Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Tiga Bag 13


__ADS_3

 


 


Pagi itu, seperti yang sudah direncanakan kemarin, Maureen dan


Rayen mengajak pengacara keluarga Tito untuk mencari LSM yang bergerak di


bidang sosial mengenai penanganan anak anak jalanan. Mereka tidak ingin gegabah


melaksanakan rencana ini. Mereka harus tahu track record dari LSM yang akan


digandengnya. Karena di era sekarang ini, banyak orang menyalahgunakan


kepercayaan yang diberikan kepada mereka.


Beberapa waktu yang lalu, ada yayasan yang terbukti


meyalahgunakan bantuan yang diterima, untuk kepentingan pribadi pemilik


yayasan. Maureen, Rayen dan Pak Tito tidak ingin niat mereka memberikan bantuan


untuk anak anak itu, justru menimbulkan masalah baru yang rumit.


Setelah mencari referensi dan melihat sepak terjang dari


masing masing LSM yang bergerak di bidang sosial di sekitar Jakarta dan Bogor,


akhirnya disimpulkan bahwa LSM B****H A***I adalah LSM yang dipercayauntuk


mengelola bantuan dari KSM Group untuk membantu anak anak kurang beruntung itu.


Segala sesuatu sudah dirundingkan matang matang, termasuk


besaran dana yang akan dikucurkan untuk yayasan ini. Maureen memberikan sebuah


rumah yang sederhana namun lumayan besar untuk menampung aktivitas anak anak


ini selepas sekolah atau di sela sela waktu senggang mereka setelah mengais


rejeki di jalan.`            Maureen dan


Rayen pun meminta pihak yayasan untuk merahasiakan keberadaan mereka, agar di


dalam jiwa anak anak itu ada rasa tanggung jawab terhadap apa yang sudah


diberikan kepada mereka. Selain itu, nanti dari pihak perusahaan juga akan ada


beasiswa yang akan diberikan kepada anak anak yang berprestasi, namun juga akan


diberikan dengan proses yang hanya yayasan dan KSM Group yang tahu.


Sungguh suatu niat yang sempurna, dimana tangan kanan member,


tangan kiri jangan sampai tahu.


.


.


Seiring berjalannya waktu, tidak terasa sudah satu minggu


KSM Group memberi bantuan untuk anak anak terlantar itu. Pagi itu, Maureen nampak


sangat bahagia. Beberapa tahun yang lalu, dia tidak pernah memimpikan arti uang

__ADS_1


seribu, dua ribu, sejuta, atau dua juta. Baginya, uang saku 500 juta itu masih


sedikit. Ternyata, diluar sana, ada orang yang untuk mencari koin 500 perak


saja harus disertai dengan peluh, keringat dan berpanas panas.


Maureen teringat seorang anak kecil, yang sedang menggendong


adiknya, uumurnya masih kisaran 9 -10 tahun. Sedang adiknya baru berumur


sekitar 6 tahun. Saat mobil Maureen berhenti karena lampu lalu lintas sedang


menyala merah, anak itu menghampiri sambil membawa kemuching ( alat pembersih


debu dari bulu ayam ). Di usapnya perlahan kaca mobil Maureen. Setelah itu, dia


Cuma mengharapkan ada uang recehan yang berkenan diberikan pada dia dari si


empunya mobil.


Maureen dan Rayen pagi itu sengaja tidak berangkat ke


kantor. Hari ini dokter keluarga akan membahas tentang hasil laboratorium


tentang kondisi kesehatan Tuan Besar Tito Tirta Kusuma. Tim dokter ahli yang


diketuai oleh Dr. Albert sengaja memilih membahas ini di rumah, karena ada yang


sangat urgen yang harus segera diketahui oleh pihak keluarga.


Beberapa minggu terakhir, baik Maureen maupun Rayen memang


sedang memikirkan kondisi Pak Tito. Walaupun Pak Tito kelihatannya menyembunyikan


pada diri ayahanda tercintanya. Itulah kenapa Maureen dan Rayen meminta dokter


keluarga untuk meneliti secermat mungkin kesehatan dari Pak Tito.


Menurut kabar yang disampaikan oleh Dr. Albert, hasil lab


dari rumah sakit terkemuka di Amerika Serikat diterima tim dokter keluarga


Tirta Kusuma kemarin sore. Kemudian pada malam harinya, mereka para tim ahli


kedokteran itu segera mengadakan rapat membahas apa saja yang harus dilakukan


untuk setepat dan secepat mungkin menolong dan mengobati Pak Tito.


Maureen dan Rayen harap harap cemas dengan kondisi kesehatan


Pak Tito. Mereka berharap secepat mungkin mengetahui hasil lab dan kesimpulan


dokter terhadap kondisi kesehatan Pak Tito. Namun disisi lain, mereka cemas. Mereka


tidak berharap ada hal yang membahayakan bagi kesehatan orang tuanya.


Menjelang pukul 09 pagi itu, nampak sebuah mobil yang


berwarna silver, milik Dr. Albert memasuki pelataran rumah mewah kepunyaan Maureen.


Setelah memarkir mobilnya di tempat parkir tamu, nampak Dr. Albert keluar dari


mobil, didampingi oleh Dr. John spesialis jantung dan penyakit dalam, serta


asisten dokter, Dr. Himawan. Mereka adalah orang orang kepercayaan keluarga

__ADS_1


Tirta Kusuma, yang  merupakan dokter ahli


keluarga.


“Selamat pagi Tuan Rayen dan Nyonya Maureen” sapa Dr. Abert,


diikuti oleh Dr. John dan Dr. Himawan.


“Selamat pagi Pak Dokter” kata Maureen.


“Selamat pagi dokter, silahkan masuk” kata Rayen sambil


mempersilahkan mereka bertiga untuk segera masuk ke ruangan yang sudah disiapkan.


Ruangan yang tidak terlalu luas memang, hanya cukup menampung sekitar 15 orang.


Dan memang ruangan itu dilengkapi dengan layar monitor untuk presentasi. Biasanya


Maureen membahas masalah masalah urgent perusahaan juga disini bersama Presdir


anak anak perusahaan KSM Group jika Maureen tidak sempat membahasnya di kantor.


Dan ketika dokter keluarga perlu menjelaskan tentang hal hal yang membutuhkan


presentasi, mereka juga menjelaskannya disini.


Nampak para dokter ahli itu sudah duduk di tempatnya masing


masing. Demikian pula Maureen dan Rayen. Mereka nampak sudah tidak sabar ingin


mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pada diri Pak Tito.


Dr. Albert kemudian berdiri menuju meja presentasi. Nampak dia


mengeluarkan laptop dari dalam tasnya. Kemudian disampingnya nampak sebuah


video compact disc yang bertuliskan bahasa inggris. Setelah memasangnya pada


laptop, nampak di layar monitor tulisan yang berisi symbol symbol dan gambar


kerangka kepala manusia.


Tulisan itu dipenuhi symbol symbol yang hanya dimengerti


oleh orang orang kedokteran. Nampak Dr. Albert menoleh ke arah Dr. John dan Dr.


Himawan. Keduanya mengangguk hampir bersamaan, tanda memberikan signyal bahwa


Dr. Albert bisa mulai menjelaskan tentang kondisi dari Tuan Besar Tito Tirta


Kusuma.


Maureen dan Rayen dengan perasaan cemas campur deg degan


menanti dengan sabar apa yang akan dikatakan oleh Dr. Albert.


Maureen dan Rayen sangat berharap, keadaan Pak Tito masih


dalam tahapyang bisa diselamatkan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2