Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 18


__ADS_3

 


 


Sore itu setelah beristirahat sejenak, Maureen bergegas ke


rumah sakit langganan keluarga mereka. Mobil Maureen melaju membelah jalanan


ibukota yang cukup padat. Jarak rumah Maureen memang tidak terlalu jauh dari


rumah sakit itu. Sehingga tidak memakan waktu lama, Maureen sudah tiba di rumah


sakit yang cukup megah ini.


Maureen segera menuju ke pavilion vvip tempat dimana ayahnya


di rawat. Nampak 5 dokter spesialis terbaik dari rumah sakit ini berkumpul.


Mereka sedang menantikan kedatangan Maureen. Didampingi oleh pengacara pribadi


Tuan Tito, Bapak Alfino, mereka bergegas menyambut kedatangan Maureen yang kali


ini datang sendirian tanpa ditemani sekretaris Zhang.


“Selamat datang di rumah sakit kami Nyonya Maureen”, kata


Dr. Albert yang merupakan ketua tim medis perawatan Pak Tito.


“Terima kasih Pak Dokter. Maaf, bagaimana kondisi ayah saya


saat ini?” Tanya Maureen.


“Nyonya tidak usah kawatir, Tuan Tito kondisinya sudah


stabil, dan sudah siuman. Tadi pagi memang kondisi beliau pingsan, untunglah


pengacara beliau segera membawa beliau kesini”, kata Dr. Albert.


“O, iya. Bolehkan saya menemui ayah sekarang dokter?” Tanya


Maureen.


“Tentu saja boleh Nyonya. Tuan Tito sudah boleh ditemui dan


boleh diajak bicara, asalkan jangan terlalu lama dan jangan dibebani persoalan


berat”, jawab Dr. Albert.


“Baiklah Dokter, saya menemui ayah dulu, setelah itu kita


bicarakan masalah kesehatan ayah. Saya ingin tahu kondisi kesehatan ayah secara


menyeluruh. Bagaimana Dokter?”


“O, silahkan Nyonya Maureen. Kami sudah siapkan hasil tes


kesehatan Pak Tito secara menyeluruh. Semoga kita bisa memberikan yang terbaik


untuk kesehatan beliau”.


“Terima kasih, Dokter!”


Maureen kemudian melangkah mengikuti Dr, Albert  yang mewakili anggota dokter spesialis


keluarga Tito untuk melihat kondisi Pak Tito di ruang vvip pavilion rumah


sakit.

__ADS_1


“Silahkan Nyonya Maureen. Tuan Tito sudah menunggu Nyonya.


Beliau sudah sedari tadi menanyakan Nyonya Maureen”


“Baik Dokter”


“Saya tinggal dulu Nyonya”


“Terima kasih Dokter”


Maureen kemudian melangkah menuju kamar yang cukup mewah,


kamar vvip. Kamar rumah sakit yang dipenuhi fasilitas yang luar biasa, dan


hanya mereka yang berekonomi kelas atas yang akan mampu membayar fasilitas


rumah sakit ini. Nampak Pak Tito sedang terbaring sambil ditemani seorang


perawat yang saat itu sedang merapikan alat alat yang ada di meja.


“Ayah, bagaimana keadaan Ayah. Maaf Ayah, Maureen baru saja


pulang dari New York, menengok perusahaan Maureen yang ada disana”, kata


Maureen sambil mencium tangan ayahnya dan mengecup kening ayahnya kemudian


Maureen duduk disamping ayahnya.


Ayah Maureen tersenyum sambil berusaha untuk duduk, Nampak perawat


berusaha membantu Pak Tito untuk duduk tegak diatas kasur rumah sakit.


“Ayah tidak apa apa anakku. Kondisi ayah sudah cukup baik. Lihat


ini, ayah sudah bisa duduk dengan tegak. Mungkin ayah terlalu capek anakku. Maklum


ayah sudah tua, tidak seperti saat ayah masih muda dulu, he he he he….. “ kata


sengaja berbuat demikian karena Pak Tito tidak ingin putri semata wayangnya


bersedih.


Namun, Maureen bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongi


seperti itu. Dia tahu kalau ayahnya sedang tidak sehat. Kondisi kesehatannya


masih sangat rapuh. Itu terlihat dari wajahnya yang kelihatan memerah dan tubuh


ayahnya yang kelihatan makin kurus.


“Ayah, sudah saatnya ayah istirahat. Biarlah Maureen yang


mengurus perusahaan yah. Jaga kondisi kesehatan ayah. Jangan dibuat kerja yang


berlebihan. Nanti biar Maureen menugaskan seseorang untuk mengurus perusahaan


ayah yang di Jakarta Utara. Biar ayah bisa istirahat”


“Tidak apa apa anakku. Ayah masih sanggup kok untuk


mengontrol sebuah perusahaan. O iya, boleh ayah Tanya sesuatu pada kamu anakku?”


Tanya Pak Tito.


“Silahkan ayah. Ada apa?” jawab Maureen.


“Beberapa hari yang lalu, saham milik Rayen anjlok, kemudian

__ADS_1


ada trending topic yang mengatakan bahwa “PRESDIR PUTRA COMPANY SELINGKUH


DENGAN SEKRETARISNYA DIKETAHUI OLEH ISTRINYA PRESDIR KSM GROUP”. Coba jelaskan


yang sebenarnya gimana anakku?” kata Pak Tito.


“Iya ayah. Kemarin terjadi kesalah fahaman antara Maureen


dan Rayen. Ketika kemarin Rayen menggandeng tangan Vivi di sebuah mall punya Maureen.


Saat itu Maureen mengira jika Rayen menjalin hubungan dengan Vivi. Namun setelah


ditelusuri oleh pengacaraku dan hasilnya menunjukkan jika memang tidak ada niat


Rayen untuk berbuat hal itu ayah”, kata Maureen.


“O, jadi itu tidak benar ya?”


“Betul ayah, semua hanya salah faham”.


“Lalu Rayen kemana, kok tidak bersama kamu hari ini?”


“Maaf ayah, ini kesalahan Maureen. Saat peristiwa itu Maureen


pergi ke New York untuk menenangkan pikiran sekaligus menengok perusahaan Maureen


yang ada disana. Namun setelah mengetahui yang sebenarnya terjadi, Maureen bertolak


kembali ke Jakarta. Sayangnya Maureen sampai belum sempat menghubungi Rayen. Sampai


akhirnya pagi tadi Rayen menyusul Maureen ke New York. Saat ini tengah dalam


perjalanan”


“O, kenapa kamu sampai lupa member tahu suamimu anakku”


“Maaf ayah, Maureen memang salah. Karena urusan perusahaan


akhir akhir ini sangat banyak dan menyita perhatian Maureen ayah.”


“Iya Nak. Tapi sesibuk apapun urusan perusahaanmu, kamu tetap


seorang istri dari suamimu. Luangkan waktu untuk keluarga”, kata Pak Tito.


“Iya ayah. Maureen mengaku salah. Tadi siang Maureen sudah


meminta staf perusahaan di New York untuk memberitahukan hal ini saat Rayen


sampai disana”.


Maureen berusaha menjelaskan duduk perkaranya kepada


ayahnya. Namun dia sengaja tidak mengatakan bahwa dia hamper saja celaka


diterjang badai tayfun di dekat kepulauan Kobe, Jepang. Dia tidak ingin


menambah ruwet pikiran ayahnya. Apalagi dia masih belum tahu persis apa


penyakit yang diderita ayahnya.


.


.


Sakit apa sebenarnya Pak Tito?


Dan apa yang akan dilakukan Rayen sesampainy di New York

__ADS_1


jika tahu Maureen sudah sampai di Jakarta?


Nantikan episode selanjutnya ya….


__ADS_2