Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Tiga Bag 5


__ADS_3

Hari ini berlalu sangat indah bagi Maureen. Seakan akan hari


yang beberapa waktu belakangan ini hilang, sudah kembali lagi. Sebenarnya ada


yang masih ingin disampaikan Maureen ke Rayen tadi malam. Namun Maureen tidak


ingin merusak suasana kemesraan antara mereka berdua. Dan terpaksa hal itu


masih harus disimpannya lagi.


Waktu sudah beranjak siang ketika Maureen baru saja beranjak


dari tempat tidur. Maureen sebenarnya masih enggan bangun, tapi hari ini


Maureen ingin bertemu Chika. Ada yang ingin dibicarakan dengan sahabatnya yang


satu ini.


Maureen sengaja mau mengajak Pak Jay untuk mengemudikan


mobilnya. Siang ini Maureen ingin santai. Maureen juga berharap kali ini Chika


mau memenuhi harapannya untuk makan siang bersama. Walaupun Maureen belum yakin


sahabatnya itu nanti akan mau untuk diajak makan siang di restoran punya


Maureen.


Ah chika, Chika. Sungguh perubahan yang amat drastis, hampir


saja Maureen tidak percaya dengan yang dilihat kemarin. Dan tentu masih sangat


menjadi ganjalan dalam hati Maureen. Apa sebenarnya yang mampu mengubah si


borjuis jadi wanita sederhana dan bersahaja itu.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Maureen segera bergegas


menuju ke halaman. Nampak disana Pak Jay sudah siap dengan mobil kesayangan


Maureen. Namun sebelum berangkat, diraihnya ponsel dan dicarinya nomer


sekretaris Zhang. Ada tugas yang harus diselesaikan dengan segera.


“Hallo, Zhang?”


“Selamat siang Ibu Presdir, ada yang bisa saya bantu?”kata


sekretaris Zhang di ujung telepon.


“Iya Zhang. Hari ini saya tidak masuk kantor. Tolong saya


nanti dikirimi daftar staf ahli yang bekerja di KSM Group ya, ada yang penting


yang ingin saya sampaikan.”


“Iya Bu, terus untuk jadwal hari ini gimana Ibu Presdir,


apakah dicancel untuk besok, apa nanti bisa jalan?”


“Untuk yang berkaitan dengan kontrak buat schedule besok


saja. Kalau untuk urusan internal kantor, kamu bisa atur sendiri. Hari ini saya


ingin istirahat. Jadi kalau tidak urgent silahkan diselesaikan saja Zhang” kata


Maureen.


“Baik Bu…..”


Setelah menelepon Zhang, Maureen segera masuk ke mobil.


Kemudian memberi isyarat pada Pak Jay agar segera berangkat.


Pak jay mengemudikan mobil dengan pelan sambil sesekali


bertanya pada Maureen. Maklum Pak Jay belum tahu rumah Chika yang sekarang.


Yang Pak jay tahu adalah rumah Chika yang dulu, yang masih berada di perumahan


elit.


Tidak berselang lama, mobil sudah memasuki jalanan yang


sedikit lengang. Ya, mereka hampir sampai di rumah Chika.


Setelah melewati gapura gang kecil, sampailah mereka di


sebuah rumah sederhana, namun tertata rapi dan asri. Inilah rumah Chika Suroso.


Setelah memencet bel dipagar rumah, Maureen segera menanti sang empunya rumah


keluar.


“eh, nyonya besar. Masuk masuk masuk……” sapa Chika.

__ADS_1


“mulai nih, ngeledek.” Kata Maureen.


“ini Pak Jay kan Reen?” Tanya Chika.


“iya, saya tadi agak malas nyetir sendiri. Makanya minta


tolong anter sama Pak Jay” kata Maureen.


“ mari masuk Pak Jay, biar saya buatkan kopi”


“terima kasih non, biar Pak Jay di sini saja. Lagian biar


Pak Jay nunggu di mobil saja. Lebih enak udaranya” kata Pak Jay menolak halus


ajakan Chika untuk masuk rumah.


“ah, tidak apa apa lah Pak Jay. Anggap saja rumah sendiri.


Maaf Pak Jay, kalau begitu saya tinggal masuk ya. Ayo Maureen, kita masuk dulu”


ajak Chika.


Maureen dan Chika segera masuk rumah. Sementara Pak Jay


menunggu di halaman sambil sesekali menghisap cerutu yang jadi kegemarannya.


“ada apa ini Reen, kok tumben sudah kesini lagi” Tanya Chika


“eh, kamu udah dapat kabar belum, angkatan kita mau ngadain


reuni?”


“sudah” kata Chika


“lalu, kamu mau ikut apa tidak?” Tanya Maureen.


“gimana ya reen, sebenarnya gue sih udah agak males dengan


acara acara semacam itu. Gue mau fokus dulu sama dedek yang dalam kandungan


sama keluarga dulu. Tapi karena tidak enak sama temen temen ya mungkin kalau


memang acaranya safety, tidak berbahaya bagi kita yang lagi hamil, mungkin akan


ikut” kata Chika.


“Nah, itulah yang ingin kukatakan. Kata Rayen sih tempatnya


dipilih di Puncak Bogor karena menurut ketua panitia banyak diantara alumni


tentang kehamilan kita”, kata maureeen.


“Eh, betul juga ya? OK lah, aku Tanya suamiku dulu. Jika semua


OK, gue bakal ikut” kata Chika.


“Kenapa mesti nanya lagi? Kan udah jelas safety, jadi tidak


ada yang perlu ditanyain lagi kan?” kata Maureen bingung. Ngapain sih Chika


ini, dikit dikit Tanya suami, emang suaminya sangat mengekang dia apa kenapa


ya? Apa Chika bagaikan didalam penjara setelah menikah? Apa tidak ada kebebasan


dalam bergerak atau bergaul sehingga harus selalu apa apa minta ijin suami.  Bagaimana Chika bisa merasakan sebagai RATU


dalam rumah tangganya? Ah Chika, jika begitu, betapa malangnya nasibmu…….


Sebenarnya Maureen ingin tahu lebih jauh. Tapi takut Chika


tersinggung. Benarkah suami Chika orang yang overprotektif, sehingga semua


serba dikekang. Jika benar begitu, pasti Chika akan sedih, tapi Chika dari luar


nampak bahagia, bahkan nampak sangat bahagia. Chika sangat menikmati


kehidupannya yang sekarang.


“Iya Maureen. Walaupun safety dan acara dengan temen temen


alumni kampus, tapi kalo suami gue tidak ikut dan gue tidak diijinin, y ague ndak


bisa ikut. Ntar kukabarin deh. Pastinya jika boleh ikut aku pasti ikut” kata


Chika.


“OK lah kalo begitu Chika. Aku pulang dulu ya, jangan lupa secepatnya


kabarin aku ya, biar ntar bisa persiapan lebih awal, kan tinggal waktu 2 hari


untuk persiapan hari Valentine” kata Maureen sambil pamit pulang.


“Siap Ibu Presdir” kata Chika sambil mengantar Maureen sampai


di halaman.

__ADS_1


Di halaman nampak Pak Jay yang senantiasa setia di samping


mobil untuk menemani kemanapun Maureen akan pergi sore ini.


“Kita kemana lagi Nyonya?” Tanya Pak Jay setelah mobil


bergerak meninggalkan rumah Chika.


“Kita pulang saja Pak Jay. Aku ingin istirahat. Besuk baru


ke kantor” kata Maureen.


“Baik Nyonya”


Mobil itupun kembali meluncur, kali agak cepat, karena Pak


Jay sudah hafal jalanan yang dilalui ketika menuju ke rumah Chika tadi. Mobil menyeruak


diantara bisingnya ibukota. Beberapa kali Pak Jay harus memperlambat laju


mobilnya ketika memasuki jalan jalan yang sangat padat lalu lintasnya.


Sore itu, Maureen ingin pulang ke rumah, ingin istirahat. Bawaan


hamil muda mungkin. Sepertinya saat ini Maureen gampang lelah.


Sampai di rumah, Maureen langsung menuju dapur, dilihatnya


Bi Minah sedang memasak. Beberapa bahan masakan sudah disiapkan di meja dapur. Maureen


kemudian menghampiri Bi Minah.


“O, Nyonya sudah pulang to? Maaf Nyonya, Bi Minah tidak


tahu. Maklum sudah tua, jadi ndak mendengar ada suara mobil tadi” kata Bi


Minah.


“Ndak apa apa Bi. Lagian Maureen ndak bawa apa apa kok. Kalaupun


bawa ka nada Pak Jay tadi. O, iya Bi, mau masak apa sore ini?”


“Ini Nyonya, opor ayam sama gulai sapi. Kesukaan Nyonya. Tadi


pagi Tuan Rayen minta saya masakin makanan kesukaan Nyonya” kata Bi Minah.


“O, ya? Pasti enak sekali nanti masakan Bi Minah. Silahkan dilanjutkan


Bi. Saya mau istirahat dulu”


“Baik Nyonya”


Maureen menyuruh Bi Minah menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian


Maureen bergegas menuju kamarnya. Dia ingin beristirahat sambil menanti Rayen


pulang dari kantor.


Namun tiba tiba dia teringat ayahnya, Tuan Besar Tito Tirta


Kusuma.


Diraihnya HP merk terkenal yang sudah pasti harganya hampir


bisa untuk beli sebuah mobil ukuran orang biasa.


Kriiing……. Kring……. Kriiiinnngggg……..


Terdengar telepon menghubungkan ke seseorang di seberang


telepon. Dan tidak lama kemudian, terdengar suara yang sudah tidak asing lagi


di ujung telepon. Nampak suara itu batuk batuk sebentar, kemudian terdengar


suara agak parau, ah ayah, apa yang terjadi pada ayah?


.


.


Apa yang terjadi pada Pak Tito?


Bagaimana rencana reuni Maureen dan teman teman kampus di


Puncak Bogor pada hari Valentine lusa?


Temukan jawabannya di lanjutan cerita ini. Jangan lupa vote,


like dan berikan komentar untuk mendukung author.  Simak juga PENGANTIN LEMBAH NAGA, hari ini


juga sudah up episode ke 4 ( Petaka di Lereng Anjasmara ).


Selamat membaca, slam hangat dari author untuk readers


semua.

__ADS_1


__ADS_2