Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Semangat 45


__ADS_3

Pukul 4 pagi Dinda dan Dika sudah di sibukkan memasak dan menyiapkan bahan bahan untuk berjualan hari ini. Saat terdengar adzan subuh berkumandang, pekerjaan mereka juga sudah selesai.


"Abang siap siap ke musholah ya" ucap Dika yang baru selesai menggulung mie terakhir


"Iya bang, ini biar Dinda yang rapiin" jawab Dinda yang sedang mengangkat panci berisi ayam yang sudah diolah


Kemudian Dika melangkah kan kakinya menuju ke kamar dan bersiap untuk ke musholah. Sementara Dinda membersihkan dapur yang sudah mereka gunakan untuk memasak sejak pagi pagi sekali. Keduanya sangat menikmati kehidupan mereka sekarang, meski hanya menjual mie ayam saja. Mereka berdua tetap bersyukur.


Beberapa menit berlalu, Dika pun sudah kembali kerumahnya. Dilihat dapur sudah kembali rapi namun dia tidak menemukan istrinya. Kemudian Dika melangkah masuk kedalam kamar dan melihat Dinda yang tengah melipat mukenah


"Abang, sudah pulang?" tanya Dinda,


"Iya, tadi abang ngucap salam tapi gak dijawab, ternyata kamu lagi sholat" jawab Dika yang kemudian melepas peci dan duduk di tepian ranjangnya.


Dinda meraih tangan Dika dan mengecupnya berkali kali.


"Maaf ya bang,," Senyum Dinda


"Iya gak papa. Manis banget sih istri abang" Dika meraih wajah istrinya yang tengah tersenyum lalu mengecup keningnya.


"Bang,,," Panggil Dika lalu duduk merapat di tepian ranjang


"Iya,,, ada apa sayang" Jawab Dika sambil mengusap lembut wajah istrinya, menatapnya dengan penuh cinta dan rasa syukur sudah mendapatkan istri yang begitu baik seperti Dinda.


Dinda menunduk dan bingung mau bagaimana mengatakan jika dirinya ingin pagi itu. Ntah dorongan dari mana, Rasanya Dinda tidak bisa menahannya dan selalu ingin di sentuh.

__ADS_1


"Emm,,, " Terlihat dari tingkah istrinya, Dika bisa melihat kegundahan


"Ada apa sayang? katakan saja" ucap Dika dengan lembut


"Dara mau ngajak main Arjuna bang,," Dinda yang malu langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya


Awalnya Dika sedikit kaget karena Dinda sudah berani meminta, selama ini Dika terus yang selalu meminta dan merayu istrinya itu.


"Abang kok diem aja sih?!" Dinda masih menatap Dika yang hanya diam saja


"Ayok!! Arjuna siap diajak main!" Jawab Dika yang langsung melepas baju kokonya


"Tumben yang, kamu pengen pagi-pagi gini?" ucap Dika dengan hati kegirangan dan langsung saja memulai pemanasan mereka sebelum menikmati hidangan utama


"Gak,,, tau,,, bang,,," Jawab Dinda dengan terbata karena begitu menikmati sentuhan sentuhan cinta suaminya


"Wahh,, isteri abang, banyak kemajuan, abang sukaa,,,,cup!" Dika bertambah semangat 45.


Pertarungan pagi itu terasa sengit karena keduanya terus bergelut hingga mencapai puncak kenikmatan cinta bersama.


**


Pukul 7 pagi, Dika dan Dinda sudah selesai sarapan, lalu keduanya bersiap untuk jualan. Tak lama Santo dan Daru baru pulang dari pasar membawa barang belanjaan. Istirahat sebentar untuk sarapan, lalu keduanya pamit untuk pulang, kembali lagi nanti sore untuk mengambil dagangan mie ayam yang akan di jual di pasar malam.


"Dinda, abang pergi ya, kamu gak papa kan di tinggal sendiri?" tanya Dika yang akan pergi kerumah keluarganya. Selain akan menjemput Fatih, Dika juga ingin bertemu dengan Dimas dan memperjelas semuanya.

__ADS_1


"Iya gak papa bang, Dinda berani kok! tapi cepet pulang yah,,, takut rindu!" Kekeh Dinda


"Jangan bilang rindu, nanti abang gak jadi jemput Fatih tapi pilih gendong kamu ke kekamar lagi" sahut Dika


"Si abang,,,! bisa gitu ya!" kekeh Dinda


"Bisa dong,, apalagi kamu yang inisiatif minta duluan, seneng banget abang!" Jawab Dika yang kemudian menghidupkan motor Vespanya.


"Assalamualaikum" ucap Dika


"Wa'alaikumsalam, hati hati bang" Jawab Dinda dengan tersenyum manis


"Iya sayang,, kamu juga hati-hati dirumah sendirian ya,," ucap Dika dengan penuh perhatian


"Iyah, paling sebentar lagi sudah ada pembeli" Jawab Dinda


"Aamiin"


Kemudian Dika melajukan motornya menuju ke rumah keluarganya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2