela pesawat, nampak Kota Jakarta sudah kelihatan


semakin dekat dengan jarak pandang penumpang pesawat. Nampak beberapa pramugari


pesawat sibuk memberi arahan kepada semua penumpang agar segera mempersiapkan


diri. Dari ruang informasi, nampak suara pemandu dari ruang kontrol pesawat


memberi arahan dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia meminta seluruh


penumpang untuk memperbaiki posisi duduk dan sabuk pengaman, ini dilakukan


karena sebentar lagi pesawat akan segera mendarat. Untuk menjaga hal hal yang

__ADS_1


tidak diinginkan jika ada hentakan disaat pesawat memasuki landasan, makanya


seluruh penumpang diminta mengontrol kembali sabuk pengaman yang mereka pakai.


Dan......


Akhirnya pesawat itupun mendarat dengan sempurna tanpa kendala


apapun. Dan Maureen kemudian memapah ayahnya untuk segera keluar dari pesawat


menuju ke ruang tunggu penumpang.


.


.


Sementara itu, Rayen dan Dr. Albert yang sedari tadi sudah


tiba di ruang tunggu bandara, segera bergegas menuju ke arah tempat keluarnya


penumpang sesaat setelah pesawat yang ditumpangi oleh Pak Tito dan Maureen


mendarat di landasan pacu bandara. Rayen kemudian menoleh ke arah kerumunan


penumpang yang baru keluar dari pesawat. Dan dilihatnya Tuan Tito dipapah oleh


Maureen, dibelakangnya ada pengacara Wang dan Bi Minah. Lalu ada satu lagi yang


tidak asing di mata penglihatan Rayen. Ternyata ada sekretaris Zang. Bagaimana mungkin


Rayen tadi tidak mengetahui jika sekretaris Zang juga ada disitu, bahkan juga


menunggu kedatangan Maureen tanpa sepengetahuan dari Rayen.


Sungguh Rayen kembali dibuat bingung. Hampir saja tadi Rayen


sudah menduga bahwa biang keladi bangkrutnya KSM Group adalah Zang dengan tidak


hadirnya dia di penyambutan kembalinya Tuan Tito dan Maureen. Faktanya, justru


sekretaris Zang orang yang pertama berada di dekat maureen saat Maureen datang


di Jakarta.


Ah, Rayen. Buanglah dulu hasil investigasi ngawurmu. Hipotesismu


gampang sekali dipatahkan.


Akhirnya Rayen pun bergabung dengan mereka. Dengan membawa 2


mobil, mereka semua menuju ke rumah Maureen. Menurut rencana, dalam beberapa


hari ini, Tuan Tito akan menginap di rumah Maureen sampai hasil kemoteraphy


menyatakan bahwa penyakit Tuan Tito sudah bisa disembuhkan


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2