Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Orang Misterius di Pantai Anyer


__ADS_3

 


 


 


 


Mobil yang dikendarai oleh Muareen dan Rayen terus menyeruak menembus jalan jalan di Kota Serang, Banten. Tujuan mereka adalah sebuah pantai yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestic maupun manca Negara.


Pantai Anyer.


Tidak terasa perjalanan mereka sudah sampai di jalan masuk menuju pantai itu. Suasana sejuk dan bau angin pantai sudah tercium.


Pada saat Rayen sedang sedikit melamun dan kehilangan konsentrasinya, tiba tiba dia dikejutkan oleh seorang laki laki yang menggunakan topi lebar menutupi wajahnya menyeberang jalan.


Dengan reflek, Rayen mengerem mobilnya, membuat kaget semua yang ada di mobil. Bahkan si Rayen kecilpun sampai terbangun dari tidurnya dan menangis di pelukan Ibu Kimnana.


“Hati hati yah” kata Maureen.


“Iya Bun, ayah tadi tidak tahu. Tiba tiba saja, orang itu tadi menyeberang jalan tanpa melihat kanan dan kiri. Jadi Ayah tidak tahu. Maafkan Ayah ya” kata Rayen


“Tidak apa apa yah. Yang penting Ayah jangan sampai melamun jika sedang mengemudi.” Kata Maureen.


Sementara Ibu Kimnana masih sibuk menenangkan Rayen Kecil yang saat itu sedang menangis.

__ADS_1


Rayen kemudian bergegas menepikan mobilnya. Dia turun dari mobil dan berniat meminta maaf kepada orang yang menyeberang tadi, karena kelihatnya dia juga terkejut karena hampir tertabrak mobil Rayen.


Namun, alangkah terkejutnya Rayen ketika dia berusaha menemui orang itu, orang yang aneh itu malah berlari menghindari Rayen. Wajahnya hanya Nampak sekilas, namun seperti memancarkan kebencian yang amat sangat.


Rayen menjadi sangat bingung. Bagaimana mungkin orang itu membenci dia? Sedangkan bertemupun baru sekali ini.


Apakah karena dia hampir menabraknya tadi, sehingga dia membencinya?


Tapi aneh. Apa iya gara gara sesuatu yang tidak disengaja seperti itu saj membuat dia sebegitu bencinya terhadapnya, yang tidak pernah kenal siapa dia.


Sungguh, perasaan Rayen dipenuhi tanda Tanya besar tentang orang itu.


“Orang yang sangat misterius. Kenapa wajahnya ditutupi topi besar? Dan kenapa dia juga seakan akan menghadang laju mobilnya tadi? “


Pertanyaan demi pertanyaan itu menghantui pikiran Rayen. Sampai akhirnya teriakan Maureen membuyarkan lamunanya.


“Eh,Iya Bun”jawab Rayen sambil melangkah menuju mobilnya. Kemudian melajukan mobil itu menuju ke pantai yang sudah tidak begitu jauh lagi.


Rayen sengaja tidak menceritakan perihal orang misterius tadi kepada Maureen dan keluarganya. Dia takut akan membuat perasaannya menjadi tidak nyaman dan menimbulkan rasa was was.


Dia ingin liburan pertama setelah mas pandemic ini bisa berkesan dengan baik dan bisa menghilangkan kejenuhan.


Sampai di pintu loket masuk pantai, Maureen segera membayar tiket masuk dan tidak lupa mereka mencuci tangan dengan memakai sabun yang sudah disiapkan oleh pengelola pantai di pintu masuk itu. Ini dilakukan untuk mentaati protocol kesehatan yang diterapkan pemerintah untuk menghindari dan memutus mata rantai virus covid 19.


Beberapa saat kemudian, Nampak petugas tiket menghampiri mereka.

__ADS_1


“Nyonya, ini tiket masuknya” kata petugas itu sambil menyerahkan lima lembar tiket masuk dan uang kembalian.


“Pak, uang kembaliannya untuk Bapak saja ya” kata Maureen.


Petugas itu terkejut. Kemudian dia berkata, “Maaf Nyonya, kami dilarang menerima tips apapun dari pengunjung”.


“Itu bukan tips Pak. Kami ikhlas memberikannya pada Bapak. Jadi tidak ada kaitannya dengan tugas Bapak” kata Maureen sambil tersenyum.


Mengetahui hal itu, petugas itupun mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada Maureen.


Memang saat ini, mereka sebagai penjaga loket dan petugas keamanan yang ada di pantai itu harus lebih berhati hati. Banyak hal tak terduga yang bisa saja mereka alami. Di masa sulit ini kadang ada yang memanfaatkan situasi dengan melaporkan sesuatu yang tidak benar untuk mendapatkan posisi strategis. Itu sudah banyak terjadi di beberapa tempat. Petugas itu lebih menjaga diri daripada tersandung masalah.


Setelah menerima karcis masuk dan mencuci tangan sebagai salah satu prosedur protocol kesehatan yang harus dipenuhi oleh pengelola obyek wisata, merekapun segera masuk mobil dan meuju ke tempat parkir pengunjung pantai yang sudah disediakan pengelola wisata.


Setelah memarkir mobilnya, merekapun berhamburan ke luar dari mobil dan menuju pantai, seakan tidak sabar untuk menikmati indahnya Pantai Anyer di siang itu.


.


.


.


Bersambung . . . . . . . . . .


 

__ADS_1


 


__ADS_2