Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Empat Bag 4


__ADS_3

 


 


Setelah bergelut dengan padatnya jalanan ibukota untuk


beberapa waktu. Sampailah Rayen di kantor KSM Group. Dari jauh nampak Maureen yang


masih berkutat dengan berkas berkas yang menumpuk. Rayen sebenarnya sangat


kasihan pada istrinya. Kehamilannya sudah semakin besar, seharusnya sudah


beristirahat. Tapi Rayen pun belum bisa bertindak lebih jauh, karena masih


harus menyelesaikan kontraknya dengan perusahaan Mexico. Mungkin setelah


kontrak kerja ini rampung, dia baru bisa fokus untuk menangani Putra Company


dan KSM Group sekaligus.


“Hai Bunda sayang, gimana sudah selesai apa belum?”Tanya Rayen


setelah sampai di ruang kerja istrinya.


“Sebentar lagi sayang. Aku masih meneliti berkas yang


diberikan Zang tadi. Banyak kejanggalan yang ada di laporan keuangan beberapa


anak perusahaan ini” kata Maureen.


Sebenarnya Rayen sudah mengetahui apa yang dikatakan oleh Maureen.


Sebelum ini, pada saat Maureen berada di Nevada, Rayen sudah mempelajari


keuangan dari KSM Group. Ada beberapa point yang sengaja di mark up untuk


menambah anggaran pada sektor yang kurang diselidiki dan jarang dikontrol. Ini dilakukan


oleh orang yang ahli dalam bidang keuangan. Dan sebenarnya Rayen sudah memiliki


gambaran siapa yang layak sebagai tertuduh dalam hal ini. Namun untuk sementara


Rayen pura pura belum mengerti hal ini, karena Rayen ingin fokus untuk


menyelesaikan kontrak dengan Castillo Company.


“Ya sudah. Kita tinggalkan dulu kerjaan itu, bunda harus


istirahat sayang. Kasihan anak kita” kata Rayen membujuk Maureen untuk pulang.


Akhirnya merekapun pulang dan meninggalkan berkas yang amsih


ada di meja. Sebelum pulang, Maureen meminta sekretaris Zang untuk menyimpan


kembali berkas berkas itu karena mereka harus pulang.


Sekretaris Zang kemudian menyimpan kembali berkas berkas itu


dan beberapa poin yang menjadi catatan Maureen sekaligus akan menjadi tambahan


keterangan untuk melanjutkan penyelidikan yang dilakukan oleh sekretaris Zang.


Mobil Maureen terus bergerak meninggalkan kantor KSM Group,


menuju ke rumahnya.  Dalam perjalanan


pulang, Maureen banyak berbicara tentang perusahaannya, beberapa permasalahan


diceritakan kepada suaminya. Karena sebentar lagi, Maureen berniat akan


menyerahkan pimpinan KSM Group untuk sementara waktu pada suaminya itu.


Rayen lebih banyak diam dan mengiyakan saja apa yang


dikatakan istrinya. Pada dasarnya apa yang disampaikan oleh Maureen sebenarnya


sudah diketahui oleh Rayen secara garis besar. Namun Rayen lebih memikirkan


bagaimana caranya menyampaikan rencana kepergiannya ke Mexico bersama Vivi.


Rayen tidak ingin kesalah fahaman mereka terulang kembali. Jangan sampai ada

__ADS_1


babak ke dua yang justru akan memperuncing masalah mereka.


.


.


.


Sesampai di rumah, Bi Minah sudah menyiapkan makanan untuk


makan malam mereka. Maureen merasa agak ogah ogahan untuk makan.


“Ayolah bunda, makannya harus banyak sayang. Kasihan yang


ada perut dong?” bujuk Rayen.


Namun Maureen tetap merajuk. Dia minta disuapin sama


suaminya. Akhirnya Rayen menyuapi istrinya dengan kasih sayang. Sementara Maureen


dengan manja menerima suapan demi suapan dari suaminya. Ah, dunia serasa


bagaikan milik mereka berdua. Yang lain mah pada ngontak kali……..


Selesai makan, mereka duduk santai di serambi depan sambil


menanti secangkir kopi hangat yang dibikinkan oleh Bi Minah. Maureen sengaja


minta dibuatkan teh hangat saja. Kata orang sih, teh lebih bagus bagi kesehatan


janin disbanding kopi atau minuman lain sejenisnya.


Maureen duduk disamping Rayen sambil menyandarkan kepalanya


di bahu bidang milik Rayen. Sungguh suasana malam yang syahdu menambah


kemesraan antara mereka berdua. Seakan takkan terpisahkan oleh apapun


kebersamaan mereka.


“Bunda, boleh ayah ngomong sesuatu?” kata Rayen memulai


pembicaraan


penting yang ingin disampaikan suaminya hingga Rayen harus mengawali apa yang


akan disampaikan dengan sikap kebingungan.


“Ada apa Ray sayang. Katakan saja, tidak usah bingung. Aku akan


mendengarkannya” kata Maureen meyakinkan suaminya.


Kemudian Rayen mengeluarkan selembar kertas dari balik


kantong bajunya. Telegram? Maureen agak terkejut. Tapi sebelumnya Maureen sudah


mendengar jika dalam beberapa hari mendatang ada perusahaan asing yang ingin


mengundang Rayen untuk penandatangan kontrak yang nilainya fantastis.


“Ini tadi aku dapat telegram dari Castello Company Bun. Bunda


silahkan baca sendiri” kata Rayen sambil menyerahkan telegram itu pada


istrinya.


Maureen menerima kertas itu, kemudian membacanya.


Dear


Mr. Rayen. Presdir Putra Company in


Jakarta


Following up on our


collaboration a few months ago, we


look forward to Mr Rayen's presence in our


office as soon as possible. don't

__ADS_1


forget to be with Miss Vivi. From : CASSTILO


COMPANY


Maureen sebenarnya sangat senang


mendengar kabar ini. Namun setelah menbaca surat ini sampai akhir, ada yang


menyesakkan dada. Kenapa sih harus dengan Vivi? Apa mungkin ini yang membuat


Rayen sangat berat untuk berbicara kepadanya? Ah, Rayen. Aku tahu kamu sangat


ingin menjaga perasaan istrimu, aku tahu jika kamu tidak ingin istrimu


berprasangka yang bukan bukan. Tapi ini amat penting  bagi masa depan perusahaanmu. Batin Maureen bergejolak.


“Inilah bunda yang membingungkan


aku. Di satu sisi kita sangat membutuhkan kontrak ini. Di sisi lain, mereka


meminta aku datang bersama Vivi. Bagaimana menurut pendapat bunda?” Tanya Rayen.


Sebenarnya dalam hati kecil Maureen


juga berat untuk melepas kepergian Rayen. Karena itu terjadi disaat Maureen tengah


hamil tua, ditambah dengan kepergian Rayen yang bersama Vivi, wanita yang


pernah dicemburuinya. Siapapun orangnya tidak akan menyangkal bahwa Vivi adalah


wanita yang banyak diidamkan oleh laki laki. Dia cantik, pintar dan pandai


bergaul. Tapi Maureen juga harus menyadari posisi perusahaannya saat ini. Harapan


satu satunya yang bisa menolong membangkitkan kembali KSM Group hanyalah


kesuksesan Putra Company. Star Company milik Maureen bagaimana? Memang sih


dalam skala kecil Star Company masih bisa memback up kerugian KSM Group. Tapi kasusnya


kali ini lain. Maureen sendiri belum yakin jika uang yang hilang itu masih bisa


diambil lagi meski nanti ketahuan siapa yang mengambil.


Jadi pilihan Maureen sebenarnya


hanya satu, demi kelangsungan perusahaan dan masa depan mereka. Mau tidak mau,


dia harus merelakan Rayen ke Mexico meski harus bersama Vivi.


Setelah berfikir beberapa saat


lamanya, akhirnya Maureen pun mengambil sikap dan berkata, “ Ray, aku tahu ini


adalah keputusan berat. Sebenarnya sebagai seorang istri yang tengah hamil tua,


aku ingin suamiku selalu disampingku. Tapi, kita juga harus ingat, perusahaan


kita sedang mengalami masalah. Dan kemungkinan besar, yang bisa menolong adalah


kontrak ini. Istrimu hanya minta, kamu jangan pernah mengkhianati


kepercayaanku. Aku percaya kamu pasti bisa menjaga keutuhan keluarga kita. Aku merelakan


kamu ke Mexico walaupun bersama Vivi”


Kata kata Maureen membuat hati


Rayen trenyuh. Seakan akan ini adalah belati yang menusuk ke ulu jantung. Ya,


sangat tajam. Namun sebenarnya itulah yang diinginkan oleh Rayen. Rayen ingin


walaupun istrinya melepas kepergiannya, namun harus disertai dengan tanggung


jawab. Dan rayen bertekad mempertanggung jawabkan kepercayaan yang diberikan


oleh Maureen. Demi Maureen, demi keluarganya dan demi masa depan perusahaan


mereka.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2