
Maureen makin tidak sabar ingin mengetahui kondisi ayahnya. Bagaimana
tidak, seorang ayah yang telah membesarkan dia seorang diri, yang telah
memperjuangkan sebuah perusahaan yang super besar dan mewariskannya pada nya.
Maureen benar benar tidak sanggup harus membayangkan sesuatu
terjadi pada ayahnya.
“Bagaimana keadaan ayah Pak Whang?” Tanya Maureen kembali
setelah pengacara Whang duduk di dekat Maureen.
Kelihatan pengacara whang menarik nafas panjang. Hal ini
menambah rasa penasaran Maureen akan kondisi ayahnya yang sebenarnya.
“Ada apa Pak Whang? Tolong beri tahu Maureen?” Tanya Maureen
makin penasaran.
Setelah terdiam sebentar pengacara Whang pun berkata, “Maaf
Nyonya Maureen, untuk kondisi pastinya kita belum tahu, yang pasti operasi Tuan
Tito sudah berjalan lancar. Semua sudah selesai. Kita tinggal menunggu
hasilnya. Menurut tim dokter, kurang lebih satu jam lagi Tuan Tito sudah sadar”.
“Apakah ada kendala saat operasi Pak Whang, kok lama sekali
tadi?” Tanya Maureen.
“Betul Nyonya, menurut tim dokter, letak sel kanker di
kepala Pak Tito ini tersembunyi. Tertutup oleh selaput otak kecil, itulah
kenapa proses operasi memakan waktu lebih lama dari biasanya. Tapi semua bisa
diatasi dengan baik menurut keterangan tim dokter tadi” kata pengacara Whang.
“Terus apa yang akan kita lakukan Pak Whang?”
“Kita hanya bisa menunggu Nyonya. Kita sudah berusaha
semaksimal mungkin. Semua akan bergantung pada kehendak Tuhan, kita berdoa
saja, minta yang terbaik dan minta agar Tuan Tito segera mendapat kesembuhan. Itulah
yang bisa kita lakukan saat ini Nyonya” kata pengacara Wang.
“Baiklah Pak Wang, terima kasih atas nasehatnya” kata Maureen
“Maaf Nyonya, saya harus kembali ke tempat tugas saya” kata
pengacara Wang minta ijin kepada Maureen untuk kembali menemani Tuan Tito.
“Baiklah Pak Wang. Saya akan menunggu disini sampai ayah
sadar” kata Maureen.
Sepeninggal pengacara Wang, Maureen kembali merenung,
teguran ini terlalu keras Tuhan. Apakah Maureen sanggup menjalaninya? Hati Maureen
terus berteriak. Betapa tidak berharganya harta benda dan kemewahan ketika kita
__ADS_1
sudah dihadapkan pada kekuasaan Tuhan. Maureen terus berdoa agar secepatnya
ayahnya, Tuan Tito diberi kesembuhan.
.
.
.
Sementara itu Rayen sudah sampai di kantor KSM group siang
itu. Hari itu, semua berkas yang dibutuhkan sudah disiapkan oleh Sekretaris
Zhang. Rayen hari ini memang ingin mengecek dugaan kejanggalan kejanggalan pada
anak anak perusahaan KSM Group yang mengalami defisit pada neraca keuangannya. Rayen
tetap menduga ada yang janggal pada laporan keuangan itu. Dan alas an yang
dikemukakan oleh Presdirnya pun sangat tidak masuk akal. Yang kena banjir lah,
yang proyeknya kena longsor, namun dari hasil investigasi tim yang dibentuk
Rayen, ternyata fakta di lapangan berkata lain. Memang ada bencana banjir, tapi
kerugian materi tidak sebanyak yang dilaporkan. Sehingga dalam hitungan bisnis
masih dalam margin yang normal. Seharusnya hanya mengurangi keuntungan, tidak
sampai membuat defisit anggaran.
Rayen bertekad akan membongkar kejanggalan ini. Ia ingin
membuat satu kejutan bagi istrinya. Pasti Maureen kemarin sudah menyangka bahwa
perusahaannya bakal rugi tahun ini. Tapi, jika kasus ini berhasil dibongkar,
keruh. Memanfaatkan kelemahan Maureen saat Maureen tidak fokus pada
perusahaannya karena kesalahfahamannya pada Vivi.
Berkas demi berkas diperhatikan satu persatu. Memang ada
beberapa berkas yang patut dicurigai. Ada beberapa pengeluaran yang tidak
ditanda tangani oleh Maureen. Di beberapa berkas juga ada pemasukan yang tidak
langsung ke perusahaan, tapi dari pihak ketiga. Wah, bagaimana bisa kacau
begini laporan keuangan perusahaan sebesar KSM Group. Apa ada orang dalam yang
bermain di KSM Group? Kalau benar ada, siapa? Tentu orang tersebut punya
pengaruh yang luar biasa di perusahaan ini.
Rayen belum berani menduga terlalu jauh. Pada saat itulah
ponselnya tiba tiba berbunyi…..
Kring…. Kring…… kring……..
Terlihat tulisan “MY WIFE” di handphone. Maureen istrinya tersayang
menelepon. Apakah Maureen dikasih tahu saja ya bahwa ada orang dalam
perusahaannya yang bermain di defisitnya neraca keuangan perusahaannya? Ah,
jangan dululah. Bukankah Rayen juga belum punya bukti dan belum bisa menuduh
seseorang. Apalagi saat ini istrinya tengah menunggu proses operasi ayah
__ADS_1
mertuanya. Belum lagi, Maureen sedang hamil. Kata orang sih, orang hamil tidak
boleh terlalu banyak fikiran, agar bayinya sehat. Karena jika ibunya banyak
fikiran, anak dikandungannya juga akan ikut cemas.
“Hallo Bunda sayang” sapa Rayen
“Hallo Ray sayang, lagi dimana nih, kelihatannya sibuk. Lama
nih telepon bunda ndak segera diangkat” kata Maureen di ujung telepon.
“Oh, maaf sayang. Ini tadi aku sedang meneliti berkas. Ini aku
di kantor bunda sekarang. Di KSM Group” kata Rayen.
“O, kirain dimana. But away, thanks ya sayang sudah bersedia
menggantikan tugasku di kantor. Maaf sayang terus merepotkanmu” kata Maureen
“Tidak apa apa bunda. Kan tugas bunda,tugasku juga. Gimana kabar
ayah bun? Sudah dioperasi apa belum?” Tanya Rayen.
“Sudah sayang. Ini baru saja selesai. Menurut pengacara
Wang, mungkin sekitar satu jam lagi, ayah sudah sadar. Maureen disarankan untuk
menunggu di luar, karena kondisi Maureen sedang hamil. Jadi saya minta
pengacara Wang untuk menggantikan posisi keluarga” kata Maureen.
“Iya bunda sayang. Syukurlah jika operasinya berjalan
lancar. Benar kata dokter itu bunda, bunda harus menjaga kesehatan. Kasihan anak
kita yang ada di perut bunda” kata Rayen.
“Iya Ray sayang, Maureen akan selalu ingat pesan itu, gimana
pekerjaan di Jakarta? Lancar kan?” Tanya Maureen.
“Lancar bunda sayang, bunda tidak usah mikirin pekerjaan di
Jakarta dulu. Biar aku yang mengerjakan. Bunda fokus saja pada kesehatan bunda
dan ayah ya?” kata Rayen.
Mereka ngobrol banyak tentang kondisi ayah Tito dan juga
keadaan Maureen. Rayen bahagia, karena operasi ayah Tito berjalan lancar. Rayen
berharap kondisi Tuan Tito segera pulih dan bisa diajak pulang ke Jakarta. Rayen
rindu saat saat indah bersama istri tercintanya. Saat dimana dunia serasa
bagaikan milik mereka berdua. Saat dimana kadang kadang Rayen suka tersenyum
sendiri jika teringat kenangannya saat masih dibangku kuliah di kampus. Saat Maureen
masih CUPU dan kini berproses untuk menjadi RATU. Ratu untuk dirinya dan
anaknya nanti. Rayen berharap, ada kerajaan kecil didalam rumah tangganya,
dimana ada seorang pangeran yang akan meneruskan cita citanya membesarkan Putra
Company dan menjadi pewaris KSM Group.
.
.
__ADS_1
.