
Malam itu, Maureen sengaja menunggu Rayen pulang kantor. Maureen
sudah memasak masakan yang istimewa kesukaan Rayen. Dan luar biasanya, masakan Maureen
punya cita rasa yang sangat istimewa bahkan Bi Minah yang biasanya masak untuk
mereka saja, memuji masakan Maureen.
Mobil metallic mengkilap memasuki halaman rumah mewah itu,
siapa lagi kalau bukan Rayen. Setelah menyerahkan kunci mobil pada penjaga agar
memarkir mobil di garasi, Rayen segera masuk ke rumah.
Nampak Maureen dengan senyum yang lebar, bahagia karena
Rayen sudah pulang malam itu.
“Selamat malam sayang, maaf Ray agak telat pulang. Banyak pekerjaan
kantor hari ini”, kata Rayen sembari mencium kening istrinya dengan mesra.
“Ndak apa apa sayang, ini tadi Maureen juga baru saja
selesai memasak. Masakan soesial untuk suami tercinta. Maureen sengaja pulang
cepat hari ini. Biar bisa masak”, kata Maureen.
“O, iya? Pasti masakan istriku sangat lezat. Dari depan tadi
Ray sudah mencium aroma yang luar biasa dari masakan yang dibuat istriku yang
paling cantik”, kata Rayen.
“Ah, kamu dari dulu memang paling pinter ngegombal. Ingat nih,
dah hampir jadi Bapak, kurangi ngegombalnya!!!” kata Maureen.
“Ngegombal ke istri mah sah sah saja kali. Eh, Ray yakin
masakan istriku pasti paling enak. Iya kan Bi?” kata Rayen sambil menoleh pada
Bi Minah yang saat itu sedang berjalan menuju ruang tamu.
“Eh, benar Tuan Rayen. Masakan Nyonya muda memang sangat special.
Bi Minah tadi nyicipin lo, benar benar lezat. Kayak masakan restoran bintang
lima mungkin. Sayangnya Bi Minah belum pernah ke restoran bintang lima”, kata
Bi Minah.
Mendengar kata kata Bi Minah Maureen tersenyum senyum.
“Hahaha… Bi… bibi.. Bi Minah ini ada ada saja. La wong belum
pernah ke restoran bintang lima kok bisa tahu rasanya masakan restoran bintang
lima.” Kata Maureen.
“ya barangkali nyonya?” kata Bi Minah sambil tersenyum malu.
“Baiklah, saya ganti baju dulu, terus kita makan sama sama.”
Kata Rayen sambil melangkah menuju ke kamar untuk berganti pakaian.
Sementara Maureen bergegas ke ruang makan untuk menyiapkan
santap malam untuk mereka berdua.
Suasana yang sudah lama dirindukan Maureen. Makan bersama
suami tercinta. Akhir akhir ini memang sangat jarang mereka bisa berkumpul seperti
ini. Apalagi ketika perusahaan mengalami beberapa masalah, baik masalah
internal maupun dampak dari ekonomi yang kian tidak menentu. Ah, ingin rasanya Maureen
jadi orang biasa saja, jadi istri yang baik untuk suami, jadi ibu dari anak
anaknya. Tidak perlu sangat pusing dalam mengurus perusahaan.
Tak berselang lama, Rayen sudah kembali ke ruang makan
setelah berganti pakaian. Maureen menyiapkan piring untuk Rayen. Dan mereka
berdua makan dengan lahap.
Nampak Rayen sangat menikmati masakan Maureen hari ini. Dalam
hati Rayen, sangat memuji masakan istrinya itu. Luar biasa. Memang benar kata
Bi Minah. Rasa masakan Maureen seperti restoran bintang lima. Delicious, very
__ADS_1
very delicious.
“Maureen This is very delicious. My favorites food. Kamu pintar
sekali membuat masakan sayang.” Puji Rayen pada masakan istrinya.
“Terima kasih sayang, Maureen hanya ingin membuat sesuatu
yang special untuk suami tercinta”, kata Maureen.
“O ya, gimana dengan kandunganmu. Apa dedek bayinya nakal di
kandungan sayang?” Tanya Rayen.
“Ah, ndak kok sayang. Beberapa hari ini sudah jarang merasa
mual mual. Cuma kadang malas saja untuk melakukan sesuatu. Bawaannya pengin
nyantai saja. Jadi kadang Maureen pulang lebih awal dari kantor” kata Maureen.
“Ya, itu kan lebih baik. Jadi Maureen bisa istirahat. Pekerjaan
kantor kan bisa diurus sama sekretaris dan staf, Maureen fokus pada kesehatan
dan buah hati kita”
“Sebenarnya sih maksud Maureen begitu sayang. Tapi kan kalau
tidak dipantau, kita tidak tahu apakah perusahaan berjalan baik baik saja atau
tidak.”
Maureen dan Rayen berbincang bincang mesra, sambil mencicipi
hidangan pencuci mulut malam itu. Banyak hal yang diperbincangkan. Mulai dari
kondisi perusahaan, sampai rencana mereka nanti jika sudah punya anak.
Dari perbincangan itu, Maureen mengetahui bahwa Putra
Company sudah mulai menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan luar negeri. Dan
ternyata untuk mengurusi semua ini Rayen sudah sangat sibuk.
Semula Maureen berencana menyerahkan urusan perusahaan di KSM
Group pada suaminya. Namun ketika mengetahui kesibukan suaminya di Putra
Company, Maureen mengurungkan niatnya. Maureen tidak sampai hati melihat
suaminya terlalu sibuk. Maureen tahu betul seberapa kemampuan suaminya. Maureen
berdiri sendiri, dan tidak perlu menjadi anak perusahaan dari KSM Group.
“O iya sayang, tadi ada titipan dari kawan kawan alumni
kampus. Untuk menyambut Hari Valentine tahun ini, alumni kampus angkatan kita
bakal mengadakan reuni. Gimana sayang, Maureen ikut?”
“Rencananya dimana reuninya sayang?”
“Kalau tidak salah, mau ke Puncak Bogor say. Kata ketua
panitia sih sebenarnya niatnya mau ke luar negeri. Tapi banyak dari alumni
angkatan kita yang sedang hamil. Jadi usulan mereka akhirnya diputuskan untuk
reuni di sekitar Jakarta saja. Gimana?” Tanya Rayen.
“Kalau aman untuk ibu hamil, mungkin Maureen mau ikut
sayang. Tapi tunggu dulu, biar nanti Maureen Tanya dulu sama Chika. Dia mau
ikut apa ndak. Soalnya Chika juga lagi mengandung, bahkan sudah jalan 4 bulan
sayang”.
“Apa? Chika sudah mau punya anak? Kok Maureen ndak bilang
bilang?” Tanya Rayen.
“Waduh, gimana mau bilang. Kamu tiap hari sibuk sibuk dan
sibuk terus?”
“Iya deh. Tapi Rayen sibuk kan juga untuk buah hati kita”.
Obrolan makin hangat dengan rencana reuni dari alumni
angkatan mereka. Akhirnya mereka berdua melanjutkan obrolannya ke dalam kamar. Dan
candaan mereka diselingi dengan cubitan mesra, kecupan mesra, dan mereka
bermesraan sampai pagi.
.
__ADS_1
.
Kring… kring…. Kring……
Alarm diatas meja di kamar Maureen entah sudah berapa puluh
kali bordering. Tapi Rayen dan Maureen masih tertidur pulas dalam satu selimut.
Rupanya mereka kecapekan bermesraan semalam.
Tiba tiba Rayen menggeliat. Dia sudah terbangun. Jam berapa
ini pikirnya.
Betapa kagetnya, ketika diliriknya jam dinding.
“Astaga, sudah jam 8.00”
Diliriknya istrinya masih terlelap tidur. Rayen sengaja
tidak sampai hati membangunkan Maureen. Rayen kemudian menuju kamar mandi,
membersihkan diri dan bersiap siap untuk menuju ke kantor.
Saat Rayen sudah selesai bersiap siap, saat itulah Maureen kelihatan
menggeliat bangun.
“Ah, sudah siang sayang? Kok ndak dibangunin sih?”
“Iya sayang, Rayen harus ke kantor pagi ini. Banyak pekerjaan,
Maureen gimana? Nanti ke kantor apa ndak?” Tanya Rayen
“Ndak sayang. Kemarin Maureen sudah menyuruh sekretaris
Zhang untuk mengurus jadwal hari ini. Sedang yang penting saya suruh cancel
untuk dikerjakan besuk. Rencananya Maureen akan ke tempat Chika. Ingin tahu
apakah Chika ikut reuni apa tidak?”
“O, ya sudah. Kalau begitu Rayen berangkat dulu ya sayang? Baik
baik di rumah. Jaga dedek dalam kandungan.”
“Iya sayang, pasti.”
Rayen bergegas melangkah ke depan. Nampak seprang karyawan
sudah siap di halaman dengan sebuah mobil. Kemudian dimenyerahkan kunci
mobilnya pada Rayen. Sejurus kemudian, mobil itu sudah berbaur dengan riuhnya
jalanan ibukota menuju ke kantor Putra Company.
Sementara Maureen setelah mengantarkan suaminya sampai di
pintu depan, kembali ke kamar. Dia masih malas bangun. Maureen masih
membayangkan apa yang dilakukan kemarin sampai hari ini. Ternyata jadi istri
itu bahagia sekali ya?
Sayangnya tuntutan perusahaan membuat Maureen harus jadi
wanita karir yang super sibuk.
Maureen masih berfikir keras. Maureen ingin menjalankan
perusahaan, tapi tidak melupakan tugasnya tugasnya sebagai seorang istri. Maureen
tahu, bahwa ratu dalam rumah tangga itu adalah wanita yang mampu menjaga dan
mengurus suami dan anak anaknya. Ratu sesungguhnya adalah yang mampu
membahagiakan suami dan menjadi ibu dari anak anaknya. Bukan yang sukses dalam
karirnya.
Maureen ingin menjalankan keduanya.
Tapi mampukah? Mampukah Maureen menjadi RATU dalam rumah
tangga, sementara dia juga harus jadi pemimpin di perusahaannya?
Bantu Maureen berfikir dong readers, bagaimana agar Maureen bisa
menjadi istri yang baik tanpa melalaikan perusahaannya.
.
.
Terima kasih readers, selamat mempersiapkan Valentine’s Day.
Siapkan kado special untuk orang orang terkasih anda. Semoga bulan ini menjadi
__ADS_1
bulan kasih sayang bagi kita semua.