
"Sekar?!"
Sekar menoleh ke samping dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa orang yang memanggil nama nya.
Deg!
"Gion?!" Sekar langsung bangkit dari tempat duduknya dan menatap Gion yang datang menghampirinya.
"Kamu kenapa bisa ada disini? siapa yang sakit?" tanya Gion dengan nada sedikit cemas
"Apa urusanmu?! pergilah, jangan disini kita tidak ada urusan lagi " jawab Sekar terdengar ketus
"Aku pikir kamu pasti belum bisa move on dari aku" ucap Gion dengan Sinis
"Cih! jangan kepedean kamu! bahkan aku sudah mendapatkan pria yang jauuuhhh lebih baik daripada kamu!" Jawab Sekar tak kalah sinis
"Benarkah? tapi aku tidak melihatnya,," ucap Gion melihat kesana kemari
"Sayang,,, kamu sedang apa?" Dimas yang baru kembali dari kantin melihat Sekar berbincang dengan seorang pria dewasa.
"Sayang,,,,, kamu sudah kembali,,, gak papa,, aku hanya bertemu teman lama. Sayang kenalin dia namanya Gion, teman kampusku dulu,,," Ucap Sekar yang bergelayut manja di lengan Dimas.
Gion mengernyitkan alis saat melihat Sekar saat itu
"Kamu sama berondong?!" tanya Gion
"Memangnya kenapa?! ada masalah buat kamu?!" jawab Sekar
"Ck! aku yakin dia hanya main main denganmu!" ucap Gion menatap sinis pada Dimas yang sejak tadi masih diam. Bahkan dia diam saja sejak tadi.
Dimas mengamati situasi, mendengar dan menelaah, dia menyimpulkan antara Sekar dan Gion pasti ada apa apanya. Keduanya bicara dengan nada ketus belum lagi tatapan Gion padanya terlihat sinis.
"Jaga ucapan mu Ion! bahkan kami sudah menikah! iya kan sayang?" ucap Sekar menatap Dimas dengan penuh cinta
Deg!
Gion sangat terkejut saat mendengar Sekar sudah menikah dengan pemuda yang terlihat dari wajahnya masih terbilang sangat muda dari mereka.
"Iya benar,, dan apa salahnya jika kami berbeda usia? toh cinta tidak mengenal usia. Dia siapa sih sayang ?" tanya Dimas pada Sekar saat menunjuk Gion
"Dia hanya mantan, dan kamu masa depan " jawab Sekar dengan tersenyum manis pada Dimas, Dimas pun membalas senyum Sekar dengan tak kalah manisnya
"Oohh jadi dia mantan mu,,,, Sorry, Sekar sudah bahagia bersama ku! lebih baik sekarang kamu pergi saja sana!" ucap Dimas dengan mengibaskan tangannya pada Gion
"Cih! aku juga tidak akan berlama lama disini. Oh iya, Minggu besok, aku akan menikah dengan Sierra, aku undang kamu secara langsung untuk datang ke pesta pernikahan ku" ucap Gion pada Sekar
"Sierra?!" ucap Dimas dan Sekar bersama
"Sierra mantan istrinya bang Dika?!" cetus Dimas
" Kamu kenal?" ucap Gion
"Hah hah hahahaah jelas aku kenal! dia mantan kakak ipar ku! wanita matre itu!" cetus Dimas dengan gamblangnya
__ADS_1
"Matre?!" Gion terlihat terkejut
"Iya" jawab Dimas dengan terkekeh
"Dia bukan wanita matre, sebagai suami tentu harus bisa mencukupi kebutuhan isteri. Dasar Dika saja yang tidak mampu mencukupi kebutuhannya!" jawab Gion membela Sierra
"Terserah katamu! Semoga tidak menyesal!" sahut Dimas cepat
"Kamu saja yang bodoh, pasti Sekar menyuruhmu untuk membayar hutangnya sebelum kalian menikah!" batin Gion yang kemudian memilih pergi meninggalkan Dimas dan Sekar.
"Sudah jangan di fikirkan, lebih baik kita sarapan." Ucap Dimas mengajak Sekar duduk
"Aku gak nyangka aja, Gion akan menikah dengan Sierra" ucap Sekar
"Jadi pria yang meninggalkan mu saat itu, Gion ?" tanya Dimas sambil membuka kotak makanan mereka
"Iya,," Jawab Sekar
"Jangan bersedih, cintaku akan menyembuhkan luka mu sayangggg" Dimas mengusap lembut wajah Sekar sebentar dan Sekar mengangguk dengan tersenyum. Kemudian keduanya menikmati sarapan bersama.
Tak lama kemudian pintu ruang IGD terbuka, Dimas dan Sekar menoleh bersama dan terlihat papa bersama suster tengah mendorong brankar pasien
"Papa,,," Dimas langsung bangkit dan melihat kondisi mama, Saat melihat kondisi mama Nadira, wajah Dimas terlihat sedih
"Bagaimana kondisi mama pa?" tanya Dimas
"Mama baru sadar, tapi mama belum bisa merespon apa apa, hanya bisa menggerakkan mata. Dan sekarang mama akan di pindahkan ke ruang rawat inap" jawab papa
Sekar mendekat dan melihat kondisi mama Nadira, Sekar tertunduk dengan air mata yang kembali menetes, sedangkan mama Nadira hanya menatap tanpa bicara apapun.
Kemudian mereka menuju ke ruang inap yang sudah di pesan oleh papa Dirdja.
"Hubungi Kakak mu, kabari dia" ucap Sekar mengingatkan Dimas
"Baiklah" Lalu Dimas mengambil ponsel dan menghubungi Dika. Dimas mengabarkan jika Mama sudah sadar dan di pindah ke ruang rawat inap. Setelah mendapatkan kabar dari Dimas, Dika pun memberi kabar pada Dinda.
Waktu menjelang sore, Dika dan Dinda baru saja sampai dirumah sakit dengan membawa makanan, tak hanya mereka berdua, Fatih pun di ajak ke rumah sakit untuk menjenguk omanya.
Saat mereka berjalan menuju ruangan mama Nadira, mereka malah bertemu dengan Dokter Dita, anak pak Agung
"Mas Dika,, mbak Dinda,,, benar kan?" sapa dokter Dita
"Loh mba Dita,, ini rumah sakit mba Dita?" ucap Dinda yang sudah mengenali Dita dari kejauhan
" Hehe iya,, kalian kok ada di sini?" tanya Dokter Dita
"Iya Dok, mama masuk rumah sakit" jawab Dinda
"Sakit apa?" tanya nya
"Stroke" sahut Dika
"Ohh,, begitu,, semoga lekas sembuh yah,," ucap Dokter Dita
__ADS_1
"Aamiin,," ucap Dika dan Dinda
"Dinda lagi hamil ya?" tanya Dokter Dita menelisik Dinda
"Hehe iyah,, " jawab Dinda
"Sudah berapa bulan? udah kelihat perutnya " Ucap Dita
"Alhamdulillah sudah 3 bulan lebih sedikit dok, tapi belum kontrol lagi karena masih sibuk kuliah" jawab Dinda
"Kontrol itu penting loh Din untuk melihat perkembangan janin. Nanti kalau sudah jenguk ibu, Dinda bisa ke ruangan saya, nanti kita cek kandungan kamu. Mau?" tanya Dita
Dinda menoleh pada Dika dan Dika mengangguk kan kepala
"Baik dok, terima kasih ya dok,,," ucap Dinda
"Iya,,, ya sudah saya permisi dulu ya, saya tunggu loh" ucap Dokter Dita
"Iya dok" Jawab Dinda dengan tersenyum
Kemudian Doker Dita melanjutkan perjalananya menuju ke ruangan nya sedangkan Dinda dan Dika menuju ke ruangan mama Nadira di rawat.
Ceklek
"Assalamualaikum" Ucap Dika saat masuk kedalam bersama Dinda
"Wa'alaikumsalam" Jawab Dimas dan Sekar bersamaan
"Bagaimana kondisi mama sekarang?" tanya Dika saat melihat mama Nadira yang menutup matanya
"Mama baru saja tidur bang, dan papa lagi ke ruang dokter yang nanganin mama" jawab Dimas
"Ohh gitu,," jawab Dika
"Mba, ini kami bawakan makanan,,," Dinda memberikan paperbag berisi makanan pada Sekar
"Kok panggil mba sih?" tanya Sekar
"Hehe terus panggil apa?" Dinda jadi bingung, secara Sekar lebih tua daripada Dia, meski Dia kini malah menjadi adik iparnya.
"Panggil nama saja gak papa mba Dinda" jawab Sekar sudah mulai memanggil Dinda dengan semestinya
"Tapi,, jadi kelu,,"
"Nanti lama lama juga biasa sayang,,," sahut Dika
"Hem,,iya Dinda coba biasakan, S-e-ka-r" ucap Dinda
.
.
.
__ADS_1
.
Gion udah di peringatin masih gak percaya! hati hati nanti kena batunya😀🤣