Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Tiga Bag 24


__ADS_3

 


 


Maureen makin tidak sabar ingin mengetahui kondisi ayahnya. Bagaimana


tidak, seorang ayah yang telah membesarkan dia seorang diri, yang telah


memperjuangkan sebuah perusahaan yang super besar dan mewariskannya pada nya.


Maureen benar benar tidak sanggup harus membayangkan sesuatu


terjadi pada ayahnya.


“Bagaimana keadaan ayah Pak Whang?” Tanya Maureen kembali


setelah pengacara Whang duduk di dekat Maureen.


Kelihatan pengacara whang menarik nafas panjang. Hal ini


menambah rasa penasaran Maureen akan kondisi ayahnya yang sebenarnya.


“Ada apa Pak Whang? Tolong beri tahu Maureen?” Tanya Maureen


makin penasaran.


Setelah terdiam sebentar pengacara Whang pun berkata, “Maaf


Nyonya Maureen, untuk kondisi pastinya kita belum tahu, yang pasti operasi Tuan


Tito sudah berjalan lancar. Semua sudah selesai. Kita tinggal menunggu


hasilnya. Menurut tim dokter, kurang lebih satu jam lagi Tuan Tito sudah sadar”.


“Apakah ada kendala saat operasi Pak Whang, kok lama sekali


tadi?” Tanya Maureen.


“Betul Nyonya, menurut tim dokter, letak sel kanker di


kepala Pak Tito ini tersembunyi. Tertutup oleh selaput otak kecil, itulah


kenapa proses operasi memakan waktu lebih lama dari biasanya. Tapi semua bisa


diatasi dengan baik menurut keterangan tim dokter tadi” kata pengacara Whang.


“Terus apa yang akan kita lakukan Pak Whang?”


“Kita hanya bisa menunggu Nyonya. Kita sudah berusaha


semaksimal mungkin. Semua akan bergantung pada kehendak Tuhan, kita berdoa


saja, minta yang terbaik dan minta agar Tuan Tito segera mendapat kesembuhan. Itulah


yang bisa kita lakukan saat ini Nyonya” kata pengacara Wang.


“Baiklah Pak Wang, terima kasih atas nasehatnya” kata Maureen


“Maaf Nyonya, saya harus kembali ke tempat tugas saya” kata


pengacara Wang minta ijin kepada Maureen untuk kembali menemani Tuan Tito.


“Baiklah Pak Wang. Saya akan menunggu disini sampai ayah


sadar” kata Maureen.


Sepeninggal pengacara Wang, Maureen kembali merenung,


teguran ini terlalu keras Tuhan. Apakah Maureen sanggup menjalaninya? Hati Maureen


terus berteriak. Betapa tidak berharganya harta benda dan kemewahan ketika kita

__ADS_1


sudah dihadapkan pada kekuasaan Tuhan. Maureen terus berdoa agar secepatnya


ayahnya, Tuan Tito diberi kesembuhan.


.


.


.


Sementara itu Rayen sudah sampai di kantor KSM group siang


itu. Hari itu, semua berkas yang dibutuhkan sudah disiapkan oleh Sekretaris


Zhang. Rayen hari ini memang ingin mengecek dugaan kejanggalan kejanggalan pada


anak anak perusahaan KSM Group yang mengalami defisit pada neraca keuangannya. Rayen


tetap menduga ada yang janggal pada laporan keuangan itu. Dan alas an yang


dikemukakan oleh Presdirnya pun sangat tidak masuk akal. Yang kena banjir lah,


yang proyeknya kena longsor, namun dari hasil investigasi tim yang dibentuk


Rayen, ternyata fakta di lapangan berkata lain. Memang ada bencana banjir, tapi


kerugian materi tidak sebanyak yang dilaporkan. Sehingga dalam hitungan bisnis


masih dalam margin yang normal. Seharusnya hanya mengurangi keuntungan, tidak


sampai membuat defisit anggaran.


Rayen bertekad akan membongkar kejanggalan ini. Ia ingin


membuat satu kejutan bagi istrinya. Pasti Maureen kemarin sudah menyangka bahwa


perusahaannya bakal rugi tahun ini. Tapi, jika kasus ini berhasil dibongkar,


keruh. Memanfaatkan kelemahan Maureen saat Maureen tidak fokus pada


perusahaannya karena kesalahfahamannya pada Vivi.


Berkas demi berkas diperhatikan satu persatu. Memang ada


beberapa berkas yang patut dicurigai. Ada beberapa pengeluaran yang tidak


ditanda tangani oleh Maureen. Di beberapa berkas juga ada pemasukan yang tidak


langsung ke perusahaan, tapi dari pihak ketiga. Wah, bagaimana bisa kacau


begini laporan keuangan perusahaan sebesar KSM Group. Apa ada orang dalam yang


bermain di KSM Group? Kalau benar ada, siapa? Tentu orang tersebut punya


pengaruh yang luar biasa di perusahaan ini.


Rayen belum berani menduga terlalu jauh. Pada saat itulah


ponselnya tiba tiba berbunyi…..


Kring…. Kring…… kring……..


Terlihat tulisan “MY WIFE” di handphone. Maureen istrinya tersayang


menelepon. Apakah Maureen dikasih tahu saja ya bahwa ada orang dalam


perusahaannya yang bermain di defisitnya neraca keuangan perusahaannya? Ah,


jangan dululah. Bukankah Rayen juga belum punya bukti dan belum bisa menuduh


seseorang. Apalagi saat ini istrinya tengah menunggu proses operasi ayah

__ADS_1


mertuanya. Belum lagi, Maureen sedang hamil. Kata orang sih, orang hamil tidak


boleh terlalu banyak fikiran, agar bayinya sehat. Karena jika ibunya banyak


fikiran, anak dikandungannya juga akan ikut cemas.


“Hallo Bunda sayang” sapa Rayen


“Hallo Ray sayang, lagi dimana nih, kelihatannya sibuk. Lama


nih telepon bunda ndak segera diangkat” kata Maureen di ujung telepon.


“Oh, maaf sayang. Ini tadi aku sedang meneliti berkas. Ini aku


di kantor bunda sekarang. Di KSM Group” kata Rayen.


“O, kirain dimana. But away, thanks ya sayang sudah bersedia


menggantikan tugasku di kantor. Maaf sayang terus merepotkanmu” kata Maureen


“Tidak apa apa bunda. Kan tugas bunda,tugasku juga. Gimana kabar


ayah bun? Sudah dioperasi apa belum?” Tanya Rayen.


“Sudah sayang. Ini baru saja selesai. Menurut pengacara


Wang, mungkin sekitar satu jam lagi, ayah sudah sadar. Maureen disarankan untuk


menunggu di luar, karena kondisi Maureen sedang hamil. Jadi saya minta


pengacara Wang untuk menggantikan posisi keluarga” kata Maureen.


“Iya bunda sayang. Syukurlah jika operasinya berjalan


lancar. Benar kata dokter itu bunda, bunda harus menjaga kesehatan. Kasihan anak


kita yang ada di perut bunda” kata Rayen.


“Iya Ray sayang, Maureen akan selalu ingat pesan itu, gimana


pekerjaan di Jakarta? Lancar kan?” Tanya Maureen.


“Lancar bunda sayang, bunda tidak usah mikirin pekerjaan di


Jakarta dulu. Biar aku yang mengerjakan. Bunda fokus saja pada kesehatan bunda


dan ayah ya?” kata Rayen.


Mereka ngobrol banyak tentang kondisi ayah Tito dan juga


keadaan Maureen. Rayen bahagia, karena operasi ayah Tito berjalan lancar. Rayen


berharap kondisi Tuan Tito segera pulih dan bisa diajak pulang ke Jakarta. Rayen


rindu saat saat indah bersama istri tercintanya. Saat dimana dunia serasa


bagaikan milik mereka berdua. Saat dimana kadang kadang Rayen suka tersenyum


sendiri jika teringat kenangannya saat masih dibangku kuliah di kampus. Saat Maureen


masih CUPU dan kini berproses untuk menjadi RATU. Ratu untuk dirinya dan


anaknya nanti. Rayen berharap, ada kerajaan kecil didalam rumah tangganya,


dimana ada seorang pangeran yang akan meneruskan cita citanya membesarkan Putra


Company dan menjadi pewaris KSM Group.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2